
Bandung bondowoso pun terkejut melihat Roro jonggrang ingin mendorongnya jatuh ke sumur namun diselamatkan oleh pengawalnya.
"Roro Jonggrang!!" teriak Bondowoso.
"Apa yang sedang anda lakukan? apakah anda ingin membunuh saya?" lanjutnya menatap tajam ke arah Roro Jonggrang.
"Hm! anggap aja hari ini kamu beruntung!" jawab Roro Jonggrang.
"tapi saya merasa kasihan sama pengawalmu, kenapa dia bisa rela mati demi orang seperti kamu yang suka bertindak semena-mena" lanjutnya.
"karena kamu adalah calon istri saya dan saya tidak bisa menghukum kamu, maka saya minta kamu tolong pergi dari sini!" Bondowoso pun mengusir roro jonggrang.
"terima kasih ya karena kamu sudah memaafkan saya" jawab roro jonggrang.
"dan tanpa kamu yang mengusir saya, saya bisa pergi sendiri dari sini!" lanjutnya langsung pergi dari hadapan Bandung Bondowoso.
setelah kepergian Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso pun terlihat seperti khawatir karena pengawalnya sendirilah yang rela mengorbankan diri untuknya.
"kalian! cepat pergi ambil lentera dan tali panjang, dan juga jangan lupakan bawa embernya!" perintah Bandung Bondowoso.
__ADS_1
"baik!" jawab para pengawalnya secara serentak.
mereka semua pun berlari tergesa-gesa seperti dikejar harimau, berlari kesana kesini atas perintah Bandung Bondowoso.
"bagaimana? apakah kalian sudah menemukannya?" tanya bondowoso.
"maaf! Bandung Bondowoso! kami tidak bisa menemukannya, apalagi sumur ini terlalu dalam jadi orang yang jatuh kesana pasti akan mati tenggelam" jawab sang pengawal.
Bandung Bondowoso pun langsung merebut tali panjang yang dipegang oleh pengawalnya. "Bandung Bondowoso! apa yang sedang anda lakukan?" tanya sang pengawal.
"saya ingin melihat dia mati dengan mata dan kepala saya sendiri" jawab Bondowoso setelah mengikat tali dipinggangnya.
"Jangan! Bandung Bondowoso! ini terlalu berbahaya" ucap sang pengawal.
"sepertinya gue akan mati hari ini!" Riri jinggrang pun sudah pasrah dan yang bisa dia lakukan hanyalah memejamkan matanya.
tiba-tiba ada sebuah bayangan bercahaya datang mendekatinya, riri jinggrang pun sedikit membukakan matanya melihat bayangan bercahaya itu. "Bandung Bondowoso!!" ternyata bayangan bercahaya itu adalah Bandung Bondowoso.
Dengan sekuat tenaga Bandung bondowoso berenang untuk menyelamatkan riri jinggrang. "bertahanlah!" setelah sudah berada didepan Riri jinggrang betapa terkejut Bandung Bondowoso saat melihat sosok pengawalnya yang ada dihadapannya saat ini adalah seorang perempuan dengan identitas seorang putri dari prabu boko, Riri jinggrang.
__ADS_1
"Riri jinggrang!"
"kenapa dia bisa ada disini?"
"sudahlah lebih baik jangan pikirkan ini dulu! yang terpenting saya harus menyelamatkannya!" Bandung bondowoso pun berenang lebih dekat dan memegang wajah riri jinggrang dengan kedua tangannya.
"sadarlah!" Bandung Bondowoso pun menggetarkan wajah riri jinggrang supaya sadar, tapi sayang riri jinggrang masih belum sadarkan diri.
Karena takut Riri jinggrang kehabisan napas, dirinya pun memberi napas buatan kepada Riri jinggrang. "saya mohon bertahanlah!" Bandung Bondowoso pun menempelkan bibirnya di bibir Riri jinggrang, dan Riri jinggrang pun perlahan membuka matanya melihat Bandung Bondowoso yang berada didepannya.
"ada apa ini? kenapa jantung saya berdetak kencang seperti ini?" batin Riri jinggrang saat merasakan getaran hati yang begitu dahsyat didalam hatinya.
"saya tidak menyangka kalau saya bisa memberikan riri jinggrang ciuman kehidupan (napas buatan)!"
setelah menjauhkan wajahnya Bandung Bondowoso pun membawa Riri jinggrang ke atas permukaan air dengan memeluknya, dan berkat kesaktiannya mereka berdua pun bisa keluar dengan selamat.
"Bandung Bondowoso!" panggil sang pengawal
"apakah anda baik-baik saja?" tanya pengawal yang lainnya namun tidak ditanggapi oleh Bandung Bondowoso.
__ADS_1
"kalian cepat panggil tabib datang ke istana!" perintah Bandung Bondowoso setelah menggendong riri jinggrang.
"baik!" jawab sang pengawal.