RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 17: Mengalami yang sama.


__ADS_3

"Huh~~~humph!!!!"


"Aaaaah!!!!!!!!!"


Bandung Bondowoso sepertinya juga mengalami mimpi sehingga membuat tidurnya tidak nyaman.


"maaf bandung bondowoso saya tidak sengaja"


"apa yang sedang kamu lakukan didalam kamar saya? kamu sebagai pengawal harusnya tahu sopan santun jangan berulah seperti ini!"


"iya maaf lain kali saya tidak akan melakukannya lagi"


"tidak! tidak! saya tidak mau ikut!"


"Kenapa?"


"saya hampir lupa! saya ada latihan hari ini! saya permisi dulu"


"awas!!!!"


"Aaaaah!!!!"


"bertahanlah!"


"saya mohon bertahanlah!"


"kalian! cepat pergi ambil lentera dan tali panjang, dan juga jangan lupakan bawa embernya!"


"bagaimana? apakah kalian sudah menemukannya?"


"maaf! Bandung Bondowoso! kami tidak bisa menemukannya, apalagi sumur ini terlalu dalam jadi orang yang jatuh kesana pasti akan mati tenggelam"


"Bandung Bondowoso! apa yang sedang anda lakukan?"


"saya ingin melihat dia mati dengan mata dan kepala saya sendiri"


"Riri jinggrang!" 


"kenapa dia bisa ada disini?"


"sudahlah lebih baik jangan pikirkan ini dulu! yang terpenting saya harus menyelamatkannya!"

__ADS_1


"sadarlah!"


"saya mohon bertahanlah!"


"saya tidak menyangka kalau saya bisa memberikan riri jinggrang ciuman kehidupan (napas buatan)!"


"kalian cepat panggil tabib datang ke istana!"


"bagaimana keadaannya?"


"saya tidak menyangka kalau kamu yang menyelamatkan saya padahal saya sudah pernah mencelakai kamu"


"kamu sudah sadar?"


"Apakah kamu sudah tahu?"


"tahu apa?"


"tahu kalau kamu adalah putri prabu boko?"


"saya cuma hanya ingin membantumu"


"Terima kasih ya karena ingin membantu saya"


"apa kamu tidak marah?"


"soal saya pernah mencelakai kamu"


"itu semua sudah berlalu, karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga"


"saya minta maaf atas tindakan gegabah saya"


"tidak apa-apa"


"terima kasih ya! karena ingin membantu hubungan kami"


"riri jinggrang menghilang, Bandung Bondowoso!"


"kalian cepat cari diseluruh ruangan lihat apa ada Riri jinggrang disana!" Bandung Bondowoso pun membukakan matanya setelah mimpinya berakhir.


Bandung Bondowoso pun menghela napas dan berkeringat setelah mengalami sebuah mimpi yang begitu sulit diartikan. "ada apa ini? kenapa saya bisa bermimpi seperti ini?"

__ADS_1


tiba-tiba Bandung Bondowoso merasakan jantungnya berdetak terlalu cepat dan sedikit nyeri. "ada apa dengan jantung saya? kenapa bisa berdetak terlalu cepat seperti ini dan juga nyeri??"


"Pengawal!!!" teriak Bandung Bondowoso dari dalam kamarnya.


"ada apa Bandung Bondowoso?" tanya sang pengawal segera masuk kedalam kamar.


"saya ingin anda mencarikan saya tabib!" jawab Bandung Bondowoso.


"baik! saya akan segera carikan untuk anda!" ucap sang pengawal.


sang pengawal pun keluar dari istana untuk mencari tabib sampai dirinya bertemu dengan seorang wanita tua yang muncul dihadapannya.


"apakah anda sedang mencari seorang tabib?" tanya sang wanita tua.


"iya! mbok, apakah mbok tahu dimana ada tabib disekitar sini?" jawab sang pengawal.


"kebetulan saya ada waktu untuk melihat keadaan tuan anda" ucap sang wanita tua.


"apakah anda seorang tabib?" tanya sang pengawal.


"tentu saja! saya adalah seorang tabib" jawab sang wanita tua.


"baiklah, sekarang saya mohon tolong mbok ikut dengan saya!" ucap sang pengawal.


Pengawal pun membawa wanita tua ini ke kerajaan pengging untuk menghadap Bandung Bondowoso.


"siapa dia?" tanya Bandung Bondowoso setelah bertemu dengan sang wanita tua yang dibawa oleh pengawalnya.


"apakah dia adalah tabib yang anda cari?" lanjutnya bertanya kepada pengawalnya.


"iya Bandung Bondowoso, beliau adalah seorang tabib" jawab sang pengawal.


"apakah anda mengalami hal yang sama dengannya?" tanya sang wanita tua tiba-tiba.


"Apa maksud anda?" jawab Bondowoso.


sang wanita tua pun tersenyum sekilas. "jantung berdetak terlalu cepat hingga jantung terasa nyeri" ucap sang wanita tua.


"bagaimana anda bisa tahu?" tanya bondowoso.


sang wanita tua pun terdiam, lalu berkata "ternyata benar! anda mengalami hal yang sama dengannya" jawab sang wanita tua.

__ADS_1


__ADS_2