
sedari tadi entah apa yang membuat Bandung Bondowoso menjadi tidak fokus. diam-diam dia menatap sesekali ke arah Riri jinggrang saat dia membangun seribu candi untuk Roro Jonggrang. "Ada apa ini kenapa saya jadi tidak fokus seperti ini?"
Diseberang sana Riri jinggrang tampak begitu cemas. "aduh sebentar lagi Bandung Bondowoso pasti akan membangun candinya sampe seribu, terus nanti usahanya pasti digagaliin sama Roro Jonggrang?"
Hari pun sudah menjelang siang, Bandung Bondowoso bersama yang lainnya baru membangun candi yang ke-550 candi. "Sisa 450 candi lagi buat diselesaiin!" batin Riri.
Saat ingin melanjutkan membangun candi yang ke 551, tiba-tiba Bandung Bondowoso berhenti membuatnya. "Ada apa Bandung Bondowoso? kenapa anda tidak melanjutkannya?" tanya sang pengawal.
"bagaimana kita istirahat saja?" usul Bondowoso.
"hari sudah siang sebentar lagi menjelang sore, apakah anda yakin ingin istirahat?" tanya sang pengawal.
"saya tidak peduli! saya ingin istirahat!" jawab Bondowoso.
"baiklah jika ini yang anda mau, kita akan istirahat sebentar!" ucap sang pengawal.
"lho? kok mereka berhenti sih bangun candinya??"
"kakanda, kenapa mereka berhenti membangun candinya?" tanya riri.
"mungkin mereka sudah menyerah!" jawab Roro.
"Apa! tidak mungkin! siapa tahu mereka lelah makanya mereka ingin istirahat" ucap Riri.
__ADS_1
"sebentar lagi hari menjelang sore, saya yakin mereka pasti akan gagal membangun candinya!" jawab Roro.
"belum tentu kakanda, siapa tahu mereka bisa menyelesaikan dengan cepat" ucap Riri.
"kita lihat saja!" jawab Roro tersenyum sekilas.
Bandung Bondowoso dan yang lainnya pun memutuskan untuk istirahat. disaat seperti ini Bandung Bondowoso pun mencari kesempatan dalam kesempitan berjalan menghampiri Roro Jonggrang dan Riri jinggrang.
"shut!! kakanda! lihat si Bandung Bondowoso datang menghampiri kakanda" ucap Riri menyenggol lengan Roro Jonggrang.
"kalau begitu kalian silahkan berbicara? saya pamit du~~~~
Riri jinggrang pun terkejut saat Bandung Bondowoso menarik tangannya. niatnya ingin meninggalkan Bandung Bondowoso berduaan dengan Roro Jonggrang. malah tangannya ditahan oleh tangan kekar Bandung Bondowoso.
"Apa yang sedang kamu bicarakan?" jawab Riri.
Riri jinggrang pun melihat Roro Jonggrang sedang menatap mereka berdua. "bukannya ini kesempatan yang langka untuk kalian berdua bersama" bisik Riri mendekat didepan dada Bandung Bondowoso.
"makanya saya tidak ingin menganggu kalian berdua" lanjutnya.
"sebenarnya ada apa denganmu?" tanya bondowoso.
Riri jinggrang pun sontak kaget kenapa Bandung Bondowoso bersikap seperti ini kepadanya. "ada apa dengannya?" kenapa sikapnya jadi kayak gini??"
__ADS_1
"apa maksud anda?" tanya riri.
"kenapa kamu harus membuat saya melihatmu seperti ini?" jawab Bondowoso.
"kamu tenanglah dulu!" ucap Riri.
"bagaimana saya bisa diam? jika kamu membuat diri saya kesal seperti ini?" jawab Bondowoso.
"siapa yang membuat dirimu kesal?!" ketus riri.
"saya bertanya kepadamu? kenapa kamu memakai pakaian seperti ini dan menunjukkan kepada semua orang?" ucap Bondowoso.
"memangnya kenapa saya berpakaian seperti ini? lagian saya suka berpakaian seperti ini?" jawab Riri.
"berarti kamu ingin menunjukkan tubuh kamu ke semua orang begitu?" tanya bondowoso.
"tunggu! saya yang memakai pakaian ini? kenapa kamu yang marah?" jawab Riri.
"Kalian berdua hentikanlah!" Roro pun berusaha melerai mereka berdua yang sedang bertengkar.
"saya marah, karena saya tidak suka mereka semua memperhatikan kamu!" ucap Bondowoso.
Deg~~~ Riri jinggrang terdiam terpaku mendengar jawaban Bandung Bondowoso. "asal kamu tahu! saya jadi tidak fokus. semua ini karena kamu!" lanjutnya.
__ADS_1