RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 21: Pelukan penuh arti!


__ADS_3

Bandung Bondowoso pun menyalahkan Riri jinggrang karena membuat dirinya tidak fokus saat membangun seribu candi untuk Roro Jonggrang. "asal kamu tahu! saya jadi tidak fokus. semua ini karena kamu!" ucap Bondowoso.


"apa kamu bilang?" tanya riri.


"kenapa ini salah saya? kamu sendirinya saja yang tidak fokus malah menyalahkan saya!" lanjutnya marah.


"iya! saya jadi tidak fokus karena kamu memakai pakaian seperti ini!" jawab Bondowoso tidak mau mengalah.


"memangnya apa salah pakaian saya sehingga membuat anda tidak fokus?" tanya riri.


"coba lihat pakaian kamu! memangnya kamu pikir ini sudah malam? sehingga kamu pakai baju tidur seperti ini" jawab Bondowoso.


"terserah sayalah, mau saya pakai baju tidur atau tidak! ini semua adalah urusan saya!" ucap Riri.


"mau pergi ganti tidak?" jawab Bondowoso.


"kalau saya tidak mau? kamu mau bagaimana?" ucap Riri.


"lebih baik kamu pergi dari sini!" usir Bondowoso.


"saya tidak ingin ada penganggu disini!" lanjutnya menyindir Riri.


"saya memang mau pergi, kamu tidak perlu susah-susah buat usir saya!" marah riri.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan!" gumam riri langsung melangkahkan kakinya.


Baru selangkah berjalan, lagi-lagi riri jinggrang terkejut saat tangannya ditarik oleh Bandung Bondowoso.


"bukannya kamu menyuruh saya pergi? kenapa malah menarik tangan saya?" tanya riri.


"Lepaskan tangan saya!" lanjutnya menyuruh Bandung Bondowoso melepaskan tangannya.


Bukannya dilepas, Bandung Bondowoso justru masih menahan tangannya. "sabar Riyana! sabar!" Riri jinggrang pun berusaha menahan emosinya supaya tidak meledak didepan Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.


"tuan Bandung Bondowoso? apa maksud anda melakukan ini?" tanya riri.


"bukannya anda tadi marah-marah dan~~~~


belum menyempurnakan kalimatnya, Bandung Bondowoso langsung menarik tangan Riri jinggrang sekuat tenaga hingga membuat kepala Riri jinggrang terbentur didepan dadanya.


"kenapa kamu tiba-tiba menghilang? tanpa memberi kabar?" tanya bondowoso.


"apa maksud anda?" tanya riri.


"kemarin malam! kenapa kamu tidak memberitahu saya bahwa kamu pulang ke kerajaan boko?" jawab Bondowoso.


"kenapa saya harus memberitahu anda?" tanya riri.

__ADS_1


"biar saya tidak mencemaskan diri kamu!" jawab Bondowoso.


"disaat kamu menghilang, saya menyuruh para pengawal mencari kamu kemana-mana, tapi tidak menemukanmu sehingga ini membuat saya cemas" lanjutnya.


Riri jinggrang pun diam terpaku membiarkan Bandung Bondowoso memeluknya dengan erat tanpa berniat melepaskan pelukannya. "saya mencemaskanmu Riri!" ucap Bondowoso.


Deg~deg!!! jantung keduanya mulai berdetak kencang apalagi diposisi berpelukan seperti ini. "apa ini? kenapa dia tiba-tiba memeluk gue seperti ini?"


"sebenarnya apa maksudnya ini? kenapa saya tiba-tiba merasa ingin memeluknya seperti ini? bahkan saya merasa tidak ingin melepaskan pelukan ini."


"pelukannya sangat nyaman dan juga hangat? aku berharap pelukannya ini bisa punya sebuah arti"


"Pelukan ini memang mempunyai sebuah arti? arti yang bisa dipahami oleh kalian yang saling menyukai" ucap seorang wanita tua tersenyum sekilas sambil melihat disebuah cermin ajaib yang memperlihatkan adegan mereka berdua berpelukan.


"arti dari pelukan ini adalah 'aku tidak ingin kamu pergi"


"sekarang saya menyadari kenapa saya bisa memeluknya seperti ini?"


"Sepertinya anda sudah mengerti? bahwa anda~~~


"saya melakukan ini, karena~~~


"Menyukainya!" lanjut sang wanita tua.

__ADS_1


"karena saya menyukainya!" batin Bondowoso.


   


__ADS_2