
Riri jinggrang pun tersenyum sekilas. "kamu tadi pergi keluar untuk menemui kakanda ya?" tanya riri tiba-tiba.
"iya. bagaimana kamu bisa tahu?" jawab Bondowoso.
"tadi, saya tidak sengaja lihat kamu sama para pengawal kamu diluar jendela" ucap riri.
"jadi bagaimana apakah kakanda ingin menikah dengan kamu?" tanya riri.
"dia bilang akan menikah dengan saya, dengan satu permintaan" jawab Bondowoso.
"Apa?" tanya riri.
"dia ingin saya membuatkannya seribu candi selama satu malam" jawab Bondowoso.
"apa! terus kamu mau mengabulkan permintaannya?" tanya riri.
"iya tentu saja!" jawab Bondowoso.
"apakah anda benar-benar menyukainya?" tanya riri tiba-tiba melontarkan pertanyaan seperti itu.
"iya. saya benar-benar menyukainya! dan saya sudah jatuh cinta saat pertama kali melihatnya" jawab Bondowoso.
"kelihatannya kamu sangat tulus menyukai kakanda?" tanya riri.
"Iya. dan ketulusan ini akan saya tunjukkan kepadanya" jawab Bondowoso.
__ADS_1
"jadi apapun permintaannya kamu akan mengabulkannya?" tanya riri.
"Saya tidak peduli dia ingin meminta apa kepada saya, yang pasti saya akan mengorbankan semua untuknya dan memperjuangkan cinta saya kepadanya" jawab Bondowoso.
saat mendengar semua jawaban Bandung Bondowoso, tiba-tiba riri jinggrang merasakan jantung sakit kembali, demi tidak menunjukkan rasa sakitnya didepan Bandung Bondowoso. Riri jinggrang terpaksa menahan rasa sakitnya.
"sebenarnya tujuan saya datang kesini adalah ingin menyatukan kalian berdua" ucap Riri.
"apa kamu tidak marah?" tanya bondowoso.
"Apa?" jawab Riri.
"soal saya pernah mencelakai kamu" ucap Bondowoso.
"saya minta maaf atas tindakan gegabah saya" ucap Bondowoso.
"tidak apa-apa" jawab riri menunjukkam senyumannya sambil menahan rasa sakitnya.
"terima kasih ya! karena ingin membantu hubungan kami" ucap Bondowoso tiba-tiba menyentuh rambut Riri, sehingga membuat riri membulatkan kedua matanya.
"saya kembali dulu ya!" lanjutnya melangkahkan kakinya keluar dari kamar Riri jinggrang.
Riri jinggrang pun pura-pura bersikap kuat mengeluarkan senyumannya kepada Bandung Bondowoso. "ternyata alur cerita yang dibuat sheyla bener-bener berbeda sedikit dari cerita aslinya"
setelah menatap kepergian Bandung Bondowoso, riri jinggrang pun kembali merasakan sakit dijantungnya. "ada apa dengan jantung gue? bukannya baik-baik aja jantung gue, terus gue kan nggak ada penyakit jantung"
__ADS_1
"Akh!!!" lirih Riri kesakitan.
"sepertinya gue harus ke tabib dulu buat ngecek kondisi saya"
setelah berusaha menahan rasa sakit, dan rasa sakitnya sudah perlahan menghilang riri jinggrang pun memutuskan diam-diam keluar dari kerajaan pengging.
"dimana ya disekitar sini ada tabib?"
"permisi mbok! saya mau tanya disekitar sini ada tabib kah?" tanya riri kepada seorang nenek yang terlihat begitu menyeramkan.
Sang nenek itupun terdiam dan hanya menunjukkan kedepan dengan jari telunjuknya. "apakah disana?" tanya riri.
Sang nenek pun mengganguk dan mengucapkan sepatah kata. "berhati-hatilah" jawab sang nenek.
"iya. terima kasih nenek!" ucap Riri.
Sang nenek pun menganggukkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya pergi. setelah kepergian sang nenek, riri pun meneruskan pencariannya.
"apa ini rumahnya?" gumam Riri setelah sampai disebuah rumah yang terlihat begitu kumuh.
"permisi! apakah ada orang?" tanya riri sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah.
"permi~~ kriet! pintu rumah pun tiba-tiba terbuka menampilkan seseorang nenek tua keluar.
"nenek!" riri terkejut saat melihat sosok nenek yang ditemuinya tadi sekarang berada dihadapannya.
__ADS_1