
Sejak mendengar semua ungkapan isi hati Bandung Bondowoso, Riri jinggrang pun akhirnya menyadari kalau bandung bondowoso tulus menyukai Roro Jonggrang. "ternyata didalam cerita, Bandung Bondowoso juga tulus bangetnya suka sama Roro Jonggrang?"
"apapun yang terjadi gue harus menyatukan mereka supaya gue bisa kembali ke dunia gue"
Merasa tubuhnya sudah sehat Riri jinggrang pun mulai menginjakkan kakinya ke lantai kemudian berjalan menikmati udara segar diluar jendela.
saat melihat keluar jendela mata Riri jinggrang tidak sengaja tertuju kepada Bandung bondowoso bersama para pengawalnya yang sepertinya hendak pergi.
"mau kemana mereka?" gumam Riri.
"makanan anda sudah siap! silahkan dinikmati" ucap sang dayang sambil membawa makanan Riri jinggrang.
Riri jinggrang pun membalikkan tubuhnya menghadap dayang. "iya terima kasih!" jawab Riri.
"Tunggu!" Riri pun menghentikan langkah sang dayang yang hendak pergi.
"ada apa?" tanya sang dayang.
"Bandung Bondowoso apakah sedang pergi keluar?" jawab Riri.
"iya. dia ingin pergi ke kerajaan boko untuk menemui putri roro Jonggrang" ucap sang dayang.
"apa?" gumam Riri.
"iya ada apa?" tanya sang dayang.
"tidak ada apa-apa. anda lanjutkan saja" jawab riri.
__ADS_1
setelah dayang pergi. Riri jinggrang pun merasakan tubuhnya lemah bahkan merasakan jantungnya sedikit sakit.
"ada apa ini? kenapa jantung gue bisa sakit kayak gini!" batin riri sambil memegang jantungnya.
Riri jinggrang pun memutuskan untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur untuk meringankan rasa sakitnya.
"ada apa anda datang kemari?" tanya Roro.
"kenapa? saya tidak boleh datang kesini untuk menemui calon istri saya?" jawab Bondowoso.
"sudah berapa kali saya bilang kalau saya tidak ingin menikahi kamu!" ketus Roro.
"tidak apa-apa kamu tidak mau menikah dengan saya, tapi saya tetap akan melanjutkan pernikahan ini" jawab Bondowoso.
"tidak semudah itu anda bisa melanjutkan pernikahan ini" ucap Roro.
"kenapa? apakah anda punya permintaan lagi?" tanya bondowoso.
"tentu saja saya sanggup! apalagi ini permintaan kamu" ucap Bondowoso.
"baiklah! saya akan mengatakan permintaan saya" jawab Roro.
"saya ingin anda membuatkan saya seribu candi dalam satu malam" ucap Roro.
"apa? seribu candi dalam satu malam?" jawab Bondowoso.
"iya! kenapa apakah anda tidak sanggup?" tanya Roro.
__ADS_1
"tentu saja saya sanggup! apapun permintaan kamu akan saya kabulkan" jawab Bondowoso.
"kalau begitu saya menunggu anda membuatkan saya seribu candi." ucap Roro.
"jika anda berhasil saya akan bersedia menikah dengan anda!" lanjutnya.
Bandung Bondowoso pun senang mendengar ucapan Roro Jonggrang. "baiklah saya harap anda bisa ingat omongan anda!" jawab bondowoso.
Disisi lain Riri jinggrang pun merasa tubuhnya perlahan membaik. "apakah anda baik-baik saja?" tanya seseorang disebelah riri jinggrang.
Riri jinggrang pun refleks terkejut saat mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal. "Bandung Bondowoso!"
"kenapa anda bisa ada disini?" tanya riri.
"bukannya anda pergi keluar?" lanjutnya.
"iya. saya memang pergi keluar dan sudah kembali untuk waktu yang lama" jawab Bondowoso.
"dan sejak saya kembali saya melihat anda masih tertidur pulas" lanjutnya.
"benarkah?" tanya riri.
"iya" jawab Bondowoso.
"berarti saya tidurnya kelamaan ya?" tanya riri.
"tidak apa-apa lagian kamu sakit? jadi tidak masalah kamu tidur sampai berapa lama" jawab Bondowoso.
__ADS_1
Riri jinggrang pun tersenyum sekilas. "kamu tadi pergi keluar untuk menemui kakanda ya?" tanya riri tiba-tiba.