RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 19: Hari penuh semangat!


__ADS_3

Banyak pasang sorot mata tertuju kepada Riri jinggrang bersama dayangnya. apalagi para pengawalnya Bandung Bondowoso dan juga jangan lupakan para jinnya yang tidak berhenti menatap Riri jinggrang. "kenapa mereka menatap saya seperti ini?" tanya riri.


"apa Puteri tidak menyadarinya?" jawab sang dayang.


"menyadari apa?" tanya riri.


"bahwa pakaian yang anda kenakan ini sangat menarik banyak mata, apalagi mata para pria mesum yang begitu suka melihat ini" jawab sang dayang.


"memangnya ada apa dengan pakaian saya?" tanya riri.


"sepertinya hamba harus membawa puteri untuk pergi menggantinya!" ajak sang dayang.


"tidak usah! pakai begini saja saya suka, tidak perlu menggantinya!" jawab Riri.


"tapi pakaian anda ini untuk tidur puteri? bukan untuk pergi keluar" ucap sang dayang.


"memangnya apa yang beda?" tanya riri.


"tidak apa-apa sekali-kali saja saya jadi penyemangat buat Bandung Bondowoso dan yang lainnya" jawab Riri.


sang dayang pun terganga mendengar pembicaraan Riri jinggrang. "bisa-bisanya puteri berpikiran seperti ini?" sang dayang tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap Riri jinggrang yang terlalu polos ini.

__ADS_1


ditengah pembicaraan mereka berdua, Bandung Bondowoso mengeluarkan tatapan dinginnya saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Riri jinggrang.


"Apa-apaan ini? kenapa dia memakai pakaian seperti ini??"


"bagaimana bisa dia memperlihatkan tubuhnya kepada semua orang" Bandung Bondowoso pun melihat ke sekelilingnya melihat orang-orang yang menatap Riri jinggrang, bahkan pengawal dan para jinnya juga ikutan.


"Ananda! apa yang sedang anda pakaikan? kenapa anda bisa memakai seperti ini ditengah keramaian orang?" marah Roro Jonggrang melihat pakaian adiknya menarik banyak perhatian.


"Mbah! tolong bawa dia ganti pakaiannya" perintah Roro.


"Saya tidak mau!" jawab Riri.


"Ananda! tolong dengarkan kakanda, kamu tidak layak memakai pakaian seperti ini ditengah keramaian orang, apalagi saat ini mereka semua sedang menatap kamu" ucap Roro.


Riri jinggrang pun membulatkan kedua matanya lebar-lebar saat matanya tidak sengaja bertatapan dengan Bandung Bondowoso. "ada apa ini? kenapa tatapannya tajam sekali?"


Seketika nyali Riri jinggrang menciut saat mendapat tatapan tajam dari Bandung Bondowoso.  "mungkin ini perasaan saya kali ya, siapa tahu dia menatap Roro Jonggrang? tapi kenapa tatapan tajam sekali ke Roro Jonggrang?"


"kakanda!" panggil Riri.


"sepertinya Bandung Bondowoso menatap anda, bagaimana kalau anda menatapnya kembali?" lanjutnya.

__ADS_1


Roro Jonggrang pun mendengarkan Riri jinggrang kemudian membalas tatapan bandung bondowoso, tapi sayang! Bandung Bondowoso tidak menatapnya.


"eh? ada apa ini? bukannya tadi dia sedang menatap kakanda?? ooh~~ mungkin dia malu saat menatap kakanda yang cantik ini!" ucap Riri.


"bisakah kamu mengganti pakaianmu sekarang?" perintah Roro.


"tidak mau! siapa tahu kakanda salah lihat. mereka sebenarnya bukan menatap ananda melainkan menatap kakanda" jawab Riri.


"Mbah, tolong ambilkan selendang buat Puteri Riri!" perintah Roro.


"baik Puteri!" jawab sang dayang.


hari ini dipenuhi dengan semangat membara dari para pengawal dan para jin saat ingin membuat candi.


"aduh~~ hari ini saya jadi semangat sekali buat seribu candi ini!" ucap sang jin.


"iya!  ini semua berkat tontonan yang kita lihat tadi!" jawab sang pengawal.


"bisakah kalian fokus sama pekerjaan kalian?" Bandung Bondowoso pun datang menghampiri mereka.


sang pengawal dan jin pun menghentikan aktivitas pembicaraan mereka daripada harus menatap tatapan dingin dari Bandung Bondowoso.

__ADS_1


   


__ADS_2