RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 23: Menghilang! (17+)


__ADS_3

"apa kamu mencintainya?"


"iya! saya mencintainya!" ucap Riri langsung terbangun setelah mengalami mimpi yang sama.


saat Riri jinggrang terbangun tiba-tiba dia terkejut melihat tangannya seolah-olah ingin menghilang. "ada apa ini? kenapa tangan gue menjadi seperti ini?"


"Apakah ini pertanda kalo gue akan segera kembali ke dunia gue" Riri jinggrang pun menebak bahwa ini tanda-tanda bahwa dirinya akan segera kembali ke dunia asalnya.


"nggak! jangan sekarang! gue belum nyatain perasaan gue ke Bandung Bondowoso!" gumamnya.


Disisi lain Bandung Bondowoso tampak terbangun dari tidurnya, dan langsung mengambil jubahnya kemudian berjalan keluar. "saya tidak bisa menahannya lagi! malam ini saya harus memberitahukan ini semua kepada Riri jinggrang!"


Riri jinggrang pun merasakan seluruh tubuhnya akan ikut menghilang. "Nggak! gue nggak boleh menundanya sekarang, sebelum gue menghilang? gue harus ungkapin perasaan gue kepadanya" gumam Riri. langsung beranjak dari kasurnya. kemudian berlari keluar.


"gue nggak mau kembali tanpa penyesalan? jika gue harus menghilang hari ini, setidaknya izinkan gue sebentar saja untuk melihatnya buat terakhir kali"


Riri jinggrang pun meneteskan air matanya sambil berlari sekuat tenaga. "Riri! tunggulah saya! saya akan segera menemuimu!" Bandung Bondowoso juga berlari untuk menemui Riri jinggrang.

__ADS_1


Bulan purnama pun sudah keluar mengeluarkan cahaya biru. karena terus berlari membuat Riri jinggrang kehabisan tenaga. Riri jinggrang pun terpaksa berhenti disebuah jembatan yang disinari oleh bulan bercahaya biru.


Hosh~~~hosh Riri jinggrang pun menghela napas karena merasa lelah. "Bandung Bondowoso!" lirih Riri jinggrang terkejut saat melihat sosok yang ingin ditemuinya ada dihadapannya saat ini.


Bandung Bondowoso pun menghentikan langkahnya saat melihat riri jinggrang berada dihadapannya. "Riri jinggrang!" lirih Bandung Bondowoso.


Bandung Bondowoso pun memajukan langkahnya dengan berlari ke arah Riri jinggrang, begitu juga dengan Riri jinggrang berlari ke arahnya.


Hingga sampai ditengah-tengah jembatan keduanya pun bertemu dan saling berpelukan. " saya merindukanmu!" ucap Bandung Bondowoso.


Keduanya pun saling melepas pelukan. "Ada sesuatu yang saya ingin beritahukan kepadamu" ucap Bondowoso.


"apa yang ingin kamu beritahukan?" tanya riri.


Bandung Bondowoso pun memegang wajah Riri jinggrang dengan kedua tangannya. "saya mencintaimu Riri jinggrang!" jawab Bandung Bondowoso.


Setelah mendengar pengakuan dari Bandung Bondowoso. Riri jinggrang pun meneteskan air matanya lagi.

__ADS_1


"ada apa? kenapa kamu menangis?" tanya Bandung Bondowoso menghapus air mata Riri jinggrang.


"tidak! saya hanya terharu!" jawab Riri jinggrang.


"saya juga ingin memberitahukan kepadamu. bahwa saya juga mencintaimu, Bandung Bondowoso!" lanjutnya mengungkapkan perasaannya kepada Bandung Bondowoso.


Bandung Bondowoso pun senang mendengar pengakuan dari Riri jinggrang. kemudian langsung mengecup bibir Riri jinggrang.


karena tidak bisa menahannya lagi Bandung Bondowoso pun langsung mencium bibir Riri jinggrang sekali lagi dengan penuh sedikit gairah. keduanya pun saling menikmati ciuman penuh mesra dengan saling berpelukan erat.


disaat ini tubuh Riri jinggrang pun sudah mau mulai menghilang. "maafiin gue? karena gue nggak bisa sama lo lagi disini??" Riri jinggrang pun meneteskan air matanya.


Lalu dalam sekejap seluruh tubuh Riri jinggrang sudah menghilang menyisakan hembusan angin menelusuri wajah Bandung Bondowoso.


bandung bondowoso yang menyadari ini pun menangis. "kemana kamu Riri jinggrang?" tanyanya sambil meneteskan air matanya.


"kenapa kamu tidak memberitahu saya bahwa kamu akan menghilang seperti ini?" gumamnya menangis terisak-isak.

__ADS_1


__ADS_2