RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 22: Tidak bisa tidur!


__ADS_3

Sejak kejadian siang tadi, membuat Riri jinggrang tidak bisa tidur dimalam ini.  "Aish! kok panas banget sih hari ini! bikin mata gue jadi nggak ngantuk gini?" riri jinggrang pun menggulingkan tubuhnya menggunakan selimut kesebelah kanan-kiri diatas tempat tidurnya.


"Kenapa sih gue harus memikirkan ini!!!  aaah!!!! bikin nggak bisa tidur aja!!!" gerutu Riri mulai memikirkan pelukannya bersama Bandung Bondowoso.


"aaaaaaaaah!!!!!!!!! please! otak jangan buat gue mikiriin ini ya? gue mau tidur! hu~uuh!!!!!" lanjutnya langsung menutup wajahnya menggunakan selimut.


Diseberang sana~~ Bandung Bondowoso juga mengalami hal yang sama dengan Riri jinggrang. bahkan dirinya tersenyum-senyum saat memikirkan adegan tadi siang.


"kok ceritanya jadi kayak gini sih???? bukankah gue harusnya menyatukan Roro Jonggrang sama Bandung Bondowoso???" gumam Riri.


"hancur sudah rencana gue!!! padahal berharap banget si Bandung Bondowoso menyelesaikan pembangunan candinya, supaya gue bisa kembali!" lanjutnya.


"tapi pada akhirnya belum-belum candinya yang sudah susah payah dibangun, bayangkan ke-551 lagi tuh! malah dihancurkan begitu saja!!!!" ucap Riri.


"gue jadi ngerasa bersalah sama Roro Jonggrang!" lanjutnya.


karena tidak bisa tidur Riri jinggrang pun memutuskan keluar untuk menemui Roro Jonggrang. "kakanda!" panggil riri masuk kedalam kamar Roro, setelah selesai mengetuk pintu.


"ada apa? kenapa kamu belum tidur?" tanya Roro.


"bagaimana dengan kakanda? kakanda juga belum tidur?" jawab Riri.


"apa karena memikirkannya?" tanya Roro tiba-tiba.


"bagaimana kakanda bisa mengetahuinya?" jawab Riri.


"tentu saja dilihat dari raut wajahmu" ucap Roro.

__ADS_1


"kakanda maaf!" jawab Riri.


"kenapa minta maaf?" tanya Roro.


"ini semua karena saya!" jawab Riri.


"ini bukan salah kamu, sebenarnya kakanda juga tidak berharap kalau Bandung Bondowoso ingin menikah dengan kakanda" ucap Roro.


"kenapa kakanda berbicara seperti ini?" tanya riri.


"tentu saja kakanda tidak menyukainya, apakah kamu tidak tahu? kakanda memikirkan berbagai alasan untuk menolak lamarannya" jawab Roro.


"tapi kakanda? Bandung Bondowoso mencintai kakanda?" ucap Riri.


"bodoh sekali kamu! kalau dia memang tulus mencintai kakanda? mana mungkin dia membatalkan permintaan kakanda, terus tiba-tiba memelukmu" jawab Roro.


"bagaimana saya bisa tahu ini?" jawab Riri.


"cukup hati kamu yang tahu saja!" ucap Roro.


"sekarang kakanda tanya? apakah kamu mencintainya?" lanjut Roro bertanya kepada Riri soal perasaannya kepada Bandung Bondowoso.


"apa saya harus menjawab pertanyaan ini?" tanya riri.


"tentu saja! kamu harus yakin dengan hati kamu. kalau kamu sungguh mencintainya!" jawab Roro.


"sebenarnya saya tidak tahu!" ucap Riri.

__ADS_1


"apa maksud kamu?" tanya Roro.


"saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau tidak! saya masih belum yakin" jawab Riri.


"tidak apa-apa! jika saat ini kamu kurang yakin. mungkin besok kamu akan lebih yakin!" ucap Roro.


"sudah malam, ayo cepat tidur!" lanjutnya menyuruh Riri jinggrang tidur.


"baiklah! selamat malam!" jawab Riri.


Riri jinggrang pun kembali ke kamarnya kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur sambil memikirkan ucapan Roro Jonggrang. "sudahlah! tidak usah mikiriin ini!" gumamnya langsung memejamkan matanya.


***


"ini karena cinta"


"cinta. jantungmu tiba-tiba sakit, seperti tertusuk duri"


"ini berarti kamu merasakan cemburu dan juga sedih"


Hug~~~!!!! "kenapa kamu tiba-tiba menghilang? tanpa memberi kabar?"


"saya mencemaskanmu Riri!"


"apa kamu mencintainya?"


"iya! saya mencintainya!" ucap Riri langsung terbangun setelah mengalami mimpi yang sama.

__ADS_1


__ADS_2