RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 03: Menyusun rencana!


__ADS_3

didalam kamar riyana pun mencoba memikirkan berbagai cara supaya bisa keluar dari dunia ini. "gue harus inget-inget kembali cerita klasik tentang Roro Jonggrang yang gue baca, supaya gue bisa ngatur cara gimana bisa keluar dari sini!" gumam riyana.


Riyana pun turun dari tempat tidurnya. "Oke! pertama-tama gue harus keluar dari sini" lanjutnya.


Ketika ingin membuka pintu kamarnya, tiba-tiba dia menyadari bahwa tubuhnya masih memakai sarung seperti orang-orang zaman dahulu. "oh iya gue lupa!" riyana pun menepuk jidatnya.


digeledah seluruh kamarnya demi mendapatkan beberapa kain untuk membuat baju yang layak buat dirinya pakai.


"tada~~~!!!! akhirnya selesai juga bikin bajunya!" gumamnya saat menampilkan pakaian didepan kaca.


Butuh waktu yang sangat lama untuk riyana menyelesaikan jahitan bajunya dengan menggunakan mesin jahit kuno. meskipun dirinya berasal dari dunia modern, tapi di zaman kuno dia menggunakan otaknya untuk berpikir.


Riyana pun berjalan keluar dari kamarnya, kemudian dilihatnya beberapa pasang sorot mata sedang memandang dirinya. " Ada apa dengan mereka, kok liatiin gue kayak gitu?"


"Nyai!" panggil dayang yang sepertinya sudah ditugaskan menjaga riyana alias Riri jinggrang.


"iya ada apa mbah?" tanya riri


"ada apa dengan nyai, kenapa memakai baju seperti ini?" jawab sang dayang.

__ADS_1


"ada apa? apa ada yang salah dengan pakaian saya?" tanya riri.


"pakaian apa yang anda pakai?" jawab sang dayang.


"ini adalah pakaian yang saya buat sendiri" ucap Riri.


"apa anda tahu kenapa mereka tiba-tiba melihat anda seperti ini?" tanya sang dayang.


"tidak tahu!" jawab Riri.


"karena mereka sedang melihat pakaian anda" ucap sang dayang.


"pakaian saya? memangnya ada yang aneh?" tanya riri.


"memangnya apa yang aneh?" tanya riri.


Seketika riri pun memperhatikan pakaian-pakaian yang mereka kenakan itu sama dengan pakaiannya yang dibuatnya. "pakaian yang saya pakai agak dingin, jadi saya buat yang baru" lanjutnya setelah memikirkan sebuah alasan.


"tapi nyai? pakaian yang anda pakaikan itu adalah pakaian yang seperti kami pakai!" jawab sang dayang.

__ADS_1


"memangnya kenapa? saya tidak masalah memakai pakaian yang sama dengan kalian" ucap Riri.


"tapi anda adalah seorang putri kerajaan boko!" jawab sang dayang.


"putri angkat maksudnya?" tanya riri.


"bukan nyai! hamba tidak bermaksud mengatakan kalimat ini?" jawab sang dayang.


"iya saya tahu! anda tidak bermaksud seperti ini" ucap Riri.


"Mbah, bolehkah anda menemani saya jalan-jalan?" tanya riri.


"Hamba akan menemani nyai jalan-jalan. tapi nyai harus meminta izin dahulu kepada prabu boko" jawab sang dayang.


"aduh jadi putri nggak enak banget ya? mau jalan-jalan aja harus minta izin segala lagi! memang sih kehidupan gue dimodern dan disini itu hampir sama!" riyana pun membanding-bandingkan kehidupannya disini dengan didunianya.


"gue nggak bisa ngulur-ngulur waktu lagi, gue harus cepet-cepet mikirkan cara buat keluar dari sini" 


"baiklah saya akan minta izin kepada ayahanda dahulu" ucap Riri.

__ADS_1


"Baiklah! demi bisa cepet-cepet keluar dari sini, gue akan menuruti semua peraturan didalam dunia ini"


Riri pun berjalan menuju ruang singgasana bersama dayangnya. saat sudah sampai didepan ruang singgasana prabu boko, tiba-tiba riri mendengar suara riuh ricuh yang terjadi didalam sana. "sepertinya ini bukan saat yang tepat untuk bertemu dengan prabu boko" ucap sang dayang.


__ADS_2