RIRI JINGGRANG

RIRI JINGGRANG
Chapter 11: Terbongkar!


__ADS_3

Sambil menunggu kedatangan tabib, bandung bondowoso pun menggendong riri jinggrang beristirahat didalam kamarnya. "apakah anda tidak mau menbiarkan Riri jinggrang tidur dikamar lain?" tanya sang pengawal.


"tidak perlu! dia akan istirahat disini saja" jawab Bondowoso.


"Hormat! Bandung Bondowoso! tabib sudah datang" ucap pengawal lainnya membawakan tabib istana untuk memeriksa keadaan Riri jinggrang.


"bagaimana keadaannya?" tanya bondowoso.


"dia hanya mengalami demam dan juga flu karena kelamaan berada didalam air" jawab tabib.


"saya sudah memberi resep obatnya!" lanjutnya.


"baik! terima kasih!" ucap bondowoso.


"kalau begitu saya permisi dulu" jawab tabib sudah bersiap-siap ingin pergi.


"Kalian cepat antar tabib!" perintah Bondowoso.


"Baik!" jawab kedua pengawal meninggalkan kamar menyisakan mereka berdua didalam.


Bandung Bondowoso pun menatap lekat Riri jinggrang yang masih terbaring belum sadarkan diri. "saya tidak menyangka kalau kamu yang menyelamatkan saya padahal saya sudah pernah mencelakai kamu" gumam bondowoso.


Saat Bandung bondowoso bergumam, Riri jinggrang tiba-tiba menggerakkan tangannya. Bandung Bondowoso pun terkejut saat melihatnya. "kamu sudah sadar?" tanya bondowoso.

__ADS_1


Riri jinggrang pun perlahan membuka matanya kemudian menelusuri pemandangan yang ada didepannya, terutama wajahnya Bandung Bondowoso.


"dimana saya?" tanya riri.


"kamu sekarang berada didalam kamar" jawab bondowoso.


"apa! didalam kamar!!!" riri langsung teriak sembari membuka matanya lebar-lebar.


"iya kenapa?" tanya bondowoso.


Riri jinggrang pun langsung terbangun kemudian membuka selimut dan melihat pakaiannya, betapa terkejut dirinya bukan memakai baju pengawal melainkan baju layaknya seorang putri.


"kenapa?" tanya bondowoso.


"gawat!!! apakah gue udah ketahuan!"


Riri jinggrang pun merasa lega karena pakaiannya diganti oleh dayang. setelah melihat pakaiannya, Riri jinggrang pun beralih memegang rambutnya. sayangnya rambutnya saat ini dalam keadaan terurai.


Bandung Bondowoso pun tertawa kecil melihat kelakuan Riri jinggrang. "sudahlah! kamu harus beristirahat dulu, keadaan tubuhmu kan masih lemah" ucap Bondowoso.


"Apakah kamu sudah tahu?" tanya riri


"tahu apa?" jawab bondowoso pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"tahu kalau kamu adalah putri prabu boko?" lanjutnya.


Riri jinggrang pun terdiam setelah mendengar jawaban Bandung Bondowoso. "jadi kamu sudah tahu ya?" ucap Riri.


"tentu saja saya sudah tahu! apalagi ini berkat kamu jatuh kedalam sumur kalau tidak? mungkin saya tidak akan menyadarinya" jawab Bondowoso.


"kamu kenapa harus menyamar seperti ini?" tanya bondowoso.


"saya cuma hanya ingin membantumu" jawab Riri.


"Membantu apa?" tanya bondowoso.


"membantu kamu bisa bersama dengan kakanda" jawab Riri.


"saya tahu kamu menyukai kakanda" lanjutnya.


"iya. kalau kamu ingin membantu saya kenapa kamu tidak langsung menghadap ke saya, jadi kamu tidak perlu menyamar seperti ini?" jawab Bondowoso.


"saya tidak berani menghadap anda, jadi saya terpaksa menggunakan penyamaran, tapi sayangnya sudah terbongkar lebih awal" ucap Riri.


tiba-tiba bandung bondowoso menyentuh tangan riri jinggrang, sehingga membuat riri jinggrang terkejut. "Terima kasih ya karena ingin membantu saya" jawab Bondowoso.


"iya. anda juga jangan pernah menyerah ya! untuk mendapatkan kakanda" ucap riri.

__ADS_1


"tentu saja saya tidak akan menyerah! demi dia saya sanggup melakukan apapun meskipun harus mengorbankan diri saya" jawab Bondowoso.


ekpresi Riri jinggrang yang awalnya senang tiba-tiba berubah menjadi sulit diartikan ekspresinya saat ini.


__ADS_2