
di ruang singgasana dalam kerajaan pengging tampak bandung bondowoso sedang membaca surat yang diberikan oleh sang pengawal. "ada apa dengan prabu boko? kenapa dia tiba-tiba mengundang saya datang ke kerajaannya? apa dia ingin membalas dendam atas apa yang saya lakukan terhadap putrinya?" ucap bondowoso setelah membaca isi kertas yang dipegangnya.
"hamba tidak tahu! tapi menurut hamba anda tidak perlu pergi!" jawab sang pengawal.
"mengapa saya tidak perlu pergi?" tanya bondowoso.
"Hamba takut kalau prabu boko berniat jahat terhadap anda" jawab sang pengawal.
"kamu tidak perlu khawatir, saya punya rencana saya sendiri" ucap Bondowoso.
"syukurlah kalau anda punya rencana" jawab sang pengawal.
"Bagaimana keadaan Riri jinggrang?" tanya bondowoso tiba-tiba.
"sepertinya dia sudah membaik, saya dengar dia bersama dayangnya ingin jalan-jalan keluar dari kerajaan" jawab sang pengawal.
"baiklah! segera siapkan kudanya saya ingin berangkat sekarang" ucap Bondowoso.
"Baik!" jawab sang pengawal.
Bandung bondowoso pun pergi ke kerajaan boko untuk menemui prabu boko yang mengundangnya datang.
"hormat prabu boko!" bondowoso pun memberi hormat kepada prabu boko setelah sudah masuk di dalam ruang singgasananya.
"silahkan duduk bandung bondowoso!" prabu boko pun mempersilahkan duduk.
"baik!" jawab bondowoso segera duduk.
__ADS_1
"apakah anda tahu kenapa saya mengundang anda kesini?" tanya prabu boko.
bandung bondowoso pun tertawa "anda mengundang saya ke sini karena putrimu kan?" jawab bondowoso.
"apakah anda ingin berniat balas dendam?" lanjut bondowoso seketika ekspresinya berubah menjadi datar.
disisi lain Riri jinggrang dan dayangnya pun datang untuk menemui prabu boko, akan tetapi mereka berdua tidak jadi masuk karena mendengar pembicaraan mereka berdua.
"sepertinya nyai tidak bisa minta izin hari ini" ucap mbah.
"iya benar kata kamu! kita tidak bisa izin keluar, sepertinya ayahanda punya tamu" jawab Riri.
"Mendingan gue urungkan niat gue dulu deh buat keluar"
"nyai! ayo kita pergi!" ajak mbah.
"mereka sedang membicarakan apa ya? gue jadi kepo!"
"kenapa nyai?" tanya mbah.
"tidak ada apa-apa, kamu urus saja kesibukanmu ya" jawab Riri.
"baiklah, saya akan pergi" ucap mbah.
"iya" jawab Riri.
setelah dayangnya pergi, Riri pun menguping didepan pintu. "anda adalah putra prabu damar moyo. bagaimana bisa saya mencelakai anda" jawab prabu boko.
__ADS_1
"sebenarnya saya menyuruh ana datang ke sini untuk membicarakan baik-baik tentang pengambilan kekuasaan wilayah" lanjutnya.
"apa maksud anda?" tanya bondowoso.
"seperti yang anda tahu, saya ingin mengambil sebagian wilayah kekuasaanmu" jawab prabu boko.
"kenapa anda ingin sekali merebut wilayah kekuasaan saya?" tanya bondowoso.
"karena sebagian wilayah kekuasaanmu adalah wilayah kerajaan boko juga, jadi saya hanya ingin mengambil kembali bukan merebut" jawab prabu boko.
"apakah anda pikir semudah ini mengambil wilayah kekuasaan saya dengan membicarakan baik-baik ini semua?" ucap bondowoso.
diluar Riri jinggrang tampak asyik menguping pembicaraan mereka berdua hingga tidak menyadari bahwa kakaknya berada disebelahnya. Puk! puk! terdengar suara tangan menepuk bahu Riri jinggrang.
"ish~~ apa-apaan sih gangguin orang aj~~
"hehehe~~ kakanda!" ucap Riri setelah membalikkan badannya mengetahui siapa yang menganggu aktivitas mengupingnya. "apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Roro.
"tidak ada apa-apa kakanda" jawab Riri.
"kakanda, sedang apa disini?" lanjutnya bertanya kepada Roro.
"ini saya disuruh ayahanda mengantarkan jamuan makan siang" jawab Roro.
Riri pun memperhatikan ada beberapa dayang yang sedang memegang beberapa piring yang berisi makanan.
"siapa yang ada disana!" teriak prabu boko dari dalam karena mendengar suara diluar.
__ADS_1
Riri pun kaget karena prabu boko tiba-tiba berteriak. "ini saya ayahanda!" jawab Roro.
Roro yang ingin masuk kedalam pun dihentikan oleh Riri. "kakakanda bisakah saya minta tolong?" tanya riri.