
Bandung Bondowoso pun merasa bingung dengan apa yang dibicarakan oleh sang wanita tua ini.
"apa maksud anda berbicara seperti ini?" tanya bondowoso.
"siapa yang anda bilang mengalami hal yang sama dengan saya?" lanjutnya.
sang wanita tua ini pun hanya tersenyum tanpa membicarakan sepatah katapun. "jantung berdetak kencang dan sedikit nyeri itu bukanlah sembarang penyakit" jawab sang wanita tua.
"bagaimana anda bisa tahu soal jantung saya?" tanya bondowoso.
Sang wanita tua pun tertawa kecil tanpa berniat menjawab pertanyaan Bandung Bondowoso. "Itu adalah penyakit cinta!" jawab sang wanita tua.
"penyakit cinta? apa maksudnya ini?" tanya bondowoso.
"Mbok! anda jangan asal bicara sembarangan ya" marah sang pengawal.
"kamu keluar saja, biar saya yang mengurus semua ini" jawab Bondowoso mengusir pengawalnya.
"baiklah!" jawab sang pengawal.
"lihatlah jantungmu berdetak saat memikirkannya, dan jantungnya merasa sedikit nyeri itu karena kamu sedang mencemaskannya, bukankah begitu?" ucap sang wanita tua.
"apa?" tanya bondowoso.
"apakah tadi kamu mengalami mimpi?" jawab sang wanita tua.
"iya~bagaimana kamu bisa tahu?" tanya bondowoso.
__ADS_1
"Bisakah kamu memberitahu saya apa yang ada didalam mimpimu? sepertinya mimpi ini berkaitan dengan jantungmu" jawab sang wanita tua.
"apa itu benar?" tanya bondowoso.
"percayalah kepada hamba" jawab sang wanita tua.
"baiklah! saya menceritakannya" ucap Bondowoso.
bondowoso pun menceritakan semua mimpinya secara detail. "Ternyata benar dugaan saya!" jawab sang wanita tua setelah mendengarkan cerita mimpi Bandung Bondowoso.
"apa kamu menyukainya?" tanya sang wanita tua tiba-tiba
"tidak! apa maksudmu?" jawab Bondowoso.
"saya tidak menyukainya!" lanjutnya.
"apakah begini saja? kamu tidak mengobati saya?" tanya bondowoso.
"bagaimana caranya saya mengobati kamu. ini kan penyakit cinta mana bisa disembuhkan oleh sembarangan orang" jawab sang wanita tua.
"ini penyakit hanya bisa disembuhkan oleh diri kamu sendiri" lanjutnya.
"mungkin sekarang kalian tidak akan menyadarinya, tapi lambat laun kalian akan mulai merasakannya"
Hari pun sudah menjelang pagi. Riri jinggrang yang sudah terbangun dari tidurnya pun dikejutkan oleh banyak pengawal yang sudah berkumpul saat dia keluar dari kamar. " ada apa ini kenapa begitu ramai sekali" gumam Riri.
"Mbah!" panggil Riri saat melihat dayangnya.
__ADS_1
"Puteri! apa yang sedang anda lakukan disini? kenapa masih memakai pakaian tidur?" tanya sang dayang.
"ada apa ini? kenapa begitu ramai sekali bahkan ada begitu banyak pengawal" jawab Riri.
"itu adalah pengawalnya Bandung bondowoso!" ucap sang dayang.
"kenapa mereka pagi sekali datang kesini?" tanya riri.
"hari ini Bandung Bondowoso bersama para pengawalnya dan juga para jinnya akan membuat seribu candi untuk Puteri Roro Jonggrang" jawab sang dayang.
"Apa? mereka akan membuatnya hari ini?" tanya riri.
"iya seperti perjanjian Bandung Bondowoso dan Puteri Roro Jonggrang, bahwa dia akan membuat seribu candi dalam satu malam" jawab sang dayang.
"gue tidak menyangka hari ini cepat sekali!"
"terus kamu mau pergi kemana?" tanya riri.
"kami mau melihat mereka" jawab sang dayang.
"benarkah? boleh saya ikut?" tanya riri.
"tentu saja boleh! tapi anda masih~~~
sang dayang pun memperhatikan pakaian Riri jinggrang yang diluarnya tampak sedikit terbuka, dikarenakan Riri jinggrang memakai pakaian tanpa lengan bernuansa putih.
"tidak apa-apa! ayo kita pergi!" tanpa mengganti pakaiannya Riri jinggrang pun langsung menarik tangan dayangnya.
__ADS_1