
Disebuah ruang yang tampak seperti kamar tidur, memperlihatkan didalamnya ada seorang gadis berambut pirang sedang duduk di meja belajar. namanya adalah Riyana Juanda seorang mahasiswi dari jurusan sastra Indonesia dan juga merupakan penggemar novel sejarah apalagi berkaitan dengan cerita rakyat.
"Memang bagus banget ya cerita yang dibuat sheyla?" gumam riyana saat berniat ingin membuka cover novel yang dibuat oleh temannya, sheyla.
novel yang diberikan oleh temannya itu berjudul Riri jinggrang yang terinspirasi dari cerita rakyat "Roro Jonggrang" namun cerita ini dibuat versi bedanya yang pasti versi modern bukan versi klasik.
"sheyla~sheyla otak lo bener-bener pandai berimajinasi ya, sampe-sampe bikin cerita seunik ini!" lanjutnya setelah sudah membaca isi prolog dari novel tersebut.
Halaman demi halaman riyana membacanya sampai tidak menyadari bahwa jam tidurnya sudah lewat. "bagus sih cerita yang dibuat oleh sheyla, meskipun menyimpang dari cerita versi klasiknya" gumamnya lagi.
Riyana pun ketagihan membacanya, selembar demi selembar dia rela membacanya meskipun jam tidurnya sudah lewat. sampai akhirnya jam 12 malam ngantuk pun menyerang riyana yang masih membaca novel tersebut.
"hoam~~~!!!" riyana pun menguap.
"Mendingan besok aja lanjut bacanya, soalnya nih mata nggak mendukung banget nih" riyana pun menutup buku novelnya kemudian dia pun meletakkan kepalanya diatas meja, karena rasa ngantuk sudah menyerang matanya sehingga dirinya tidak beralih tidur ditempat tidur.
Riyana pun tertidur lelap. saat Riyana sudah tertidur tiba-tiba buku novel yang diatas meja mengeluarkan sebuah cahaya biru. tidak tahu darimana cahaya biru itu berasal, namun tiba-tiba diri riyana langsung menghilang seolah-olah cahaya biru itu membawa riyana pergi.
hari pun sudah menunjukkan pagi, terdengar suara ayam berkokok. riyana yang sudah terbangun pun tidak ingin membuka matanya. "nyai!" panggil seseorang disamping riyana.
__ADS_1
riyana pun tidak menanggapi panggilan itu, dia lebih memilih tidak mempedulikan hal-hal yang menganggu tidurnya itu, hingga hembusan angin datang menyerang tubuhnya membuat dirinya harus membuka matanya. "grrrrrrrr~~!!!!" riyana pun menggigil kedinginan.
"Ada apa ini? kok cuacanya dingin banget sekarang? kenapa ya? kok gue ngerasa tubuh gue tambah dingin kayak gini ya?" riyana pun perlahan membuka matanya.
Setelah membuka matanya, tiba-tiba riyana membulatkan matanya sempurna. "Pemandangan apakah ini?????" teriak riyana dalam hati.
"Apa ini mimpi? kalo ini mimpi, kayaknya gue terpaksa harus cubit pipi gue deh"
Riyana pun mencubit pipinya "akh!!!!! sakit banget!" teriaknya.
"nyai, apa yang sedang anda lakukan?" tanya seorang gadis yang tampak seperti pelayan berusaha menghentikan riyana.
"dimana saya?" tanya riyana.
"apa? maksudmu is~~istana boko?" jawab riyana merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"iya, nyai!" ucap dayang.
"maksudmu saya berada di istana boko?" tanya riyana sekali lagi karena merasa tidak percaya dengan apa yang dialaminya.
__ADS_1
"iya nyai" jawab dayang.
"kenapa kamu memanggil saya nyai?" tanya riyana tiba-tiba.
"apa nyai sudah lupa? kalau hamba adalah dayang setia anda?" jawab dayang.
"apa?" ucap riyana.
"sepertinya nyai sudah tidak mengingat semua yang terjadi sama nyai!" jawab dayang.
"Apa yang anda bicarakan?" tanya riyana.
"sepertinya nyai sudah tidak ingat semuanya karena kejadian kemarin" jawab dayang
"kejadian apa, bisakah anda mengatakannya?" tanya riyana.
"Sesuai perintah nyai! hamba akan menceritakan semuanya kepada nyai" jawab dayang.
"kemarin nyai dicelakai oleh bandung bondowoso" lanjutnya.
__ADS_1
"Apa!" teriak riyana.
"ada apa semua ini? bukankah semua ini terjadi didalam drama? dimana pemeran utamanya masuk kedunia dimensi yang berbeda atau yang disebut perjalanan melintasi waktu? kenapa ini bisa terjadi sama gue" Riyana tidak percaya bahwa dirinya melintasi waktu ke dunia sejarah apalagi dunia sejarah itu adalah dunia yang dibuat oleh temannya.