
Riyana pun meneteskan air matanya dalam keadaan masih memejamkan matanya diatas tempat tidurnya. "gue nggak nyangka ini adalah yang terakhirnya buat gue ketemu sama dia!" riyana pun perlahan-lahan membuka matanya kemudian langsung menangis terisak-isak.
dia pun meraih sebuah buku yang berada disebelahnya sambil memeluknya dengan erat. "Hiks~~!!!!apakah ini semua hanyalah mimpi?" gumam riyana masih menangis terisak-isak.
"hiks!!! dia pasti mencari gue, kalo dia tahu gue tiba-tiba menghilang" lanjutnya.
"haruskah gue kembali ke dunia itu biar gue bisa bersama dengannya lebih lama? tapi gimana cara gue bisa kembali ke sana??" gumamnya lagi.
***
Keesokan harinya seperti biasa dia berangkat ke kampusnya untuk belajar, tapi dalam keadaan mata sembap akibat menangis semalaman.
"hei! na? lo kenapa? kenapa mata lo bisa sembap kayak gitu?" tanya sheyla.
Riyana pun tidak menjawabnya dirinya hanya duduk sambil membaca buku pelajarannya.
"jangan bilang lo nangis ya?" tanya sheyla lagi
"ayo sini! coba ngasih tahu gue? siapa yang udah bikin lo nangis??" lanjutnya.
"la, sepertinya semalam gue mengalami mimpi yang sangat aneh tapi juga indah deh, tapi berakhir sad ending pas gue bangun" jawab riyana.
__ADS_1
"memangnya mimpi apa? sampe mata lo sembap kayak gini?" tanya sheyla.
"la, menurut lo? jika lo bertemu dengan seseorang yang kamu sukai didalam mimpi? apakah suatu hari nanti kalian berdua bakalan dipertemukan didalam kehidupan ini?" jawab riyana mengalihkan topik pembicaraan.
"ato menurutmu cowok yang kamu sukai didalam mimpi, apakah bakalan ada di kehidupan nyata ini?" lanjutnya.
"maaf ya na, kalo soal ini gue nggak bisa jawab! karena ini semua hanya tuhan yang tahu! lagipula yang namanya takdir itu semua udah ditentuin ama tuhan jadi kita cuma tinggal jalani aja" jawab sheyla.
"tapi menurut gue, yang namanya jodoh? pasti suatu hari nanti akan dipertemukan entah itu dalam mimpi atopun dikehidupan nyata" lanjutnya.
"kenapa? apakah kamu menyukai seseorang didalam mimpi?" tanya sheyla.
riyana pun mengelengkan kepalanya saat sheyla menanyakan ini kepadanya. "nggak! gue cuma tanya aja" jawab riyana.
"mimpi biasa aja kok" jawab riyana.
"mimpi biasa apanya? sampe bikin mata lo sembap kayak gini?" ucap sheyla.
"tadi lo bilang habis ngalamiin mimpi aneh tapi juga indah, tapi berakhir sedih??" lanjutnya.
"oh itu~~ gue habis nonton drama sedih habis tuh saking kepikiran ya kebawa ke mimpi jadi ya makanya mata gue bisa sembap kayak gini" bohong riyana.
__ADS_1
"oh mimpi biasa toh?" jawab sheyla percaya saja sama perkataan sahabatnya.
"kan tadi gue udah bilang mimpi biasa" ucap riyana.
"ternyata lo itu orangnya gampang kebawa perasaan ya?" jawab sheyla.
"iya, namanya juga jomblo ya gitu! dikit-dikit kalo udah nonton drama sweet pasti bapernya udah naik level!" ucap riyana.
"oh ya! btw, lo udah baca belum cerita gue?" tanya sheyla tiba-tiba.
"belum baca selesai" jawab riyana.
"lah kok belum baca selesai sih? mereka yang lain aja udah baca selesai" tanya sheyla.
"gue sih pengennya gitu baca sampe selesai, tapi nih mata gue nggak mendukung. baru aja baca sampe setengah. gue udah nggak bisa menahanĀ ngantuk. pada akhirnya ketiduran" jawab riyana.
"nggak apa-apa, lo masih punya banyak waktu untuk bacanya" ucap sheyla.
"daripada gue yang baca? Kenapa lo nggak mau ngasih dulu spoilernya gimana?" usul Riyana.
"no spoiler! Riyana Juanda? lo baca aja sendiri" jawab sheyla.
__ADS_1
"ya~~ nggak asik lo" ucap riyana memanyunkan bibirnya.