
Roro pun masuk kedalam singgasana prabu boko bersama dengan adiknya Riri dan juga para dayangnya.
"Riri? kenapa kamu bisa ada disini?" tanya prabu boko.
"apa kamu sudah sehat?" lanjutnya.
"iya ayahanda, riri sudah sehat" jawab riri.
Rupanya riri meminta tolong kepada kakaknya, roro untuk mengizinkan dirinya masuk kedalam singgasana.
"ayahanda silahkan makan" Roro pun mempersilahkan prabu boko atas jamuan yang sudah dipersiapkannya bersama para dayang.
"Apakah ini adalah putri anda yang sudah saya celakai kemarin?" tanya bandung bondowoso yang daritadi memperhatikan Riri jinggrang.
"apa jadi orang yang udah celakain Riri jinggrang ada dibelakang gue seka~~~~
Riri pun membulatkan matanya setelah membalikkan badannya menatap sosok orang yang sudah mencelakainya. "apa-apaan ini? kenapa wajahnya bersinar sekali" Riri pun menghalangi cahaya yang ada didepannya supaya tidak masuk kedalam matanya.
"Hormat putri Riri jinggrang, perkenalkan saya adalah bandung bondowoso putra dari kerajaan pengging" jawab bondowoso.
"ganteng banget! padahal saat gue baca ceritanya gue malah ngebayangiin kalo wajah bandung bondowoso itu sangat menakutkan, ternyata bandung bondowoso yang dihadapan gue sekarang adalah good looking!" Riri pun sampai terpesona dengan ketampanan bondowoso.
"Riri!" panggil Roro sambil menyenggol lengan Riri.
__ADS_1
"Iya! ada apa kakanda?" jawab riri melepaskan tatapannya dari bondowoso.
"ada apa dengan kamu?" tanya Roro.
"tidak ada apa-apa" jawab Riri.
"prabu boko, siapa sosok gadis cantik yang ada dihadapan saya sekarang ini?" tanya bondowoso.
"apakah dia adalah putrimu juga?" lanjutnya.
"iya tentu saja. namanya adalah Roro Jonggrang" jawab prabu boko.
"apakah anda menyukai kakanda saya?" riri pun menyela ditengah-tengah pembicaraan mereka berdua.
"tentu saja saya menyukainya!" jawab bondowoso terus terang.
"kalau bandung bondowoso menyukainya kenapa tidak melamar kakanda sekarang?" tanya riri.
"sepertinya satu-satunya cara supaya gue bisa keluar dari sini adalah menyatukan mereka berdua" batin Riri.
"imbalan yang bagus!" jawab bondowoso.
"bagaimana prabu boko?" tanya bondowoso.
__ADS_1
prabu boko yang sudah tahu maksud Bandung bondowoso pun tertawa kecil. "kamu ingin menikah dengan putri saya?" tanya prabu boko.
"tentu saja! gadis secantik kenapa tidak saya nikahi" jawab bondowoso.
"baiklah saya akan memberikan imbalan ini kepada kamu" ucap prabu boko.
"Tidak~~!! ayahanda saya tidak mau!" sela roro.
"Kenapa Roro? apakah kamu tidak menyukai saya?" tanya bondowoso.
"iya, saya tidak menyukaimu!" roro pun menjawab pertanyaan bandung bondowoso dengan ketus.
"kakanda apa yang kakanda bicarakan? harusnya kakanda senang bisa menikahi bandung bondowoso, kalau mereka para gadis lain yang diluar sana pasti sudah merasa iri karena kakanda menikah dengan putera kerajaan yang tampan sekali" Riri pun membujuk roro.
"ayahanda! roro tidak mau menikah dengan dia!" jawab roro menunjuk ke arah bondowoso yang tersenyum kepadanya.
"prabu boko saya ingin segera mengadakan pernikahan dengan roro, jadi saya harap anda bisa mempersiapkan semuanya" ucap Bondowoso.
"kamu tenang saja! serahkan semua ini kepada saya" jawab prabu Boko.
"saya permisi dulu!" pamit Bondowoso.
Riri yang sudah melihat kepergian Bandung Bondowoso pun ikutan pami kepada prabu Boko. "ayahanda, Riri kembali ke kamar ya mau istirahat" pamit Riri.
__ADS_1
"iya, Riri!" jawab prabu Boko.
bukan ke kamarnya, Riri malah mengikut bandung bondowoso yang sedang menaiki kudanya. "jika gue diam-diam keluar pasti nggak ada tahu"