Rizal Rajendra

Rizal Rajendra
10. BERTEMU IBUNDA?!


__ADS_3

masih pada pov Rian


setelah ia berhasil masuk ia pun sampai lah di depan pintu utama mansion tersebut


' mommy, daddy, abang, dan adik adik ku yg aku sayangi maafkan aku aku baru bisa menemui kalian semua' ucap nya dalam hati seraya ia membuka pintu mobil nya dan ia pun mengeluarkan 4 papperbag yg berisi barang yg tentu saja barusan ia beli yaitu gamis warna pich warna kesukaan mommy, gamis berwarna biru langit kesukaan Tasya,kemeja warna hitam kesukaan Rizal , gamis untuk laki laki yg berwarna navy ia akan berikan kepada Iqbal dan jam tangan berwarna hitam untuk pemilik rumah ini ya itu Ahmad


dan ia pun mengeluarkan buah tangan untuk mereka dengan 1 paperbag lain nya jadi jumlah papperbag yg ia bawa yaitu 5 paperbag


ia pun memencet bel mansion tersebut setelah menunggu beberapa menit terbukalah pintu tersebut dengan seorang maid yg bernama ira dan bi ira pun bertanya


" tuan siapa yah? ada keperluan apa" bi Ira pun bertanya di karenakan Rian menggunakan masker padahal saat itu Rian ingin menangis karena ia melihat seorang bibi yg memang dulu paling ia sayang setelah keluarga nya di karenakan bi Ira sudah mengabdi setelah Rian berumur 4 tahun dan sudah 20 tahun ia mengabdi di mansion ini umur nya yg dulu masih 25 tahun pada saat ia mengabdi dan sekarang umurnya sudah 45 tahun


" bii " Rian pun meletakan paperbag nya ke di samping kaki nya dan memeluk Bi Ira dan ira pun terheran heran


" biii Ian kangen" ucap Rian yg menggunakan nama yg di istimewakan oleh bi Ira ia memanggil para majikan nya dengan memanggil nama yg menurutnya mudah di dengar dan di ingat oleh diri nya


Rizal: den Ijal


Rian: den Ian


Iqbal: den Ibam


dan Tasya: neng tia( mengambil dari kata "sintia")


Ira melepas pelukan itu ia pun bertanya


" benarkah ini den Ian?" tanya Ira


" iya bi" ucap Rian Rian pun melepas masker yg ia gunakan dan hal tersebut membuat Ira kaget dan


"ya Allah den bibik udh kangen sama aden" ucap Ira dengan kembali memeluk erat Rian


" iya Ian juga"ucap Rian


"ayo aden masuk"ucap Ira


"sebentar bik aku mau pake masker dulu biar surprise"ucap Rian seraya menggunakan masker dan mengangkat papper bag yg ia bawa tadi yg membuat Ira menjadi terkekeh geli


"biik ada siapa di luar?"tanya seorang wanita paruh baya yg tadi mendengar bunyi bel dri pintu utama mansion


"assalamualaikum"ucap Rian


pada saat wanita tersebut melihat Rian beliau merasa tidak asing dengan pemuda yg menghampirinya


"waalaikumsalam, kmu siapa nak?" tanya wanita tersebut yg ternyata dia adalah Citra


Rian langsung menyalami tangan Citra sebelum itu dia membuka maskernya dan memeluk Citra


walau hanya melihat sekilas naluri seorang ibu dengan anak nya terkadang batin mereka yg kuat membuat Citra menangis


dan ia pun melepas pelukan mereka


"nakk ini kamu?" tanya Citra memastikan


" iya mom ini Rian"ucap Rian dan langsung kembali di peluk oleh sang mommy


^aaaaa terharu umi tasy blum pernah di peluk ortu hehe^


"mommy kangen kamu nakkk" ucap Citra dengan menangis sesugukan karena telah bertemu dengan anak ke 2 nya


"knp kamu baru menemui mommy sekarangg" ucap Citra


"maafkan Rian mom Rian salah"ucap Rian dan hal tersebut membuat Citra kembali menangis sesuggukan

__ADS_1


"huhuhuhuhu" tangis seorang ibu yg sangat merindukan anak nya


tiba tibaa


"Rian?" ucap seorang laki laki dengan suara bass nya siap lagi kalau bukan Rizal


"abaaang"ucap Rian


dan Citra melepas pelukan mereka lalu Rian pun memeluk tubuh besar abang nya yaitu Rizal


"kamu jahat sama keluarga sendiri"ucap Rizal dengan menepuk nepuk punggung Rian hingga bersuara saking kerasnya ia menepuk pungung Rian


bug bug bug bug


'bukan suara orang bertengkar namun suara tepukan dari tangan Rizal ke punggung Rian ' hal tersebut membuat sang ibunda berbicara


"Rizal jangan gitu " ucap Citra


"kasian adik mu "lanjut Citra


dan akhirny mereka melepas pelukan tersebut dan Rizal terkekeh


"Rizal terlalu rindu dengan adik Rizal yg sangat nakal ini"ucap Rizal


"awas kau sampai hilang lagi"ucap Rizal


beberapa saat kemudian turun lah 2 gadis mereka berasal kamar Tasya


mereka adalah Vania dan Tasya dan Tasya melihat Rian datang langsung berlari dan memeluk Rian


"akhirny kakak datang aku pikir kakak datang nya besok" ucap Tasya


dan mereka yg berada di tempat itu pun terheran heran juga


"kemarin mom kami bertemu di caffe xxxxx semalam kami tidak sangaja bertabrakan aku pikir itu bang Rizal soal nya dari postur tubuh nya sama apa lagi wajah nya ,lalu aku bertanya 'ngapain bang Rizal kesini namun justru bang Rian bilang kalo sia bukan Rizal namun Rian lalu aku bertanya nama panjang nya dan nama nya sangat persis dengan nama yg mommy berikan kepada bang Rian waktu dia masih kecil"ucap Tasya yg panjang lebar lalu


"dan aku pun langsung memberikan alamat mansion kita ini, dan bang Rian bilang dia besok kesini cuman sekarang udh kesini aja hehehe" ucap Tasya


oh iya mom semalem juga itu lam..... prtttttt"ucapan Tasya pun terhenti di karenakan mulutnya di bekap oleh Vania


"emmm, emmm"racau Tasya


" hahaha, udah Van kasian Tasyanya gk bisa nafas"ucap Rizal


"huh huh huh, akhirnya bisa nafas aku seperti 1 hari tidak bernafas kakk" ucap Tasya seraya mengambil oksigen sebanyak banyak nya


"aneh aneh aja lagian sihh kamu " ucap Vania yg sudah kesal dengan Tasya


"hahaha" tawa Rizal dan Citra


" udahh kami tahu kok sebentar lagi Rian bakal menikah kan dengan kamu?" Tanya Citra


" i-iya tan-te"ucap Vania dengan terbata bata


"ma-aaf" ucap Vania dengan menundukan kepala nya lalu Citra pun menghampiri Vania dan Tasya


dan Citra mengangkat kepala Vania dan berkata


" gpp nak harus nya saya berterimakasih kepada mu karena tanpa diri mu mungkin saya saat ini masih harus mencari dimana keberadaan putra ku"ucap Citra dengan lemah lembut


tiba tibaa


" dan 1 lagi nak kami ingin kalian merayakan nya di sebuah gedung yg sudah kami persiapkan untuk seluruh anak kami yg ingin menikah"ucap seorang laki lakii dengan suara bariton nya siapa lagi jika bukan Ahmad

__ADS_1


Ahmad baru kembali setelah ada urusan mendadak dan saat ini sudah menunjukan pukul 11.00


"ta-tapi om s-saya kan h-hanya gadis miskin yg tidak memiliki orang tua hanya ijab qobul saja saya udh bahagia kok om, saya takut di katakan sebagai gadis yg menjual diri" ucap Vania dengan hati hati dan tertunduk dan tiba tiba


"tidak ada penolakan sayang kalau daddy Tasya berkata seperti itu berarti keputusan nya tidak bisa di ubah"ucap Citra yg masih di depan tubuh Vania yg bergetar


dan Vania pun memeluk tubuh Citra dan berkata


"maafkan Vania tan, Vania sudah masuk kedalam keluarga yg sangat kaya ini namun aku hanyalah gadis yatim piatu yg miski.." ucapan Vania terpotong karena telunjuk Tasya


"kak jangan bicara seperti itu"ucap Tasya


dan di sambung oleh Ahmad


" kami semua tidak ada yg pernah memandang kaya atau miskin calon menantu keluarga ini kami hanya memandang bagaimana dia tulus merawat, menjaga serta membahagiakan pasangan( anak anak dari keluarga ini )" ucap Ahmad


"jangan insecure kakak"ucap Tasya


"Van kamu harus tetap semangat jangan mau mundur aku yakin sekali bahwa bang Rian banyak gadis yg mengincarnya untuk di jadikan suami idaman mereka" ucap Iqbal yg membuat Rian tersipu


" bang Rizal maafin aku udh ngelang....."lagi lagi kali ini ucapan Rian yg terpotong oleh telunjuk Rizal


" gak papa abang ikhlas kok kamu duluan yg menikah asalkan kau harus setia pada nya , kalian selalu saling percaya dan jujur satu sama lain nya dan ingat menikah itu bukan suatu permainan melainkan suatu hal yg sakral"ucap Rizal panjang lebar agar mensehati Rian


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


hai hai haii umi Tasy disini lagi, haha maaf lebih suka di panggil dengan sebutan umi kebanding bunda, author, othor dan lain lain apa kabar semoga sehat selalu dan selalu bahagia jangan lupa senyum hehe

__ADS_1


__ADS_2