Rizal Rajendra

Rizal Rajendra
supermarket


__ADS_3

Kakak kenapa tersenyum seperti itu Masakannya enak tidak?" tanya Vania yang memang dirinya baru pertama kali belajar masak setelah 1 bulan pernikahannya


" Enak kok Aku bahkan suka nanti kamu lain kali masakin untuk aku lagi ya Aku akan menyukainya apapun yang kau masak asalkan kau jangan mau masak untukku batu dan kayu" kata-kata Rian membuat Vania seketika terkekeh karena kata-kata yang sangat tidak masuk akal tersebut


" Oke Kak,..... Ya kali aku masakin Kakak batu dengan kayu nanti nggak bisa dikunyah dong" Celetuk Vania dengan pura-pura ngambek cemberut lalu mereka berdua pun tertawa


" aku akan selalu menghargai langkahmu aku tidak akan meninggalkanmu Kau adalah seorang wanita yang akan menjadi istri pertama dan terakhirku kau selalu mencoba untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya aku sangat sangat menghormatimu" batin Rian dengan wajah yang masih tersenyum pasca tertawa


" Oh ya Kak aku ini nanti sore kita belanja bulanan ya karena sudah habis"ucap Vania dengan sedikit malu


" Iya nanti kita akan ke supermarket untuk membeli barang bulanan, parfumku juga sudah habis hehehe" kekeh Rian


setelah Ryan membersihkan badannya di kamar mandi tepat di bengkel tersebut


akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke supermarket bertujuan untuk membeli barang-barang kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh mereka berdua


pada saat mereka berjalan memang supermarket tersebut tidak terlalu jauh dari bengkel milik Rian namun menurut Vania lebih menyenangkan jika dirinya datang ke supermarket bersama dengan suami tercintanya


mereka memutuskan untuk berjalan bersama selain menghemat ongkos Mereka pun lebih leluasa untuk berbincang-bincang


hingga akhirnya mereka pun sampai di supermarket yang mereka ingin tujui dengan wajah yang berminat Mereka pun masuk ke dalam supermarket tersebut


" kakak ingin membeli apa?" tanya Vania kepada Rian yang sedang membantu Vania untuk memilih bahan makanan


" aku sedang ingin kau memaksakanku sayur bayam untuk esok hari" ucap Rian kepada Vania dengan suara yang lembut


" siap kak, Aku akan belajar memasak sayur bayam ucapannya dengan tersenyum manis membuat Rian tersenyum pula


Namun pada saat Rian tersenyum beberapa orang disana teriak karena wajah nya Rian yang sama persis dengan wajah Rizal saat tersenyum


Hal tersebut membuat wjah Vania seketika cemberut karena pujian dari beberapa orang disana


"besok sayur bayarnya akan aku bantu ya untuk memasaknya Apakah kamu tidak keberatan sayang?" ucap yang menggoda Vania tidak terlalu tegang dan kesal kepada beberapa pengunjung yang bertanya pada saat dirinya tersenyum


Lalu seketika wajah Vania kembali tersenyum ceria


" iya sayanh aku pun biar nanti masakan nya lebih enak pada saat di makan "ucap Vania dengan nada menyindir orang yang herteriak saat melihat Rian


Lalu mereka yang melihat pun langsung bergegas menghindari mereka berdua yang berada di sana


Rian dan Vania pun memilih makanan terlebih dulu seperti snack jika soal sayuran mereka akan memilih nya terakhir agar sayuran tetap terasa dingin


setelah memilih snack mereka berjalan menuju bagian sabun, pasta gigi, sampo yang mereka ambil sesuai kebutuhan

__ADS_1


Lalu mengambil beberapa liter minyak , lalu garam, telur, gula dll


Hingga akhirnya membutuhkan waktu 1 jam lamanya mereka pun selesai dengan Rian yang tertunduk lesu karena lelah belum beristirahat semenjak tadi


" kakak kenapa?" tanya Vania


" kakak hanya lelah saja " ucap Rian dengan lembut posisi saat ini mereka sedang di dekat kasir dan berniat untuk segera membayar semua barabg yang mereka beli


"Oh iya kak " ucap Vania


" iya kenapa?" Tanya Rian


" aku mau beli eskrim" ucap Vania dengan antusias


"Ambil aja yah kakak tunggu sini" ucapan Rian yang di angguki oleh Vania


Lalu Vania pun mengambil eskrim kesukaan nya saking menyukainya dirinya membeli 5 eskrim sekaligus


tiba tiba


Bruk


" aduhh" keluh Vania saat tubuh nya mental, dirinya pun seketika mencari 5 eskrim yang tadi ia beli


"klo jalan matanya jangan merem kakinya juga jangan jail"cerocos Vania yang kesal kepada laki laki yang menabrak nya hanya diam sjaa


"Awas aja kalau ketemu lagi akan ku pukul dia" gerutu Vania kesal kepada laki laki yang menabraknya beberapa menit lalu


"Kau kenapa?" Tanya Rian heran pasalnya wajah Vania terlihat di tekuk , padahal Vania tadi terlihat baik baik saja bahkan senang dapat membeli eskrim kesukaan nya


"Tidak apa apa" ucap Vania dengan wajah yang masih kesal seraya meletakan eskrim yang ia beli tadi ke dalam troli


...****************...


Vania dan Rian sedang berada di rumah mereka berdua lalu mereka pun membereskan serta menata dengan rapi apa yang sudah mereka beli


"kak"panggil Vania kepada kepada Rian lalu Rian pun menaikkan nya sebelah tanda bertanya


"iya knp?" tanha Rian


"maafkan aku" " ucapan Vania dengan lirih membuar Rian seketika mendekati nya lalu bertanya


"memang nya kau salah apa meminta maaf kepada ku?"tanya Rian pasalnya dirinya mereka Vania tidak.memiliki kesalahan apapun

__ADS_1


"aku telah mengabaikan kakak" ucap Vania dengan wajah bersedih


"kapan kau mengabaikan ku hmm?"tanya Rian


" tadi pada saat di supermarket" ucapannya dengan lirik yang membuat hati Rian termenguh


" tidak apa-apa Apakah sekarang kau ingin bercerita kepadaku?" tanya Rian dengan suara yang lemah lembut


" Iya Kak Aku akan menceritakannya semuanya tanpa ada yang tertinggal" ucap Vania kepada Rian lalu Rian pun udah siap untuk mendengarkan keluh kesah Vania


" Jadi pertama ini waktu aku sedang memilih es krim tidak sengaja menabrak seorang laki-laki sedangkan dirinya yang menabrakku dengan melihat diriku namun dia tidak meminta maaf kepadaku dia hanya pergi begitu saja" cerita Vania dengan lengkap


"hanya seperti itu?" tanya Rian dengan wajah yang tak hilang senyum dari wajah nya


"iya kak tapi maafkan aku aku telah mengabaikan kakak semoga kakak mau maafkan aku yah"ucap Vania dengan mata yang berbinar lucu demi di turuti permintaan nya kepada Rian


akhirnya Rian pun menganggukan kepalanya tanda dirinya memaafkan kesalahan Vania yang telah mengabaikan dirinya walau hanya kesalahan kecil sekalipun


Namun jika kesalahan tersebut merugikan dirinya akan menegaskan Vania dengan cara yang baik tanpa adanya bentakan ataupun kekerasan dirinya akan berbicara lemah lembut agar Vania tidak salah faham


dirinya pun telah di ajarkan untuk menjadi laki laki yang lembut di hadapan istri nya jangan sampai membentak atau sampai menggunakan kekerasan kepda wanita


Karena jika sampai menggunakan kekerasan sama saja dirinya melakukan kekerasan tersebut kepada ibu dan adik nya


Dan dia pula tak ingin mengajarkan kepada anak laki laki nya untuk berbuat kasar kepada seorang perempuan yang menjadi istrinya


.


.


.


.


.


.


.


Haloo semua besok tanggal 2 januari cepet banget yah


Besok juga aku sekolah hadehh semoga author bisa bagi waktu biar bisa bagi waktu dan bisa update terus

__ADS_1


jangsnlupa like komen and follow


__ADS_2