
Masih pada pov orang yang berada di rumah keluarga Rajendra
Yang tak lain adalah Iqbal, Arthur, dan Prito
Saat ini mereka sedang di sibukan untuk membuat sebuah miniatur yang membuat mereka kesal karena miniatur tersebut tidak selesai selesai
Hingga akhirnya mommy pun datang menghampiri dan bertanya
"kalian kenapa?, mengapa wajah kalian murung speerti itu?"tanya mommy Citra dengan wajah keheranan"ini mom kita sedang membuat miniatur namun sejak 2 jam yang lalu tidak selesai selesai"ujar Prito dengan sedikit kesal juga
"memang miniatur apa yang kalian buat?"tanya mommy Citra dengan lembut
"taman kecil mom, di sana akan ada kursi, lampu jalan dan rerumputan atau pun pohon bahkan bunga sekali pun"ucap Arthur
"bukan kah miniatur seperti daddy kalian sangat pandai membuat nya?"tanya mommy dengan heran
yang membuat mereka semua menepuk dahi mereka sendiri kenapa tidak meminta pada daddy
"nak kah makanya kalian ke kantor daddy kalian aja minta bantuan nya ,minta ajarin"ucap mommy dengan lembut
"okey mom aku juga mau liat kan sekarang sekertarisnya kak Azizah siapa yg bakal jadi sekertaris sementara Daddy" ucap Prito dengan ceria
"ya sudah sana gih beresin dulu nanti baru kalian berangkat"ucap mommy Citra dengan lembut
__ADS_1
"okey"akhirnya mereka pun membereskan tugas mereka setelah di masukan ke dalam totebag mereka pun memutuskan untuk berpamitan
"assalamualaikum"ucap mereka saat sudah selesai membereskan semua dan berpamitan kepada mommy Citra
"waalikumsalam hati hati yahh"ucap nya dengan lemah lembut
mereka menganggap bahwa mommy Citra adalah seorang ibu yang sangat baik terhadap putra maupun putrinya dalam hal apapun dia selalu mendukung putra maupun putri nya
Dan untuk daddyAhmad mereka menganggap daddy Ahmad adalah sesosok ayah yang perhatian dan humoris walaupun terlihat dari luaran sana daddy Ahmad adalah sosok yang tegas, cuek dan dingin
...****************...
Tak terasa akhirnya mereka pun sampai di kantor keluarga Rajendra yang bernama PT Ranjendra Grup
Karena hal yg mendesak saja daddy ahmad mau datang ke kantor pusat, sisa nya dia hanya akan berada di kantor cababg ataupun pabrik yg berada di plosok daerah
Tak lama dari itu mereka pun akhirnya sampai di lntai paling tinggi yaitu lantai 50
ting , mereka pun keluar dari lift dan berjalan menuju ruang daddy yang ternyata ruangan tersebut di buat khusus untuk nya tidak ada yang bisa menggunakan ruangan itu bahkan termasuk anak sulung nya ,namun anak sulung nya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena menurutnya tidak penting yg terpenting adalah dia bisa menjalankan tugas yang di berikan langsung oleh ayahnya ataupun melalui menejer Aldi
lanjut, dan setelah sampai di deoan namun pintu kaca yang hanya bisa terlihat dari dalam keluar tidak bisa melihat dari luar kedalam
"masuk"ucap orang yang berada di dalam yang ternyata sudah menyadari kehadiran mereka ber3
__ADS_1
"ada apa?"tanya daddy Ahmad dengan tegas
"bantu kami daddy untuk membuat miniatur"ucap Prito
"daddy sibuk"ujar Daddy Ahmad dengan mlas
" iii daddy bantu kita plisss ucap Arthur dengan wajah memohon
.
.
.
.
.
.
.
Hahi semua apa kabar nii semoga baik baik aja *kalau ada penulisan yg salah mohon di beritahu yah terimakasi
__ADS_1