Rizal Rajendra

Rizal Rajendra
romantisny mommy daddy


__ADS_3

" Udah malam tidur yuk" ucapan Rian diangguki oleh Vania tanda dirinya setuju apa yang dikatakan oleh Rian lalu mereka pun beranjak dari sofa menuju ke ranjang


" jangan kau berfikir yang tidak-tidak sebaiknya kita tidur"ucap Rian Seraya menarik selimut lalu dirinya pun menyelimuti tubuh Vania hingga batas dadanya


lalu Rian langsung membentuk tubuh Vania dan mulai memejamkan matanya sedangkan Vania masih terjaga dari tidurnya dia hanya menatap langit-langit tanpa berkata hingga beberapa saat kemudian dirinya pun menutup matanya dan diketahui bahwa dirinya sudah mengantuk


...****************...


kepada mommy dan daddy


Pov mommy


pada saat aku mendengar bahwa menantuku mengalami musibah yaitu tenggelam di kolam dengan kedalaman 1,5 m dikarenakan kakinya yang mengalami kram


Saat ini aku pun segera mungkin untuk datang ke rumah sakit hingga pada saat sampai di depan ruangan rumah sakit aku pun mendengar bahwa menantuku mengalami keguguran


hal tersebut membuatku termenung aku pun berpikir dan mulai menyalahkan diriku sendiri Mengapa waktu itu aku tidak melarang mereka saja Mengapa aku justru mendukung mereka untuk berenang aku merasa kecewa pada diriku sendiri karena telah membuat cucuku sendiri tidak bisa melihat dunia


pada saat aku melihat Rizal dengan wajah yang Terpukul aku pun bersedih


saat ini aku dan suami berada di rumah aku berada di kamar Sedangkan suamiku berada di ruang tamu aku terus-menerus melihat ke arah TV yang saat ini aku sedang duduk di ranjang dan melihat TV yang berada di depan ranjang dengan tatapan kosong


TV itu tidak menyala namun aku melihatnya dengan harapan kosong aku seperti orang yang tidak punya tujuan hidup


hingga beberapa menit kemudian datanglah suamiku yaitu Ahmad saat ini aku dapat merasakan dirinya sedang naik ke atas ranjang namun aku tidak menggubrisnya sama sekali aku hanya diam termenung


" Kau kenapa hmm?"tanya Ahmad dengan lemah lembutnya


"Maafin Mommy dad" Hanya itu yang diucap olehku sudah hampir tiga kali aku mengulanginya tanpa surat ku tahu bahwa kejadian tadi atas kesalahan diriku


" Mami kamu sudah salah apa memangnya tanya Ahmad kepadaku dengan lemah lembut

__ADS_1


hal tersebut membuat diriku menangis


" maafin Mommy Dad Mommy salah Mommy gak sengaja" ucapan itu membuat wajah Ahmad yang tadinya penasaran menjadi bersedih


" Memangnya kamu salah apa dan apa yang tidak kamu sengaja atas kesalahanmu "pertanyaan Ahmad yang beruntun membuat aku hanya diam


" Coba kau cerita apa yang kamu lakukan dan membuatmu menjadi Terpukul seperti ini" tanya Ahmad sekali lagi lalu akhirnya aku pun berkata


" tadi pagi pada saat sebelum kejadian aku datang ke ruangan Rizal saat itu Azizah sedang bersimpuh dan meminta untuk berenang bersama Aldi namun Rizal tidak menyetujuinya dirinya lebih memilih bahwa Azizah berenang bersama Rizal hingga akhirnya Azizah pun menyetujuinya dan berenang namun pada saat 1 jam sesudah mereka sampai dan mereka pun berenang namun pada saat kejadian tersebut akhirnya Azizah pun tenggelam di kolam renang itu" ucap mommy dengan suara yang terbata-bata


Ahmad di situ hanya diam saja diriku untuk melanjutkan kata-kata


" ini kesalahanku Jika aku tidak mengizinkan mereka serta melarang mereka kemungkinan hal itu tidak akan terjadi" imbuh ku lalu akhirnya Ahmad pun tersenyum kepadaku


" itu bukan kesalahanmu itu sudah menjadi takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala atau mungkin memang mereka masih belum ditakdirkan untuk memiliki anak lebih cepat karena mereka pun baru beberapa minggu menikah" ucapan Ahmad membuat hatiku termenung


" kita tidak bisa melawan takdir umur seseorang ketika memang sudah takdirnya bayi itu hingga hanya di rahim Azizah mungkin itu memang sudah Allah Tentukan jangan kau menyalahkan dirimu sendiri karena itu sudah menjadi takdir Allah jangan pernah berpikir negatif kau harus kuat Jangan kau menangis apalagi di hadapan menantumu nanti menantumu akan menangis pula karena kau menjadi pemicunya menangis" ucapan Ahmad yang lemah lembut membuat diriku seketika berhenti menangis akhirnya aku pun tersenyum manis


" aku akan selalu mendukungmu Memangnya kapan aku tidak mendukungmu atau bahkan membuatmu merasa tidak nyaman bersamakum?" pertanyaan Ahmad membuatku tersipu malu


kita ini sudah berumur namun Ahmad seringkali mengeluarkan kata-kata gombalan untuk diriku yang seringkali membuatku tersipu malu


" Kenapa kau ini suka sekali bergombal ingat umur kita sudah tua" ucapku dengan pipi yang memerah menahan malu


" Umur boleh tua jiwa masih muda boleh kali" ucapan Ahmad membuatku hampir saja memukul kepalanya jika Ahmad tidak menangkisnya kemungkinan pukulan ini sudah mendarat manis di pipinya


" eit nggak kena" ledekan Ahmad membuatku ingin sekali menjambak rambutnya namun apa boleh buat aku tidak mau menjadi seorang istri yang durhaka aku hanya geram sekali kepadanya


" ih Jail banget sih ucapku lalu seketika Ahmad pun berlari keluar dari kamar aku pun mengejar hingga akhirnya di ruang tamu tiba-tiba dirinya berhenti dan


Brukk

__ADS_1


"aduh sakit" ucapku pada saat menabrak punggung Ahmad yang besar, Seraya memegang kepalaku yang sedikit sakit karena benturan yang sangat kuat


" Lagian jahil sih kebentur kan hadehhh" ucap Ahmad dengan menggelengkan kepalanya


Akupun memukul punggungnya hjngga mengeluarkan bunyi


Bug


" Mengapa kamu tidak mengatakan jika kau sudah berhenti dan kau tiba-tiba saja berhenti begitu saja" tanya aku dengan wajah yang sedikit kesal kepada suamiku yang satu ini


Eh tapi suamiku hanya satu-satunya ya Walaupun memang dirinya suka sekali meledekku bahkan menjahili ku aku tetap mencintainya sepenuh hatiku Aku tidak ada berniat untuk berpaling darinya tiada laki-laki yang paling baik seumur hidupku


Dia adalah seorang laki-laki yang memang sebenarnya tegas dilihat oleh orang lain namun jika di depan anak-anaknya dirinya terkadang terlihat tegas pada saat memang serius dan akan terlihat melakukan lelucon


jika situasi sedang membaik tanpa ada kesalahan sedikitpun tanpa ada masalah sedikitpun


jika depan orang yang tidak dirinya kenal dirinya akan memasang wajah yang datar tanpa ada satu orang pun yang mau mengajaknya berbicara karena melihat wajahnya yang terlebih dahulu dengan wajah yang datar seperti itu


aku pun tahu pada saat aku bertemu dengan dirinya pertama kali wajahnya sangat datar dengan celetuk aku berkata


" Aku tidak ingin menikahi laki-laki yang seperti ini wajahnya sangat datar tidak ada wajah ramah-ramah satu kali pun wajahnya dingin seperti itu cuek" namun perkataan yang sudah aku ucapkan Justru malah aku telan sendiri


karena saat ini dialah seorang laki-laki yang sangat aku cintai setiap hari


dirinya tidak pernah mengeluh dengan keluh kesahku yang terkadang marah kepada dirinya dirinya tetap tersenyum lemah lembut kepadaku


...****************...


Hello semua Assalamualaikum apa kabar nih hehehe semoga panjang umur sehat selalu


yang ada mah Umur makin pendek ya bukan makin panjang

__ADS_1


jangan lupa like comment share giftnya dan vote nya jangan lupa ya


__ADS_2