
"maaf kan aku yg selalu merepotkan muu" ucap Vania
" kali ini aku ingin bertanya apakah kmu percaya bahwa ada yg menyayangi kamu dan pasti orang itu tulus bukan karena dari tampang nya tpi dari caranya dia menyayangi mu dia akan menyayangimu dengan caranya sendiri"ucap Tasya namun terhenti di karenakan ia harus menarik nafas
" hahhhh, contoh nya aku aku akan selalu ada di dekat kmu saat kamu sedang senang maupun kesusahan aku menyayangimu dengan cara ku sendiri contoh nya aku akan membantu segala hal yg kau butuhkan ingat kau harus meihat dari ketulusan nya bukan dari tampang nya oke tapi dari hati nya yg terdalam?"ucap Tasya dengan Tegas
"kamu jika ingin membatalkan nya silah kan tidak apa apa" ucap Tasya
"t-tpi ini wasiat bapak kepada saya "ucap Vania dengan terbata bata
flasback on
"nduk abah boleh minta kepada kamu tidak? Tanya sang abah yg bernama Ragil
"boleh bah tapi apa?" ucap Vania dengan antusias
"nanti di umur mu 19/20 tahun abah mau kamu nanti menikah ya dengan anak pak Riko"ujar Ragil
" loh bukan nya om Riko tidak memiliki anak yah bah?"tanya Vania
"punya nduk tapi anak angkat"ucap Ragil dan Vania menganggukan kepala ny mengerti
"tpi kmu mau kan nduk?" tanya Ragil
"selagi bertanggung jawab Vania siap bah"ucap Vania dengan tegas
"terimakasih yh"ucap Ragil
"nggeh bah"ucap Vania
flasback off
"inget yah jika dia tidak betanggung jawab ,aku akan mengambil mu kembali"ucap Tasya dengan tegas
"knp aku menyayangi mu? karena aku merasa aku melihat aura baik di dalam diri mu dan aku sudah menganggap mu kakak ku sendiri"ucap Tasya
"knp ku menganggap ku kakak yg seharusnya kakak itu menjaga adik ny bukan sebaliknya" ucap Vania
"emamng nya adik kakak harus kk nya yg menjaga adik nya bukan kah itu memang kewajiban antara kk dan adik yah? kan nama nya juga adik kk harus saling melindungi gk harus kk nya yg melindungi adik nya namun adik juga hrus menjaga kk nya jika kk nya membutuhkan bantuan nya"ucap Tasya dengan lemah lembut
"t-tapi...."ujar Vania namun terpotong karena
drtt drrttt drttt
ada notifikasi telfon dari ponsel Tasya dan Tasya pun mengangkatnya dn
"hallo bang, assalamu alaikum" ucap Tasya
"waalaikum sallam dek kmu kapan pulang?"tanya seseorang dari sebrang sana
" iya bang Iqbal malam ini aku gk pulang ya aku boleh minta ke abang gk tolong minta izin sama mommy klo hari ini aku nginep di rumah teman ku " ucap Tasya yg memohon
"abang sih bolehin emng kmu bawa baju ganti gk?" tanya seseorang tersebut yg ternyata dia adalah Iqbal
"bawa bang aku selalu bawa baju ganti klo kemana pun ,klo bawa ransel si" ucap Tasya diakhiri dengan kekehan
"ya udh nih kmu izin sendiri soal nya ini udh jam 4 dan mommy dari tadi nungguin kmu"ucap Iqbal seraya memberikan ponsel milik nya kepada sang mommy
"hallo sayang"suara kali ini lebih lembut dan penuh ke khawatiran
"hallo mom ,maaf yah mom hari ini aku belum bisa pulang soalmau nemenin teman aku kasihan dia di rumah nya sendirian"ucap Tasya yg saat itu memang Vania sedang berada di kamarnya untuk mandi
"iya nak, semoga kamu bisa jadi teman yg baik bagi nya y jangan sia sia kan teman yg setia"ucap Sang mommy dia adalah Citra dengan suara nya yg lemah lembut
" iya mommy aku tutup dulu yah aku ingin mandi"ucap Tasya
__ADS_1
"iya sayang y sudah assalamu alaikum" ucap Sang mommy
" Waalaikumsalam" ucap Tasya
setelah menelfon Tasya pun ke kamar mandi namun sebelum itu ia mengcharger ponsel ny terlebih dahulu dan baru mengambil pakaian nya dan langsung berjalan ke arah kamar mandi yg berada di luar kamar
bebrapa saat kemudian
ceklek
keluar lah Tasya dari kamar mandi dengan pakaian nya yg lengkap ya itu kaus lengan panjang dengan hijab dan rok yg panjang semata kaki
dan saat itu pula Vania sedang ingin memasak
" mau masak apa kak? " tanya Tasya dan hal tersebut membuat Vania langsung menengok ke arah Tasya
" ohhh ini aku mau masak opor ayam" ucap Vania
"ohhh gitu aku bantu ya kkk" ucap Tasya
"ehh gk usah kmu duduk aja" ucap Vania
"eh karena kk ingin ke caffe hari ini jadi aku yg masak nanti yg ada mau ketemu calon suami masa badan nya bau "ucap Tasya dengan menggoda Vania
"iii jangan lah gpp kok" ucap Vania
" nih aku kan sering makan masakan kk nah sekarang kk yg cobain masakan aku enak looh" ucap Tasya
"y udh deh"ucap Vania
pov Tasya off
...****************...
pov Rian on
"nak, maafin bunda yahh bunda gk memberi tahu ibu kandung mu soal pernikahan ini"ucap Melani yg saat itu kenjadi ibu angkat nya
"ah, bunda apa apaan sih gpp kok nanti jika pada saat pernikahan itu terjadi lalu ada ibuku aku akan memperkenalkan diri nya dengan bunda" ucap Rian dengan lemah lembut
" bunda aku ingin nanti pada saat aku bertemu ibu ku aku ingin menyambutkan beliau bun boleh tidak?" tanya Rian
" iya nak "ucap Melani
...****************...
saat ini sudah pukul 18.30
itu artinya setengah jam lagi acara tersebut
pov Tasya dan Vania
"kak ayo berangkat"ucap Tasya dengan antusias
"kamu kenapa semangat sekali " ucap Vania yg saat ini sedang tidak bersemangat
"hehe gpp kli bersemngat mah"ucap Tasya
dan mereka pun berangkat menggunakan motor tdi milik Tasya
setelah beberapa saat kemudian sampailah mereka pada tempat yg mereka tujui
pada saat mereka sedang mencari tempat untuk bertemu dengan calon Vania mereka pun bertanya kepada pelayan
"mbak saya mau tanya Ruangan ke 5 dimna yh?"Tanya Tasys
__ADS_1
"ohh ada di 5 pintu dari arah sini nih lihat ini kita di ruang ke 1 jadi bisa dihitung itu 2 sebelah sana 3 dan di situ 4 dan sebelah 4 itu ada pintu nomor 5" ucap pelayan itu dengan panjang lebar dan senyum manis
" oh terimakasih kak" ucap Vania
setelah mereka sampai di depan pintu tiba tiba Tasya berbicara
"kak aku ke toilet dulu yah kk masuk aja dulu nanti aku kembali kok" ucap Tasya
"iya dek"ucap Vania
pov Tasya on
setelah Tasya Keluar toilet tiba tibaa
buuukk
"aduuhh sakit" ucap Tasya yg tidak sengaja menabrak tubuh besar seorang laki laki
"maaf dek" ucap laki laki tersebut dengan menatap Tasya
"gpp kok kak.."ucap Tasya namun pada saat melihat wajah laki laki tersebut ia pun terperanjat kaget
"bang Rizal , bang Rizal ngapain disini?"ujar Tasya
"maaf dek nama saya bukan Rizal tapi saya Rian"ucap lali laki tersebut dengan menyebutkan namanya
"Rian?, nama panjang nya siapa?" Tanya Tasya yg mendengar nama tersebyt sangat lah tidak.asing
" Muhammad Rian Putra R, eh R nya apa yah bentar dulu" ucap laki laki tersebut lalu ia melihat ponsel nya dan mengotak atik ponsel nya dengan cepat kilat
"oh iya R nya Rajendra"ucap laki laki tersebut setelah ia membuka ponsel nya
hal tersebut membuat Tasya langsung memelik laki laki tersebut dan berkata
"abanggg"ucap Tasya
dan hal tersebut membuat laki laki itu yg bernama Rian terheran heran
"emng nya kmu siapa?"tanya Rian
"aku bang akuu aku Tasya Adik kandung mu" ujar Tasya dengan menangis tersedu sedu
"kamu benar adik ku?" Tanya Rian dengan melepas pelukan nya dengan Tasya
"iya bangg aku Natasyaa , bangg pulang yahh mommy, daddy selalu mencari mu dan juga bang Rizal" ucap Tasya
hal tersebut membuat Rian mengkupkan wajah Tasya dengan kedua tangan nya yg besar
"maaf kan abang yah, abang dulu gk tau jalan pulang makanya abang ikut dengan bunda dan papah abang"ucap Rian dengan mata yg sudah berkaca kaca
"gk papa bang yg penting abang sekarang pulang yuk" ajak Tasya dan hal tersebut membuat Rian menggelengkan kepala nya
"knp bang?" Tanya Tasya
"gpp abang bakàl kerumah 2 hari lagi tpi abang boleh minta alamat rumah gk?" Tanya Rian
"iya, nih bang "ucap Tasya dengan mengeluarkan sesuatu yg berada di dalam tas nya
"iya makasih dek" ucap Rian
"y udh abang pergi dulu yah"ucap Rian seraya mengecup kening Tasya dengan lembut
"iya bang"ucap Tasya
"assalamualaikum" ucap Rian
__ADS_1
" waalaikumsalam"ucap Tasya
haiii semuaanya makasih bagi yg mau baca yahh semoga kalian selalu sehat dan di mudahkan segala urusan nya Aamiin YaAllah