Rizal Rajendra

Rizal Rajendra
berkunjung


__ADS_3

" katakan kepada daddy Apa yang membuatmu bersedih seperti ini?" akhirnya mau tak mau Haikal pun mengatakan


" aku tadi melihat temanku dirinya terlihat seperti orang yang sangat kelaparan aku pun ingin sekali berbincang dalam waktu yang lama Namun karena daddy ingin cepat-cepat pulang aku pun akhirnya ikut pulang"ucapan Haikal membuat Iqbal tersentak


" siapa nama temanmu itu nak?" tanya Iqbal


" nama temanku adalah Ammar dia yang menemaniku dan Aisyah sebelum daddy mengangkat kita menjadi anak daddy"ucapan Haukal yang dibalas oh ria oleh Iqbal sebelum dirinya kembali berkata


" nanti kita kapan-kapan ketemu Ammar lagi ya jangan sedih jika kita sudah bertemu dengan Ammar,Apakah kamu mau jika Ammar masuk ke dalam panti asuhan?" tanya Iqbal


Lalu Haikal pun menganggukan kepalanya


"daddy aku setuju daddy siapa tahu nanti pada saat aku ingin bertemu dengan dirinya aku tidak perlu mencari-carinya lagi aku hanya perlu pergi ke panti asuhan untuk bertemu dengan dirinya" ucapan Haikal membuat Iqbal tersenyum lalu dirinya pun mengusap kepala Haikal dengan lembut


" nanti jika sudah besar sedikit lagi kita akan membawanya ke sini menunggu jadi temanmu dan menjadi teman Aisyah Siapa tahu dia bisa membantumu dalam dalam hal akademik maupun akademik dan siapa tahu kamu juga bisa membantunya agar bisa lulus bersama dengan kamu" Iqbal pun membuat Haikal menjadi antusias


lalu Iqbal pun mulai bertanya


" Apakah Ammar masih memiliki orang tua?" pertanyaan itu membuat Haikal mulai bersedih kali ini dirinya bukan karena tidak mau namun dirinya merasa takut ketika merepotkan daddynya


" Hei kamu kenapa bersedih Bukankah Aku hanya bertanya bertanya apakah benar Ammar masih memiliki orang tua atau dirinya sudah menjadi yatim piatu?" lalu mau tak mau Akhirnya Haikal pun jujur apa yang terjadi


" Iya Ammar masih memiliki orang tua ibu dan bapaknya namun mereka hanya menjadi pemulung jadi kami juga masih termasuk salah satunya yaitu menjadi pemulung" ucapan Haikal membuat Iqbal menangis


" Aku hanya takut Jika aku berkata jujur kepada daddy dan daddy merasa keberatan makanya aku sedikit ragu untuk menjawab nya" ucapan Haikalmembuat Iqbal pun tersenyum manis


" bukankah selama iji keluarga Ammarlah yang memantumu?" tanya Iqbal


Lalu Haikalpun menganggukinya


"maka dari itu kita harus membalas semua jasa jasa mereka kepada kalian berdua jadi berbaik kepada mereka karena mereka telah membantu dalam kesulitan kamu jangan hanya senang pada saat mereka membantu kamu namun kamu juga harus senang Jika kamu bisa membantu mereka Maka besok kita akan mencari rumah Ammar ya" ucapan Iqbal membuat wajah Haikal menjadi sumringah tanda dirinya setuju dan bahagia

__ADS_1


dirinya sangat merindukan sosok Ammar yang menjadi temannya pada saat dirinya belum menjadi anak angkat dari Iqbal


dirinya sangat antusias jika diajak untuk bertemu kembali dengan sahabatnya itu karena hanya Ammarlah yang mau menerimanya


...****************...


pagi ini Haikal sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan sahabatnya itu hari ini adalah hari Minggu beruntung dirinya sedang libur ya memang Minggu adalah waktu untuk weekend


maka dari itu sedari pagi Haikal sudah mempersiapkan segalanya serta dirinya akan meminta kepada Iqbal selaku sang ayah untuk membelikan sesuatu pada saat di perjalanan


saat ini mereka pun sedang berada di perjalanan sedangkan Aisyah dirinya tidak ingin ikut karena dirinya ingin bermain dengan sang nenek yang menginginkan jika hari Minggu bermain bersama nenek


maka dari itu Aisyah pun menyetujuinya jika hari Minggu dirinya bermain bersama nenek entah bermain apapun terkadang contohnya pergi ke mall untuk sekedar bermain game bahkan terkadang mereka jalan-jalan entah itu mau beli makan jajanan yang mereka inginkan


sedangkan Haikal saat ini sedang menuju ke rumah Ammar sahabatnya yang rumahnya tidak jauh dari kolong jembatan kemarin


pada saat sampai di rumah Ammar sahabatnya Iqbal pun terkejut dirinya pikir rumah Amar berada di bawah kolong jembatan ternyata ini lebih baik daripada di kolong jembatan walaupun keadaan daerah rumah tersebut kotor dan berantakan


pada saat sampai di depan rumah sahabat Haikal Mereka pun mulai menyapa dengan salam


tak lama pintu yang berada di rumah itu pun terbuka dengan perlahan dan terlihat ada laki-laki paruh baya yang keluar dari rumah tersebut dirinya pun terkejut pada saat melihat Haikal pun lari menghampiri laki-laki tersebut dan memeluk tubuh laki-laki itu


" Ayah apa kabar?" pertanyaan Haikal membuat Iqbal pun terkejut


" ayah baik-baik saja kamu apa kabar Mengapa kamu menghilang begitu saja?" pertanyaan laki-laki tersebut membuat Haikal senyum manis


" aku baik-baik aja Nak ucap laki-laki tersebut Lalu pada saat dirinya Melihat Iqbal dirinya langsung menundukkan kembali kepalanya


" Terima kasih telah datang ke gubuk kami tuan ada gerangan apa Tuan datang kemari?" tanya laki-laki tersebut Lalu Iqbal pun tersenyum


" Pak jangan terlalu formal kepada aku kita ini sama saja derajatnya sama-sama manusia Jadi Bapak jangan terlalu formal kepada saya santai saja" ucapan Iqbal membuat laki-laki tersebut akhirnya tersenyum lebar

__ADS_1


" eh Iya maksud saya nak ucapan itu membuat hati Iqbal menjadi menghangat


" Silakan masuk Nak Maaf ya rumah kami sempit pacaran tersebut dielakan oleh Iqbal


" selagi bisa untuk ditinggalkan untuk apa dibilang sempit ataupun seperti apa selagi itu masih bisa digunakan" ucap Iqbal dengan ramah


" ini minumannya "ada seseorang perempuan paruh baya meletakkan makanan kecil seperti snack-snack serta air putih


" Maaf ya nak kami hanya bisa memberikan air putih dengan snack-snack kecil" lalu Iqbal pun menganggukan kepalanya tanda setuju dirinya tidak apa apa


" tidak apa-apa Bapak sudah menyambut saya dengan baik pun saya sudah bersyukur bapak menyambut saya dengan baik" ucapan Iqbal


lalu Mereka pun mulai membuka topik yang ingin Iqbal sebenarnya sama sekali tidak suka yang namanya basa-basi maka dari itu dirinya langsung membuka topik untuk pembicaraan itu


" bapak kedatangan saya dengan Haikal di ini ingin mencari teman Haikal yang bernama Ammar Apakah Ammar sedang berada di rumah?" pertanyaan itu membuat laki-laki paruh baya tersebut terkejut lalu dirinya pun berkata


"Ammar saat ini sedang kami suruh untuk menjual hasil rongsokan kami karena hanya sedikit dan aku juga sedang merasakan sakit pada kakiku maka dari itu mau tak mau aku pun menyuruh Ammar untuk menjual hasil rongsokan itu kepada sebuah tempat" ucapan laki-laki itu pun dibalas anggukan oleh Iqbal


" mungkin 5 menit lagi Ammar akan pulang" pikir paruh baya itu


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


hello everybody Apa kabar semuanya jangan lupa like comment share follow and vote serta gift nya yah babay semoga suka semuanya


__ADS_2