Rizal Rajendra

Rizal Rajendra
6. terlalu jago


__ADS_3

pov Natasya


saat ini Natasya sedang berada di sekolah nya umur nya saat ini adalah 18 tahun dan ia sekarang kelas 12 / kelas 3 SMA ia bersekolah di Melati Indah sekolah itu adalah salah satu sekolah elit di daerah nya namun ada salah satu siswa pada saat ia kelas 10 siswa tersebut dapat masuk kesekolah ini dengan hasil beasiswanya ia pun bertemu dan satu kelas serta satu bangku dengan orang tersebut dia itu perempuan bernama Vania Putri yg ber umur lebih tua dari nya dan ia pun memanggil Vania dengan sebutan kakak


dan alasan mengapa Vania baru kelas 12 saat umurnya 19 tahun padahal ia salah satu siswa yg cerdas


Flasback on


ternyata karena dahulu orang tuanya tidak mampu untuk membayar uang untuk kelanjutan sekolah nya dan selama setahun ia berhenti sekolah seblum ia lanjut ke SMA iapun belajar dan bekerja paruh waktu untuk menambahkan wawasan nya dalam bekerja dan belajar dan pada saat ia ber umur 17 tahun ia pun di tinggalkan oleh kedua orang tua nya pada sat itu ia sedang bersekolah dan dia adalah murid baru dan ia menjadi bahan bullyan teman sekolah nya namun tidak dengan Natasya saking ia fokus terhadap tugas nya ia pun tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi namun pada suatu saat ia tidak sengaja bertemu dengan Vania


brukk...


"aduhhh, sakit " ucap Natasya dengan Vania bersamaan karena tubuh Vania yg sanagt mungil ya itu kecil, kurus serta pendek yg tingginya hanya 160 cm ia pun ter pental lumayan jauh


dan Natasya yg memang bertubuh mungil namun berbadan tinggi sekitar 170 cm ia tidak terpental namun iaa hanya kaget ia langsung ter sadar dan se segera mungkin membantu Vania yg ter pental


" aduuhh maaf yahh" ucap Natasya seraya membantu Vania agar ia kembali berdiri


"tidak apa apa harusnya aku yg meminta maaf" ucap Vania


" siapa nama mu "tanya Tasya


"nama ku Vania putri"ucap Vania seraya membenarkan kacamatanya


"aku Natasya Sintia Putri"ucap Tasya seràya mengulurkan tangan nya agar Vania menjabat tangan nya juga namun


"maaf nanti tangan mu kotor" ucap Vania


" hah, apaan si gk kok ayo jabat tangan ku tidak apa apa"ucap Tasya


dengan perlahan dan tangan yg gemetar Vania pun menjabat tangan Tasya


"umur ku saat ini 16 tahun aku kelas 10,kalau kamu berapa" tanya Tasya


" umur ku saat ini 17 tahun aku kelas 10 juga" ucap Vania


"oohh maaf ya kk"ucap Tasya


"kita lanjutkan nya di taman aja yo"ucap Tasya


" tidak apa apa aku mau ke kelas saja"ucap Vania


namun dengan kecerdasan serta kecepatan yg Tasya punya pda saat itu pula ada segerombol wanita wanita centil dengan pakaian yg seksi berbeda dengan Tasya dan Vania yg menggunakan hijab nya dan ingin memukul Vania dari belakang dengan cepat Tasya langsung menangkis dan melawan nya


"ada apa kalian ini" ucap Tasya


" harus nya kami yg bertanya kepadamu kenapa kau mau berteman dengan upik abu ini"ucap salah satu dari mereka yg tenyata bernama Sesil


bagi yg mau tahu Sesil ini ayah nya adalah salah satu donatur yg lumayan banyak mendonaturkan hartanya untuk sekolah Melati Indah ter sebut


Sesil ini bernama asli

__ADS_1


Sesil Prillia Smith


ber umur 16 tahun pada saat itu


yg jelas jelas masih jauh kekayaan nya dengan Rajedra yg saat ini pula pemilik dari sekolah itu ,


namun karena seluruh keluarga Rajendra menutupi identitas asli mereka maka jarang ada yg tahu dan Rajendra masih di bawah kekuasaan Harlembang dan Smith itu masih di bawah kekuasaan Rajendra Dan Harlembang


dan Harlembang lah yg paling paling kaya dari perusahaan yg lain nya


lanjut


"memang ny knp klo aku mau menjadi teman nya hah? apa salah nya ini diri ku kok bukan kau, dan kau hanya dengan kebodohan mu itu yg akan membuat diri mu menjadi upik abu"ucap Tasya dengan wajah yg masih sabar namun didalam hatiny ia sudah sangat emosi melihat teman barunya di perlakukan seperti itu


" heh kmu upik abu awas aja y kau sekarang kau masih bisa lolos awas aja nanti" ucap Sesil dan mereka pun pergi


alasan mengapa dia takut dengan Tasya karena sebenar nya Tasya adalah wanita yg memang di takuti di sekolah tersebut karenaa ia memiliki tenaga yg lumayan kuat dengan dia menguasai 3 jurusan bela diri telah ia kuasai salah satunya adalah Pencak silat, karate ,dan taekwondo


setelah beberapa saat segerombol wanita centil dan seksi itu pergi Tasya pun langsung mengajak Vania untuk ke taman yg berada di sekolah


"ayo kita ke taman saja" ucap Tasya


setelah sampai mereka pun berbincang bincang sebentar dan tiba tiba


triiingg triiiingg triiing


terdengar suara bel masuk merekapun langsung kembali namun tidak dengan Tasya ia berpamitan sebentar untuk ke Toilet


" iyaaa" ucap Vania


namun setelah ia dri toilet dia bukannya kembali namun ia ke ruangan daddy nya terlebih dahulu


tok... tok... tokk.....


"assalamualaikum"ucap Tasya


"waalaikum salam masuk saja" ucap seorang laki laki dengan suara bariton nya


"daddy" ucap Tasya seraya menutup pintu dan menguncinya


"ada apa nak?" ucap laki laki tersebut yg ternyata ialah Ahmad


"dad, apakah ada seorang siswa yg masuk ke sekolah ini dengan Beasiswa?"tanya Tasya dengan wajah yg sangat penasaran


"ada " ucap Ahmad


"apakah ada yg bernama Vania Putri yg berumur 17 tahun" ucap Tasya


"ada nak iya kmu ingin bertanya apa memang nya?" tanya Ahmad dengan terheran heran


"apakah aku boleh minta tolong?" tanya Tasya

__ADS_1


" tolong apa sayang?"tanya Ahmad


"tolong yahh daddy bantu dia di karenakan dia telah di tinggalkan oleh kedua orang tua nya yg meninggal dunia"ucap Tasya


" iya sayang daddy tau itu teman baru mu kan?" tanya Ahmad dan di anggukan oleh Tasya


"iya daddy bakal bantu"ucap Ahmad


setelah Tasya dari ruang Daddy ny ia pun kembali ke kelasny namun


"tolog maafin aku , tolong aku gk akan menu-njukan wajah ku kembali"ucap seorang perempuan yg sedang di bully dengan di pukuli wajah nya oleh beberapa gerombol laki laki dan hal tersebut membuat Tasya marah karenaa


bug bug bug bug


"kalian kurang ajaaarr!!" ucap Tasya penuh amarah


"berani berani nya melawan yg lemah hah?!"ucap Tasya seraya terus membabi buta laki laki yg bergelombol mengganggu Vania


bug bug bug


dan terakhir Tasya pun menendang perut bebrapa laki laki tersebut hingga tersesungkur ke tanah dengan wajah bercucuran keringat dan Darah


" berani ganggu dia langkahi dulu mayat ku" ucap Tasya dengan dada yg kembang kempis karena amarah ny yg sudah memuncak


"apakah kau tidak apa apa?" tanya Tasya melihat teman ny yg bercucuran keringat


"a-akuuu........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


cieee penasaran maaf yah ngegantung padahal di gantungin itu gk enak apalagi hubungan aduh sakit hati akuh heheh

__ADS_1


jangan lupa selalu berdoa dan semoga sehat selalu semuanya dadahhh


__ADS_2