
Waktu terus berjalan hingga saat ini sudah menunjukkan pukul 20.00
di rumah mereka ramai orang yang ternyata mereka datang untuk melakukan doa bersama untuk hari kedua anak mereka meninggal
walaupun Azizah sempat tidak ingin makan karena dirinya masih terus teringat pada anak-anaknya dengan bujukan Rizal akhirnya di Reza pun mau makan walau hanya sedikit saja
" sudah mas aku sudah kenyang" ucap Azizah pada saat Rizal sedang menyuapi dirinya untuk makan
akhirnya ditelepon masalah nafasnya kasar dirinya harus sabar kepada istrinya yang terpuruk walaupun pagi tadi Azizah mulai melupakan anak-anak mereka yang sudah tiada namun ikatan seorang ibu dan anak itu kuat yang membuat Azizah kadang masih sering teringat oleh anak-anak mereka
Saat ini waktu sudah menujukan pukul 21.45 acara doa telah selesai seluruhnya lalu mereka pun memutuskan untuk kembali kamarnya masing-masing saat ini pastinya sedang termenung dirinya sedang duduk di sofa yang menghadap ke arah jendela
Entah mengapa dirinya merasa bertemu dengan kedua anaknya entah itu dirinya sedang bermimpi atau hanya halusinasinya atau mungkin tidak akan bertemu dengan anak-anaknya itu
hal tersebut Wallahu A'lam hanya Allah yang tahu akhirnya dirinya melihat Rizal telah masuk ke kamar sehabis dari luar
" Kamu nggak tidur dek?" tanya Rizal dengan lemah lembutnya kepada Azizah
" aku belum ngantuk nih Mas" ucap Azizah dengan wajahnya yang masih sendu Seraya melihat ke arah jendela
lalu Rizal pun masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya
" Dek kapan kamu seperti ini terus kamu sudah 2 hari Wajahmu selalu terlihat bersedih Jika kau terus bersedih anakmu nanti juga akan bersedih karena orang tuanya tidak merelakan dirinya pergi" ucap Rizal dengan lirih
" Maaf Mas" hanya itu saja yang diucapkan oleh Azizah membuat Rizal menghela nafasnya dia pun merangkul tubuh Azizah untuk naik ke ranjang
niat Rizal agar Azizah untuk beristirahat karena sudah dipastikan Azizah sedang merasakan kelelahan
__ADS_1
" jangan menangis terus kalau kau terus menangis nanti mereka tidak akan tenang" ucap Rizal lalu akhirnya mau tak mau Azizah pun menganggukan kepalanya tanda dirinya setuju dirinya telah bertekad mulai besok dirinya tidak akan memikirkan terus-menerus
hingga membuat hati suaminya sakit dan tidak mau jika anak-anaknya tidak tenang karena Ibu dan ayahnya tidak merelakan kepergian mereka
" kamu tidur ya nanti Jika kamu ingin bertemu dengan mereka dalam mimpi jika sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk bertemu dengan anak-anak kita walau hanya dalam mimpi sudah pastikan Allah akan menepati janjinya" itu ucapan Rizal yang membuat Azizah pun tertidur beruntung Azizah sebelum Rizal berkata seperti itu dia pun membaca doa
jadi setelah Rizal berkata seperti itu dan Langsung tertidur itu membuat dirinya tenang
sedangkan Rizal terus-menerus menatap lekat wajah Azizah tanpa berpaling sedikitpun lalu dirinya pun berkata dalam hati sengaja dirinya berkata dalam hati bertujuan tidak ingin membuat Azizah terbangun karena perkataannya
" jangan kau terus menerus menangis aku tidak ingin jika anak-anak kita tidak tenang atau bahkan mungkin tertahan jiwa mereka karena kita sebagai orang tuanya yang tidak rela anaknya meninggal sebelum kita bertemu dengan anak-anak" hanya itu saja yang ada di batin Rizal lalu dirinya pun mulai memejamkan matanya dan mengikuti Azizah yang sudah tertidur pulas
...****************...
pov kepada Rian dan Vania
saat ini Vania pun termenung pada saat mendengar kakak iparnya telah mengalami keguguran dirinya pun selalu terpikirkan oleh apa yang sudah terjadi pada kakak iparnya
Rian Ingin sekali bertanya kepada Vania apa yang telah terjadi pada dirinya Mengapa dirinya sering melamun seperti itu
hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya kepada Vania yang posisinya saat ini dirinya sedang duduk di sofa dengan melihat ke arah jendela luar
"Kamu kenapa Vania Kenapa kamu hari ini terlihat seperti sedang bersedih Apa yang kamu pikirkan" tanya Rian dengan lemah lembutnya
"aku kepikiran sama kakak Azizah Bagaimana jika suatu hari nanti aku mengalami hal yang sama seperti Kak Azizah apa yang akan terjadi" ucapan Vania membuat Pring yang terkejut bahkan wajahnya seketika berubah yang tadinya tersenyum
saat ini menjadi sedikit datar namun berusaha mungkin dirinya tersenyum
__ADS_1
"Mengapa kau berpikir seperti itu" tanya Rian kepada Vania yang saat ini Vania masih menatap kosong ke arah jendela
" Aku hanya takut jika hal tersebut menimpa kepada aku" ucap Vania dengan air mata yang mulai mengalir
hal tersebut membuat Rian seketika menghapus air mata saatnya dan mulai berkata dengan lemah lembutnya
" jangan kau berpikir seperti itu kita kejadian seperti Kak Azizah kemungkinan Emang itu bukan takdir kita dan memang Allah masih belum memberikan amanah kepada kita dan kau berpikir seperti itu Ingatlah berdoa bertawakal dan berusaha pantang menyerah" ucap Rian dengan tersenyum
" tapi aku takut hal tersebut terjadi kepada diriku apa nasibku dan apa kah Kakak akan tetap berada di sisiku" bukannya tenang Vania Justru malah terus-menerus bertanya hingga akhirnya Rian pun tetap terus-menerus tersenyum agar Vania tidak salah paham oleh perkataan yang dikeluarkan oleh tarian
" Aku akan terus berada di sampingmu mendukungmu hingga akhirnya kau tidak akan terpuruk lagi karena kepergiannya Ingatlah doa bertawakal berusaha dan pantang menyerah Allah pasti akan berubah nasib kita" ucapan Rian membuat hati Vania tersentuh karena dirinya bahagia Rian tetap menerimanya walaupun suatu saat nanti dirinya memang tidak ada sempurna wanita lain
" Kau adalah perempuan pertama dan terakhirku akan mendampingi hidupku Aku tidak akan berpaling darimu aku pun juga ingin terus-menerus bersamamu hingga ajal menjemputku "ungkapan Ryan membuat air mata Vania seketika meluruh dia pun menangis dan memeluk tubuh Rian
" jangan menangis hatiku sakit "itu yang diucapkan oleh Rian
lalu akhirnya Vania pun menuruti apa yang dikatakan oleh Ryan dia pun menghapus air matanya lalu memeluk erat tubuh Rian hingga akhirnya Rian pun berkata
" Udah malam tidur yuk" ucapan Rian diangguki oleh Vania tanda dirinya setuju apa yang dikatakan oleh Rian lalu mereka pun beranjak dari sofa menuju ke ranjang
" jangan kau berfikir yang tidak-tidak sebaiknya kita tidur"ucap Rian Seraya menarik selimut lalu dirinya pun menyelimuti tubuh Vania hingga batas dadanya
lalu Rian langsung membentuk tubuh Vania dan mulai memejamkan matanya sedangkan Vania masih terjaga dari tidurnya dia hanya menatap langit-langit tanpa berkata hingga beberapa saat kemudian dirinya pun menutup matanya dan diketahui bahwa dirinya sudah mengantuk
.
.
__ADS_1
.
Halo semua apa kabar heheh jangan lupe like komen and follow kiyowo