
Haloo" sapa orang tersebut
"hmm"hanya di balas deheman oleh Tasya karena dirinya merasa bahwa hal tersebut membosankan dan membuat diriny risih akan kehadiran seorang laki laki di depan nya
Natasya merasa jengah dengan laki laki ini dia pun merasa ingin cepat cepat lulus dan kuliah karena disini dia merasa tidak memiliki teman yang tulus apa adanya hanya mendekati Natasya karena ada niat yang tak baik contoh hanya mengejar hartanya, kecantikan nya bahkan kepintarannya
Hal tersebut membuat nya tak betah berada di sekolah SMA nya ini padahal ini adalah sekolah miliknya sendiri entah mengapa justru dirinya tak betah berada di sini
maka dari itu dirinya ingin sekali cepat cepat lulus dan meinggalkan sekolah penuh drama ini
Laki laki ini bernama Bima, laki laki tampan namun sering kali narsis di depan Natasya
"kamu cantik banget hari ini"ucap laki laki itu dengan menggoda Natasya
"hmmm"hanya deheman terus menerus yang membuat laki laki itu semakin bersemangat untuk mengajak Tasya berbicara
Tanya masih diam selagi laki laki itu tidak menganggu dirinya berlebihan, karena Natasya sedang tidak ingin mencari masalah
Namun juka laki laki di depan nya ini mulai melakukan hal di luar nalar barulah Natasya akan bertindak
Setiap perkataan nya membuat Tasya risih atau jijik menurutnya lebih baik bertemu laki lakiyang buruk rupa namun tidak narsis serta melakukan hal yang memalukan
dari pada betemu dengan laki laki tampan namun menuh dengan percaya diri merekasa dirinya telah sempurna karena kaya, tampan dan mapan padahal di balik itu belum tentu mereka mencari uang nya sendiri kebanyakan dari mereka adalah hasil uang orang tua
"tau gak cantik setelah lulus dari sekolah ini aku akan kuliah di luar negri lohhh"ucap laki laki itu yang tiba tiba saja wajah nya menjadi sendu
"lalu?"tanya Tasya
"aku jadi tidak bisa mengajak mu berbicara lagi"ucap laki laki yang sering di sebut Bima itu
"bukan kah kau masih bisa berbicara dengan teman baru mu yang lain?"tanya Tasya dengan heran
"tapi aku menyukai diri mu bukan yang lain"ucap Bima secara terang terangan berkata seperti itu
Lalu Tasya pun melihat laki laki itu tatapan mereka bertemu Tasya tidak melihat ada candaan belaka dari laki laki itu namun melihat Tasya dengan wajah serius
__ADS_1
"bukan kah itu lebih baik kan kau jadi bisa menimba ilmu di luar negri?" tanya Tasya dengan heran karena pasal nya laki laki ini tidak ada apa apa tiba tiba saja berkata ingin kuliah di luar negri
"tapi aku menyukai mu"ucap laki laki itu
"ada apa mengapa harus aku?"tanya Tasya lagi
"karena kau berbeda , atau mungkin kau menyukai laki laki lain?"tanya Bima dengan sendu
Lalu Tasya pun menggeleng kan kepalanya
"atau kau membenciku, karena aku sering menganggu mu, dengan setiap perkataan ku?" lanjut Bima lagi
"aku bukan benci dirimu bahkan mungkin tidak bisa membenci mu karena kau sendiri adalah teman ku, walau pun kau adalah oarang yang suka menganggu ku, selagi kau tidak menganggu ku di luar nalar aku tidak akan membenci mu"ucap Tasya dengan lirih
"maafkan aku semoga setelah aku berangkat kau tidak ada yang menganggu lagi , jika ada beri tahu aku akan membantu mu dan kau akan tenang tidak akan ada yg mengganggu mu lagi" ucap Bima dengan wajah seriusnya
Hal tersebut membuat Tasya tersenyum manis ,senyum yang membuat Bima meleleh karena pertama kali nya setelah dia berjuang dan bergombal akhirnya diri nya di berikan senyum yang ingin sekali dirinya abadikan namun tidak bisa karena jika ia foto Tasya akan marah besar kepada nya
" tidak apa apa kau fikirkan saja kuliah mu aku bisa jaga diri kok"ucap Tasya
"tapi aku ingin melindungi mu apakah tidak boleh?"tanya Bima
"apakah jika nanti kau kembali aku sudah menikah kau tetap melindungi ku?"tanya Tasya yang mmebuat Bima menjadi bersedih
"apakah kau sudah ada calon untuk menikah?" bukan menjawab justru Bima malah bertanya kembali karena dirinya bersedih sang pujaan hati sudah mendapankan calon suami idaman nya
"bslum, namun kita semua tidak tahu siapa jodoh kita siapa yg di takdirkan menjadi teman kita pula"ucap Tasya yang membuat Bima menganggukan kepalanya
"jika kau sudah menikah aku berbicara kepada suami mu untuk menjaga si cantik sampai akhir hayat nya, namun jika dia tiba tiba saj menceraikan mu aku yang akan maju paling depan untuk menikahkan mu"ucap Bima dengan mantap
"tapi kan aku bikan seperti permpuan yang masih gadis" uji Tasya
"tak apa tidak mendapatkan seorang gadis Janda pun boleh" ucap Bima dengan tertawa membuat Tasya langsung memukul pundak Bima dengan sedikit kuat
"auu sakit" ucap Bima yang hanya di balas gerutuan kesal oleh Tasya
__ADS_1
Akhir bel masuk pun sudah mulai di bunyikan lagi Tasya dan Bima pun sudah mulai masuk ke dalam kelas nya masing masing karena kelas mereka berdua memabg terpisah kelas mereka bersebelahan yang membuat Bima sering kali melihat Tasya dan akhirnya jatuh cinta
sebenarnya cinta Bima adalah cinta yang tulus bukan karena Tasya menjadi putri dari pemilik sekolah itu bahkan dirinya pun tidak tahu jika Tasya putri dari pemilik sekolah itu yang dia pikirkan yang penting dirinya tidak ada yang menganggu walaupun dia sendiri pula lah yangmenganggu putri pemilik sekolah
Bima menyukai Tasya karena kesederhanaan nya di kala yang lain menggunakan make up hingga glamour hanya dirinya saja lah yang tidak menggunakan make up itu dengan wajah yang murni asli natural tanpa polesan make up
Serta di saat semua manggunakan mobil mewah hanya dia lah yang menggunakan motor gede nya (mahalan motor Tasyaaa) bahkan tak jarang juga Tasya menggunakan motor matic nya yang membuat Bima jatuh hati
...****************...
Pov kepada Azizah dan Indah
"kamu sudah menikah ndah?"tanya Azizah kepada Indah
"belum nyonya"ucap Indah yang membuat Azizah mencibik kesal
"jangan panggil aku nyonya aku bukan majikan mu"ucap Azizah
"lalu memanggil mu dengan sebutan apa selain nyonya kan kau telah menjadi istri tuan Rizal"ucapan Indah membuat Azziah sedikit kesal
"panggil bu aja seperti biasa aku yakin kau sedang berusaha untuk memanggil ku debgan sebutan nyonyakanbukam seperti biasa memanggil ku dengan sebutan ibu?"tanya AzIzah yang membuat Indah salah tingkah
karena memang benar Indah sedang berusaha untuk merubah panggilan nya kepada Azizah dengan sebutan nyonya bukan ibu
"baik bu saya belum menikah hingga saat ini" ucap Indah dengan pelan
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.heloo bestie maaf kemaren g up soal nya sakit mwehehehe jangan marah okey tetap happy kiyowok hehhe babay semuanya jangan kangen