
...Bab 11...
...Lebih Dekat Dengan Orang Biasa (Perbandingan Perusahaan)...
[Anda terlalu lama mengangkatnya. Lain kali tolong segera angkat dalam 5 call.]
Saat aku mengangkat panggilan telepon dari Shizune-san, apa yang pertema kali kudengar dari ujung lain telepon adalah teguran darinya.
“...Itu agak murah hati.”
[Saat berada di akademi, Itsuki-sama tidak akan bisa menganggapi panggilan secara tiba-tiba. Jadi tentu saja aku akan mempertimbangakan sebanyak itu,]
Ada jeda selama 5 call. Shizune-san tidak hanya orang yang ketat, dia juga orang yang selalu mencari hasil yang tinggi. Dalam pekerjaan sambilanku, aku telah bekerja untuk berbagai atasan, tapi menurutku, Shizune-san adalah atasan yang terbaik. Dengan jumlah itu, ketelitiannya juga luar biasa.
[Sekarang akademi memasuki waktu istirahat, kan? Sampai Itsuki-sama terbiasa dengan pekerjaan sebagai pengurus, aku akan memeriksa situasi seperti ini selama istirahat makan siang.]
“......Terima kasih banyak”
[Apa Ojou-sama bersamamu?]
“Iya, sekarang, dia sedang tidur.”
Kupikir aku tidak perlu repot-repot memberitahunya tentang bantal pangkuan.
[Apa anda ada mengalami masalah?]
“Untuk saat ini sih tidak ada...., tapi jika aku harus mengatakannya, maka pelajaran di akademi sangat sulit.”
[Kalau begitu ayo lakukan lebih banyak persiapan untuk hari ini.]
“Ehh, itu gila.”
[Kebiasaanmu mengungkapan perasaanmu yang sebenarnya keluar tuh.]
Tampaknya sekalipun aku sudah kembali ke mansion, aku tidak akan bisa bersanta-santai. Aku menghela nafas kecil agar Shizune-san tidak mendengarnya.
“Ngomong-ngomong, sebelumnya aku mendengar tentang ini dari Hinako..., Apakah benar pengurusnya sejauh ini akan berhenti bekerja setelah paling lama tiga minggu menjalaninya?”
[......Itu benar] jawab Shizune-sana, dengan kesan yang seolah dia kesulitan mengatakannya,
“Boleh tidak aku tahu alasannya?”
__ADS_1
[Sampai sekarang, semua pengurusnya adalah bawahan Ayah Ojou-sama, Kagen-sama. Namun, menjadi bawahan Kagen-sama juga menjadi bawahannya Hinako-sama. Oleh karena itu, bahkan ketika mereka bertindak sebagai pengurus, sikap mereka sebagai pelayan pasti akan dikedepankan..., hal itu menyebabkan suasana hati yang buruk bagi Ojou-sama.]
“......Apa itu berarti Hinako tidak menyukai pelayan yang seperti itu?”
[Yah, daripada pelayan itu sendiri, lebih tepatnya dia tidak menyukai sikap mereka yang begitu tegang.]
Yah, kurang lebih aku mengerti itu.
[Ini adalah pertama kalinya kami mempekerjakan orang biasa yang tidak ada hubungannnya dengan keluarga Konohana sebagai pengurus. Dan ketika kami mengalami kesulitan untuk menemukan pengurus berikutnya, Ojou-sama merekomendasikanmu, jadi kami mempekerjakanmu sebagai percobaan.]
“Jadi begitu ya...”
Dari ditunjuk sebagai pengurus hingga pemindahkan ke akademi, semuanya berjalan begitu cepat dan lancar sehingga aku sedikit khawatir, tapi sepertinya ini adalah ekspresimen untuk keluarga Konohana. Ini adalah kebijakan untuk mencoba segalanya sebelum memikirkannya, jadi kupikir itu adalah keputusan yang cepat.
[Bagaimana dengan hubungan anda dengan Ojou-sama di akademi?]
“Untuk saat ini, aku hanya menjelaskan bahwa ada hubungan antara orang tua kami. Kurasa sekalipun kami melakukan beberapa interaksi, tidak akan ada yang menaruh curiga.”
[Itu perkembangan yang bagus. Tolong terus jaga jarak seperti itu. ......Apa anda sudah menjalin pertemanan?]
“Karena ini masih hari pertamaku di akademi, jadinya aku belum terlalu menjalin pertemanan... Tapi aku telah berbicara cukup baik dengan Karen Asahi dan Katsuya Taisho.”
“...Aku tidak pernah mendengar nama perusahaan itu.”
Asahi-san dan Taisho mengatakan bahwa mereka adalah murid yang lebih dekat dengan orang biasa. Dengan kata lain, kurasa perusahan mereka bukanlah perusahaan yang besar seperti perusahaan yang diatur untukku.
[Begitukah? Kupikir Jaz Denki adalah toko yang terkenal.]
“...Eh? Jaz Denki?”
[Ya.]
Kalau Jaz Denki aku pernah mendengarnya, malahan aku menggunakan produknya. Itu adalah toko yang telah muncul di iklan TV berkali-kali, dan sebagian besar mantan teman SMA-ku pasti mengetahuinya.
“B-Bukankah itu adalah toko yang sangat terkenal...!”
[Anda benar. Sebagai toko ritel peralatan elektronik, penjualan mereka termasuk ke dalam lima teratas di Jepang,]
Oi, oi..., apanya yang lebih dekat dengan orang biasa. Bukankah dia adalah Ojou-sama yang luar biasa?
[Ngomong-ngomong, keluarga Taisho-sama menjalankan perusahaan transportasi besar yang terkenal dengan nama Transportasi Taisho.]
__ADS_1
“Itu juga terkenal...”
[Begitulah.]
Aku merasa seperti telah dibohongi. Kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang ternama.
[Bisnis keluarga teman sekolah anda akan sering dibicarakan dan perlu diketahui. Harap terus melaporkan pada kami perkembangan koneksi anda. Ngomong-ngomong, keluarga Itsuki-sama dibuat seolah-olah menjalankan perusahaan IT, jadi mulai hari ini, anda juga akan mempelajari hal-hal yang terkait dengan IT. Setidaknya, anda harus mempelajari beberapa pemrograman.]
“...Mohon bimbingannya.”
[Harap terus berada di sisi Ojou-sama. Jika ada masalah, mohon segera laporkan kepadaku.]
Dengan mengatakan itu, panggilan dengan Shizune-san berakhir. Saat aku menghela nafas dalam-dalam, aku menyadari bahwa Hinako sedang menatap lurus ke arahku.
“Itsuki..., ada apa?”
“Tidak, ermm, aku hanya kehilangan kepercayaan diri dalam berbagai hal...”
Aku penasaran, apa aku benar-benar bisa beadapatsi di akademi sepeti ini? Baik kanan maupun kiri, semuanya penuh dengan orang-orang elit. Aku merasa suatu saat nanti akan aku akan melakukan kekacauan dan menimbulkan masalah bagi keluarga Konohana.
“Hei.”
“Ada apa...?”
“Kenapa kau menunjukku sebagai pengurusmu?”
“Hmm......” Setelah berpikir sejenak, Hinako menjawab. “Karena kupikir..., kau tidak akan cari muka.”
“...Cari muka?”
“Mm.” tegas Hinako dengan singkat.
“Aku suka dengan caramu yang mengurusku..., jadi aku berpikir tidak ada pilihan lain.”
Aku tidak berpikir kalau konteks yang sebelumnya dan sesudahnya berhubungan. Yah, mungkin dia lagi ngigau.
“Di pelajaran sore ini..., aku ingin bolos.”
“......Tidak boleh.”
“Eeh~...”
__ADS_1