
...Bab 27...
...Kerja Bagus, Ojou-sama...
Pesta teh pertamaku, suatu acara yang sangat berkesan bagiku, berakhir dengan damai tanpa masalah.
Setelah meninggalkan kafe, kami langsung berjalan menuju gerbang akademi. Dan di sana, ada beberapa mobil berwarna hitam sedang menunggu di depan gerbang.
“Kami telang menunggu anda, Ojou-sama.”
“Ishh, ‘kan aku sudah bilang untuk jangan memanggilku Ojou-sama...”
Asahi-san tersenyum masam, dan kemudian masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh pelayan.
Beberapa saat kemudian, Taisho juga masuk ke dalam mobil yang sama.
“...Loh? Apa Taisho dan Asahi-san pulang bersama-sama?”
Aku benar-benar terkejut saat melihat Taisho dengan santai masuk ke mobil yang sama dengan Asahi-san, dan sontak saja, aku mengajukan pertanyaan itu.
“Ya, itu karena rumahku dan rumahnya Asahi berdekatan, selain itu, kami juga saling kenal sejak lama.”
“Para pelayan di rumah kami akan bergantian menjemput dan mengantar kami.”
Oh, begitu toh.
Serupa dengan hubungan palsu antara aku dan Hinako, tampaknya Asahi-san dan Taisho juga memiliki hubungan keluarga.
“Kalau gitu, kami pulang duluan ya.”
“Hari ini sangat menyenangkan. Sampai jumpa besok.”
Setelah itu, mobil yang membawa mereka berdua pergi.
Di sisi lain, mobil yang menjemput Tennoji-san juga sudah menunggu.
“Baiklah, aku juga pulang duluan ya.”
Dengan mengatakan itu, Tennoji-san membungkuk dengan ringan.
Di sisi Tennoji-san, ada beberapa pelayan yang mengenakan jas. Dan tidak seperti pelayannya Asahi-san, mereka memancarkan aura yang mengingatkan orang-orang yang melihatnya akan suasana SP.
“H-Hinako Konohana!”
“Ya.”
Saat Tennoji-san dengan gugup memanggil namanya, Hinako menanggapinya dengan senyum lembut yang biasa.
“Ini adalah pertama kalinya aku mengadakan pesta teh pribadi denganmu... dan, yah, itu rasanya tidak terlalu buruk! L-Lain kali, kuharap kita bisa berbicara lebih banyak tentang tugas sekolah dan bisnis keluarga!”
“Kau benar. Jika ada kesempatan, ayo kita lakukan.”
Seperti itu, Tennoji-san membuat janji di antara mereka berdua. Dia kemudian menunjukan senyum bahagia sesaat, tapi segera menenangkan dirinya lalu mengalihkan pandangan kearahku.
“...Dan juga, Nishinari-san.”
__ADS_1
“Ya.”
“Hari ini kau telah benar-benar menegakkan punggungmu, kan? Seperti yang kupikirkan, dirimu yang seperti itu jauh lebih menarik.”
Saat aku mendengar kata-kata itu, aku menjadi kaku sejenak.
“T-terima kasih banyak.”
Aku tidak menyangka aku akan dipuji, jadi aku terlambat untuk menanggapinya.
Lalu, sambil terkikik dan tersenyum, Tennoji-san berbalik dan masuk ke mobil yang menjemputnya.
“...Tampaknya kalian memiliki hubungan yang cukup baik.” gumam Narika.
“Ini hanya seperti hubungan sosial biasa.”
“Tidak, Tennoji-san adalah orang yang lugas. Jadi sesuatu seperti itu bisa dianggap sebagai pujian. ...Dan yah, itu sungguh luar biasa untuk bisa dipuji oleh Tennoji-san di hari ketigamu pindah ke akademi ini.”
Narika yang mengatakan itu padaku itu entah kenapa merasa tidak puas.
Tidak seperti Tennoji-san, sepertinya Narika tidak mau memujiku dengan jujur.
“Kerja bagus untuk hari ini, Ojou-sama, Itsuki-sama.”
Saat itu, dua mobil hitam berhenti di dekat kami, dan seseorang yang muncul dari dalam memanggilku.
“Shizune-san?”
Shizune-san, mengenakan seragam maid-nya yang biasa, muncul di depan kami dan membungkuk. Dia kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Narika, yang sedang berdiri di sampingku.
“Anda pasti Narika Miyakojima-sama, bukan? Saya adalah Shizune Tsurumi, pelayan dari keluarga Konohana.”
“Saya yakin bahwa anda sudah tahu perihal situasi Itsuki-sama dari dirinya sendiri. Adapun hubungan diantara keluarga Konohana dan orang tua Itsuki-sama adalah mitra bisnis, jadi saya akan sangat menghargai jika anda bisa merahasiakan masalah ini.”
“Y-Ya..., aku telah menerima penjelasan dari Itsuki tentang itu. Aku tidak berniat untuk membocorkannya, jadi jangan khawatir.”
“Terima kasih.”
Shizune-san berterima kasih sambil membungkuk dengan hormat.
Tampaknya, Shizune-san yang sampai mau repot-repot untuk muncul di depan kami adalah untuk membicarakan masalah ini.
Narika tahu bahwa aku bekerja untuk keluarga Konohana. Jadi, meskipun aku dan Hinako pulang dengan menaiki mobil yang sama, Narika tidak akan merasa heran.
“Apa jemputanmu belum datang Narika?”
“Yah, harusnya sih jemputanku akan segera datang, tapi...”
Saat dia menjawab begitu, Narika tiba-tiba berhenti berbicara. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dari sakunya, lalu meletakkannya di telinganya. Tampaknya ada panggilan masuk.
Akhirnya, Narika mengakhiri panggilan tersebut dan menghembuskan nafas kecil.
“Ada apa?”
“Sepertinya jalannya macet, dan jemputanku akan sedikit terlambat. Dan untungnya, mereka sudah dekat dari sini, jadi aku yang akan menuju kesana. Itsuki dan yang lainnya bisa pulang lebih dulu.”
__ADS_1
Sekalipun kau menyuruhku untuk pulang lebih dulu... Sebagai orang yang tempo hari terlibat dalam kasus penculikan, aku sedikit khawatir meninggalkan Narika sendirian.
“Shizune-san. Aku akan mengantar Narika ke tempat jemputannya.”
Saat aku mengatakan itu, Shizune-san dan Narika, yang ada di sampingku, membuka mata mereka lebar-lebar.
Aku pun melihat ke arah Narika.
“Mobilnya tidak jauh dari sini, kan? Aku akan mengantamu sampai sana.”
“I-itu, aku sih tidak kebertan, tapi..., apa itu tidak apa-apa?”
Narika kemudian menatap Shizune-san untuk meminta konfirmasi.
“Baiklah. Karena Ojou-sama memiliki jadwal yang padat, kami akan kembali ke mansion lebih dulu. Nanti saya akan mengirimkan jemputan pengganti, jadi silahkan gunakan itu, Itsuki-sama.”
Setelah mengatakan itu, Shizune-san melihat ke arah Hinako yang masuk ke dalam mobil lebih dulu.
“Anda juga tidak keberatan dengan itu kan, Ojou-sama?”
“Iya.” Jawab Hinako sambil tersenyum.
“Terima kasih banyak.”
Aku berterima kasih, dan memutuskan untuk mengantar Narika ke tempat jemputannya.
---
“Le~lahnya...”
“Kerja bagus untuk hari ini.”
Saat mobil meninggalkan akademi, Hinako langsung berhenti berakting sebagai Ojou-sama. Sambil menghela nafas dengan lesu, Hinako yang duduk di kursi belakang berbalik untuk mebelihat pemandang dari jendela belakang.
“Muu..., Itsuki bersama orang lain...”
“Jika anda memang tidak menyukai itu, anda seharusnya tidak mengizinkannya.”
“...Memangnya itu tidak apa-apa?”
“...Maaf jika perkataanku kasar. Tapi itu akan menjadi tidak wajar jika anda yang berakting sebagai Ojou-sama bertindak untuk menahan Itsuki-san dalam situasi itu.”
Pemikiran Itsuki yang ingin mengantar Narika sangatlah baik. Seorang Ojou-sama yang sempurna tidak boleh membiarkan keegoisannya mencegahnya melakukan hal itu.
“Entah itu baik atau buruk, tapi yang pasti, sejak Itsuki-san datang, Ojou-sama telah berubah.”
“......Begitukah?”
“Anda telah beberapa kali menghadiri pesta teh sebelumnya, tapi semua itu anda lakukan di bawah arahan dari Kagen-sama. Bukankah ini adalah pertama kalinya anda menghadiri pesta teh atas kehendak anda sendiri?”
“Hmm..., kau benar.” kata Hinako, dengan suara yang terdengar tidak memiliki semangat.
Shizune pun menatap Hinako yang seperti itu dengan cemas.
“Ojou-sama..., bagaiamana kondisi anda?”
__ADS_1
“...Mungkin sudah waktunya.”
Hinako menjawab begitu dengan lesu.