Saijo No Osewa

Saijo No Osewa
Saijo No Osewa Volume 1 - Bab 18


__ADS_3

...Bab 18...


...Hanya aku yang tahu bahwa gadis cantik yang ditakuti di akademi, sebenarnya hanyalah gadis yang kikuk dan kesepian (2)...


Aku buru-buru membawa Narika ke UKS saat dia berada dalam kondisi dimana punggungnya terasa keram. Menurut perawat di ruang UKS, dia akan sembuh setelah beberapa saat, jadi aku mencoba untuk kembali ke kelasku.


“Uugh, tunggu..., jangan tinggalkan aku sendirian...”


“...Ya, ya.”


Dia memohon padaku dengan berlinang air mata, jadinya, aku tidak punya pilihan lain selain membolos dan menemani Narika.


Sambil berpikir, aku meletakkan tanganku di dahiku. Untungnya, sekarang adalah proses pembelajaran, dengan kata lain, saat ini Hinako harusnya sedang berada di ruang kelas. Saat dia berada di dalam kelas, Hinako akan berakting sebagai Ojou-sama yang sempurna, jadi tidak akan masalah sekalipun aku tidak berada di dekatnya.


“Itsuki. Apa yang terjadi padamu setelah kau diusir dari rumahku?”


Ditanyai oleh Narika yang duduk di tempat tidur, aku menjawabnya.


“Orang tua berbaikan dan semua kekacauan di selesaikan.”


“Begitu ya..., baguslah kalau begitu.”


Narika terlihat lega, tapi kemudian, dia langsung menatapku dengan tajam.


“Tapi setidaknya kau bisa menghubungiku ‘kan. Aku sangat khawatir tentang apa yang terjadi padamu setelah itu, tahu?”


“Itu..., maafkan aku. Tapi meski kau bilang begitu, aku tidak mengetahui informasi kontak keluarga Miyakojima.”


“......Kau ada benarnya.”


Dan sekalipun aku bisa menghubunginya, akan sulit untuk bisa berbicara dengan Narika. Dan karena aku dan Ibuku dikucilkan oleh keluarga Miyakojima, kecil kemungkinan kalau mereka akan mau melakukan kontak dengan kami.


“Mungkin sudah terlambat untuk mengatakan ini, tapi aku mau minta maaf tentang apa yang terjadi saat kita masih kecil. Maafkan aku karena sudah membawamu keluar dari rumah begitu saja...”


“U-Untuk apa kau meminta maaf!” kata Narika, dengan nada yang tedengar panik. “Justru aku harus berterima kasih padamu, Itsuki! Jika saja saat itu kau tidak mengajakku untuk pergi keluar rumah..., aku yakin kalau aku akan tetap menjadi seorang yang lemah seperti saat aku belum bertemu denganmu.”


Saat dia mengatakan itu, aku merasa sedikit bahagia.


“Bukankah sekarang kau masih lemah?”


“Ugj..., tidak, itu..., aku ‘kan masih dalam masa pelatihan...”


Narika dengan canggung memilih kata-katanya. Jika dia menjadi wanita yang kuat seperti yang dia nyatakan saat kami masih kecil, dia tidak akan dibawa ke UKS karena alasan punggung yang keram.

__ADS_1


“Yah, bagaimanapun juga Ayah Narika adalah orang yang sangat ketat. Dia pasti tidak memberimu banyak kebebasan, bukan?”


“...Tidak, aku telah menang dari Ayahku.” kata Narika dengan singkat.


“Menang?”


“Ya. Kendo, judo, aikido, karate, dan segala macam seni bela diri, aku telah menang melawannya. Itu adalah syarat agar aku bisa lepas dari pengawasan keluarga Miyakojima..., Berkat itu, aku kurang lebih telah bebas sekarang.”


“B-Begitu ya.”


Seperti biasa, dia adalah gadis yang sangat kuat secara fisik.


“Tapi, biarpun aku telah bebas dan bisa pergi keluar rumah semauku, aku tetap merasa kesepian jika tidak ada orang yang menemaniku di sisiku...”


Narika segera kehilangan energinya dan bergumam pada dirinya sendiri saat dia menundukkan kepalanya.


“Ngomong-ngomong, di akademi ini kau sepertinya telah disalahpahami dalam banyak hal ya, Narika.”


Aku teringat tentang apa yang dikatakan Taisho dan Asahi-san. Mereka mengatakan bahwa ada rumor yang menyebutkan kalau dia adalah anggota dari geng motor atau dia berasal dari keluarga yakuza. Tapi yah, Narika tidak akan mungkin melakukan sesuatu seperti itu.


“Itu benar..., semua itu adalah kesalahpahaman.”


“Kenapa hal seperti itu bisa sampai terjadi?”


“...Moto keluarga Miyakojima adalah [Jiwa yang sehat bersemayam dalam tubuh yang sehat]. Untuk itu, aku telah dilatih oleh semua jenis seni bela diri sejak aku masih kecil.”


“...Kalau tidak salah, saat kita pertama kali bertemu, saat itu kau sedang berlatih kendo, kan?”


“Ya. Bisa dibilang bahwa keluarga Miyakojima adalah keluarga seni bela diri.”


Keluarga seni bela diri ya..., itu sungguh keluarga yang sangat unik.


Namun, karena aku pernah tinggal di rumah keluarga Miyakojima, aku tahu bahwa sebutan itu tidaklah berlebihan. Keluarga Miyakojima tidak hanya mendirikan dojo pribadi di mansion mereka, tapi mereka juga menjalankan dojo di samping mansion. Aku ingat bahwa aku sering mendengar teriakan murid-murid mereka saat aku masih tinggal di sana.


“Mungkin karena pengaruh keluargaku yag seperti itu, aku jadi sering dianggap cukup bar-bar. Ditambah lagi, ermm, aku akan memberitahu ini karena pihak lainnya adalah dirimu..., aku ini orang yang tidak pandai dalam berteman. Saat aku berdiri di depan orang lain, aku merasa gugup dan wajahku menjadi tegang. Akibatnya, aku sering disalahpahami sebagai orang yang menakutkan.”


Saat wajah Narika sedang berada pada tampilan cantik yang biasanya, tatapan matanya memang sudah terlihat tajam. Dan ketika wajahnya menjadi tegang, tatapan matanya akan terasa seperti kau sedang dipelototi dengan sinis.


“Yah..., lagipula kau memang selalu seperti itu. Meskipun sikapmu biasanya keras, tapi saat kau bermain bersama orang lain, kau selalu mudah menangis dan penakut tentang segala hal.”


[Catatan Penerjemah: Sikap yang keras di sini juga termasuk dalam cara bicaranya, hampir semua cara bicara karakter di novel ini bahasanya sangat formal dan terkesan lembut. Sedangkan untuk Narika, cara dia berbicara cukup kasar dan tidak formal, seperti misalnya, dia akan menggunakan ‘Omae (kamu)’ untuk memanggil orang lain.]


“K-Kau masih mengingat sesuatu seperti..., aku jadi sedikit terluka.”

__ADS_1


“Tapi kenyataannya memang seperti itu, kan?”


“Uggh..., kau benar.” Narika menghela nafas. “P-Pada awalnya aku ingin membentuk pertemanan dan menjalani kehidupan sekolah yang menyenangkan. Cuman masalahnya aku terlalu gugup sehingga aku tidak bisa berbicara dengan baik, dan ketika aku mencoba melakukan kontak mata dengan seseorang, mereka jadi salah paham kalau aku sedang memelototi mereka..., T-tau-tau, aku mendapati diriku memiliki berbagai rumor yang aneh-aneh..., uuugghh!!”


Itu sungguh malang. Rasanya seperti mengalami nasib buruk di antara yang terburuk dari terburuknya yang terburuk.


“Itsuki..., Apa yang harus kulakukan..., kumohon, tolong aku~...!!”


Dengan air mata berlinang, Narika memohon kepadaku. Dari apa yang kudengar sejauh ini, dia adalah gadis yang sungguh malang. Kalau aku bisa membantunya, maka aku akan melakukannya, tapi saat itu, aku menyadari bahwa ponsel yang kuletakkan di kantong celanaku bergetar.


“M-Maaf, aku mau angkat telepon dulu sebentar.”


Aku keluar dari UKS dan mengeluarkan ponselku. Pihak lainnya adalah orang yang sudah kudaga, yaitu Shizune-san.


[Itsuki-sama, sekarang anda sedang berada dimana?]


“...Maaf. Ada murid yang sedang sakit, jadi aku membawanya ke ruang UKS.”


[Jadi begitu. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi padamu karena informasi lokasimu dengan Ojou-sama tidak sinkron meskipun saat ini kalian tengah dalam proses pembelajaran... Jika demikian, aku tidak akan mempermasalahkan ini.]


“Terima kasih banyak.”


[Harap kembali ke ruang kelas anda secepat mungkin. Menolong orang lain memang suatu hal yang baik, tapi harap jangan melaupakan pekerjaan anda sebagai pengurus.]


“Aku mengerti.”


Kupikir aku akan kena teguran, tapi itu adalah pertukaran yang sedikit antiklimaks. Tapi yang terpenting..., apa aku juga memiliki pemancar?


Ahhh, terserahlah..., untuk sekarang, ayo kembali ke ruang kelas seperti yang diperintahkan.


Tapi sebelum itu, aku akan mengecek kondisi Narika untuk yang terakhir kalinya.


Saat aku membuka pintu UKS, Narika menoleh ke arahku.


“Hei, Itsuki.”


“Ada apa?”


“Ngomong-ngomong, kenapa kau ada di akademi ini?”


......Nah sekarang, bagaimana aku harus menipunya?


Bagaimanapun juga, Narika tahu tentang situasi keluargaku.

__ADS_1


__ADS_2