Saijo No Osewa

Saijo No Osewa
Saijo No Osewa Volume 1 - Bab 20


__ADS_3

...Bab 20...


...Pengurusnya Siapa?...


Aku dan Narika bereaksi hampir bersamaan terhadap kemunculan Hinako yang begitu tiba-tiba.


“Hina—”


“――Ko-Konohana-san!?”


Suara Narika bergema seolah-olah menenggelamkan suara yang bocor dari bibirku.


“K-Kenapa kau datang ke sini Konohana-san...?”


“Aku merasa tidak enak badan, jadinya aku izin untuk absen dari kelas.”


Hinako, yang berperan sebagai Ojou-sama yang sempurna, menjawab dengan acuh tak acuh. Di saat yang sama, ponselku yang sejak tadi terus bergetar sekarang telah berhenti bergetar.


Sial, apakah tadi Shizune-san mencoba menyampaikan tentang ini?


“Kalian sendiri sedang apa di sini, Nishinari-kun, Miyakojima-san?” tanya Hinako.


Aku melirik ke arah Narika, dia benar-benar terlihtat gugup dan memiliki ekspresi yang kuat di wajahnya. ...Kurasa ini alasan mengapa orang-orang merasa takut terhadapnya. Dilihat dari sudut pandang lain, ini seperti Narika memeloti Hinako dengan tatapan yang tajam. Tapi, Hinako sepertinya tidak peduli dengan itu.


Di sini aku harus menjadi pihak yang menjawab.


Dengan pemikiran itu, aku mengambil sedikit jarak dari Narika dan melihat ke arah Hinako.


“Errm..., tadi di koridor aku melihat Narika terjatuh, jadi aku membawanya ke ruang UKS.”


“Oh, jadi begitu ya..., Apa itu berarti Miyakojima-san mengalami cedera di kepalanya?”


“Kepala? Tidak, tidak ada cedera kok...”


“Begitukah? Kupikir ada cedera karena tadi kau mengelus-ngelus kepalanya.”


Nadanya terdengar sama seperti seperti biasanya, tapi aku bisa merasakan kalau ada sedikit kilatan cahaya yang tajam di matanya.


Jadi dia melihatnya, ya...


“D-dengar dulu, Konohana-san! Aku dan Itsuki sudah saling kenal sejak lama!” kata Narika dengan nada suara yang terkesan gugup.


“Sejak lama...?”


“Itu benar! Saat kami masih berumur sepuluh tahun, Itsuki pernah tinggal di rumahku...”


“......Tinggal?”


Sekilas, kupikir Hinako sempat mengerutkan keningnya. Namun, Nairka sepertinya tidak menyadari itu dan menegaskannya dengan suara keras.


“Iya! Saat itu, Itsuki selalu mengurusku!”

__ADS_1


Terjadap penjelasan Narika, Hinako mengerutkan keningnya dengan jelas. Yah, daripada disebut mengurusunya, aku hanya terus berada di sisinya, jadi aku menganggapnya lebih seperti teman bermain, tapi...,


“Aku telah banyak merepotkan Itsuki saat kami masih kecil, jadi bisa dibilang, dia adalah dermawanku. Itu sebabnya, aku senang bisa bertemu dengannya lagi seperti ini.”


“...Jadi begitu ya.” seru Hinako, memahami situasinya.


Untuk sesaat, aku merasa Hinako memiliki ekspresi yang rumit di wajahnya.


“Oh iya, Itsuki. Apa kau ingin berkunjung ke rumahku? Kau bisa datang untuk bermain kok... D-Dan juga, kalau kau mau..., aku akan senang jika kita bisa memiliki hubungan sama seperti dulu...”


Narika mengatakan itu saat dia menatapku. Tapi, karena sekarang aku adalah pegurusnya Hinako, itu adakah sesuatu yang tidak dapat kulakukan.


“Narika, itu—”


“――Itu tidak mungkin, Miyakojima-san.” Sebelum aku bisa berbicara, Hinako sudah berbicara lebih dulu. “Karena, sekarang Nishinari-kun bekerja di rumahku.”


“...Eh?”


Hinako mengungkapkan itu dengan mudah.


Mataku terbuka lebar karena terkejut, sedangkan di sisi lain, Narika membuat suara-suara yang terdengar aneh.


“Hina—Konohana-san. B-Bukankah itu...,”


“Ada apa, Nishinari-kun? Kenyataannya memang seperti itu, kan?”


Itu memang benar, tapi...,


Tidak seperti Hinako yang dalam keadaan aslinya, Hinako yang berperan sebagai Ojou-sama sangat sulit untuk dibaca maksud tindakannya.


Untungnya, penjelasan yang diberikan hanyalah mengenai aku yang bekerja untuk keluarga Konohana, dengan begitu, pihak lain tidak akan bisa mengetahui sifat asli Hinako yang sebenarnya. Namun, jika memungkinkan, aku ingin menyembunyikan hubungan antara aku dan Hinako secara menyeluruh. Jika Narika sampai menyebutkan informasi ini, aku dan Hinako akan menjadi fokus perhatian dari semua siswa-siswi yang ada di akademi. Ini akan menjadi penghalang untuk pekerjaanku sebagai pengurus.


“A-A-Apa maksudya itu, Itsuki!? Saat ini kau bekerja di rumahnya Konohana-san...!?”


“Tidak, itu...”


Aku kebingungan dan melirik wajah Hinako. Sekalipun di sini aku menyangkalnya, itu tidak ada gunanya jika Hinako menegaskannya.


“...Yah, b-begitulah. Lebih seperti..., aku menjaganya.”


Saat aku menjawab begitu, mata Narika terbuka lebar. Akhirnya, Narika menatap Hinako dengan tubuhnya yang gemetaran.


“......Tidak adil.” dengan ekspresi yang kesal, Narika memeloti Hinako. “Itu tidak adil! A-Aku ‘kan juga.......! Lagipula sejak awal, Itsuki itu adalah milik—!!”


“Aku tidak tahu tentang hubungan kalian berdua di masa lalu, tapi saat ini tempat Nishinari-kun bekerja adalah rumahku.” kata Hinako, sambil menunjukkan senyum di wajahnya. “Nishinari-kun. Kalau kau cuman sekedar mengantarnya ke UKS, bukankah lebih baik kau kembali ke kelas sekarang juga?”


“Y-Ya..., kau benar.”


Saat ini, mungkin aku memiliki ekspresi yang sangat gugup di wajahku. Hinako kemudian melihat ke arah Narika untuk terakhir kalianya dan menundukkan kepalanya.


“Kurasa aku sudah merasa agak baikan sekarang, jadi aku permisi dulu.”

__ADS_1


Hinako menutup pintu ruang UKS dengan senyum lembut khas Ojou-sama. Dari sisi lain pintu, aku bisa mendengar Narika yang mengerang, ‘Uuuuuuu...!!’


Maaf, Narika.


Sekarang, aku adalah pengurusnya Hinako. Pada dasarnya, aku tidak bisa melawan Hinako. Selain itu, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan Hinako secara pribadi.


“...Apa kau datang ke UKS untuk menemuiku?”


“Mm..., aku juga sempat mencarimu di toilet, tapi kau tidak ada di sana.”


Hinako, yang berhenti berakting sebagai Ojou-sama, menganggukkan kepalanya. Tampaknya dia sudah mencariku kemana-mana.


“Yah, maaf. Padahal aku adalah pengurusmu, tapi aku justru tidak berada di dekatmu... Hanya saja, apa maksudmu dengan yang tadi itu?”


Saat Hinako memiringkan kepalanya, aku melanjutkan.


“Shizune-san sudah mengatakan bahwa hubungan kita itu harus dirahasiakan, bukan? Bagaimana jika nantinya Narika akan membicarakan hubungan kita?”


Sejujurnya, aku tidak berpikir kalau Narika akan membuat rumor untuk bersenang-senang, tapi tetap saja, ada kemungkinan seperti itu.


Hinako, berjalan di sampingku, menjawab dengan suara kecil.


“...Karena aku berpikir...,”


“Eh?”


“Karena aku berpikir..., kalau aku harus memukul paku yang menonjol keluar.”


Itu jawaban yang tidak masuk akal bagiku. Tidak, hanya ada satu cara berpikir yang masuk akal untuk ini.


Jangang-jangan..., dia merasa cemburu...


...Yah, itu tidak mungkin.


Aku teringatkan akan jarak yang sampai sejauh ini kurasakan dari Hinako. Aku tidak berpikir kalau Hinako memiliki emosi yang berkembang seperti itu.


“......Itsuki” terhadapku yang memiringkan kepalaku, Hinako bertanya. “Dirimu..., pengurusnya siapa?”


“Itu..., tentu saja dirimu, Hinako.”


“Mm..., aku senang,”


Mengatakan itu, Hinako berhenti di jalurnya dan menatapku dengan senyum puas.


“Ayo sama-sama dimarahi oleh Shizune.”


“.....Ya,”


Aku mengangguk dan menghela nafas panjang. Kalau sudah seperti ini, omelan dari Shizune-san tidak akan bisa dihindari.


Duh, gimana nih kalau aku sampai dipecat...

__ADS_1


__ADS_2