Saijo No Osewa

Saijo No Osewa
Saijo No Osewa Volume 1 - Bab 25


__ADS_3

...Bab 25...


...Pesta Teh Ojou-sama ①...


Kemudian, sepulang sekolah.


Saat melihat wajah-wajah yang berkumpul di kafe, Taisho dan Asahi-san saling memandang dengan mata yang takjub.


“Sebelumnya aku memang bilang jika kau punya orang yang bisa di ajak, maka ajak saja..., tapi ini sungguh orang-orang yang luar biasa.” kata Taisho saat melihat wajah para Ojou-sama yang berkumpul di sini.


Dua pria dan empat wanita berkumpul di sekitar meja putih bundar. Selain anggota awal, aku, Taisho, dan Asahi-san, aku mengajak Hinako, Narika, dan Tennoji-san bergabunng dengan kami.


Tak satu pun dari ketiga Ojou-sama ini memiliki temperamen untuk hanyut oleh suasana di tempat itu. Hinako tersenyum lembut karena dia sedang berakting sebagai Ojou-sama yang sempurna, di sebelahnya, Narika bertingkah canggung, sedangkan Tennoji-san, dia dengan bermartabat menyesap teh dari cangkirnya.


“Hei, Hei, Nishinari-kun. Hubungan macam apa ini? Bagaimana kau yang baru bersekolah selama tiga hari di akademi ini bisa mengenal orang-orang yang luar biasa seperti mereka?”


“Sekalipun kau bertanya begitu, itu hanya terjadi begitu saja...”


Terhadap pertanyaan dari Asahi-san, aku menjawabnya sambil meneteskan keringat dingin.


Selain Hinako, alasan aku mengajak Narika dan Tennoji-san adalah karena kupikir ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk mempererat persahabatan antara satu sama lain. Tapi jika dipikirkan dengan tenang, ini mungkin memang sekelompok orang yang luar biasa. Keluarga Konohana, keluarga Miyakojima, dan keluarga Tennoji terkenal di Akademi Kekaisaran. Bisa dibilang, sangat jarang untuk melihat mereka bertiga berkumpul bersama di satu tempat.


“Oh iya, ini adalah pesta penyambutan untuk Nishinari-san, bukan?”


Setelah meletakkan cangkirnya di atas meja, Tennoji-san menatapku.


“Mungkin sudah terlambat untuk mengatakan ini, tapi selamat atas kepindahanmu. Meskipun pedoman pendidikan di Akademi Kekaisaran lebih ketat jika dibandikan dengan sekolah lain, lulus dari akademi ini pasti akan menghasilkan kesuksesan di masa depan. Aku menantikan kesuksesanmu.”


“T-Terima kasih banyak.”


Sedikit terkejut, aku berterima kasih padanya. Aku senang saat Tennoji-san yang berpenampilan bermartabat mengatakan itu kepadaku.


“Karena beberapa orang di sini baru pertama kali berbicara denganku, jadi izinkan aku untuk memperkenalkan diriku. Namaku Mirei Tennoji. Aku adalah putri dari Grup Tennoji.”


Itu adalah sesuatu yang semua orang di sini sudah ketahui. Karena aliran perkenalan diri tercipta, Taisho dan Asahi-san juga mengikuti teladannya.


“Aku Katsuya Taisho. Keluargaku bergerak di bisnis transportasi.”


“Aku Karen Asahi. Keluargaku bergerak di bisnis ritel, terutama toko elektronik.”


Mengikuti mereka berdua, Hinako dan Narika pun ikut memperkenalkan diri.


“Aku Hinako Konohana. Senang bertemu dengan kalian.”


“A-Aku Narika Miyakojima. Erm, senang bertemu dengan kali~an.”


Lidahnya pasti tergigit..., tapi aku pura-pura tidak menyadarinya.


Ekspresi wajah Hinako dan Tennoji-san tidak berubah. Entah mereka tidak menyadarinya, atau mungkin mereka tidak mempedulikannya... Sedangkan di sisi lain, Taisho dan Asahi-san menampilkan eskpresi aneh yang menyiratkan; ‘Tidak mungkin kan kalau seorang seperti Miyakojima-san akan menggigit lidahnya?’

__ADS_1


“Aku Itsuki Nishinari. Keluargaku menjalankan perusahaan IT.”


Sebagai yang terakhir, aku memberitahukan nama dan bisnis keluargaku. Setelah semua orang selesai memperkenalkan diri, Tennoji-san memulai pembicaraan.


“Biar kuberitahukan lebih dulu, kalian sama sekali tidak perlu mengkhawatirkan latar belakang keluargaku. Bicara saja dengan santai saat kalian ingin berbicara denganku.... Baik Taisho-san dan Asahi-san biasanya menggunakan cara bicara yang sedikit blak-blakan, bukan?”


“Ughh..., yah, kurasa tidak ada gunanya menyembunyikannya.”


“Aahaha, kau benar. Kalau begitu, perkenankan aku berbicara secara normal.”


Sesaat mereka tampak canggung, tapi dengan segera, mereka menjadi lebih rileks. Setelah itu, Tennoji-san menoleh ke arah Hinako.


“Kita sesekali bertemu di pesta teh seperti ini ‘kan, Konohana-san?”


“Kau benar. Kau selalu sangat membantuku, Tennoji-san.”


“......Apa itu sindiran......?” seru Tennoji-san, dengan senyum yang tampak kaku.


Namun, Hinako sepertinya tidak menyadari itu dan dengan santai menysap tehnya.


Baik Narika dan Tennoji-san adalah gadis yang cantik, tapi Hinako, dia memancarkan keanggunan yang luar biasa. Caranya yang dengan anggun saat menyesap tehnya menarik perhatian semua orang yang ada di tempat itu.


“E-erm! Konohana-san! Aku..., satu kelas denganmu, errm..., apa kau mengenalku?”


“Tentu saja, Asahi-san. Terima kasih ya karena selalu menjadi mood maker untuk kelas 2A. Berkat dirimu, setiap harinya aku merasa lebih nyaman saat berada di dalam kelas.”


Mengatakan itu, Asahi-san berusaha menyembunyikan wajahnya yang cengar-cengir dengan kedua tangannya.


“B-bagaimana denganku? Kalau aku bagaimana, Konohana-san?”


“Tentu saja aku juga mengenalmu, Taisho-kun. Menurutku kau yang bersikap ramah dan tidak membedakan siapapun itu sangat menarik.”


“O-oh...!! Untuk beberapa alasan, aku merasa kalau kebajikanku baru saja meningkat...!”


Aku tidak berpikir kalau kebajikannya telah meningkat, tapi dia terlihat sangat bahagia seolah dia sedang berada di surga. Sulit bagiku untuk bersimpati padanya karena aku baru beberapa hari menghadiri akademi ini, tapi sepertinya Hinako lebih dihormati daripada yang kupikirkan.


“Gununu..., kenapa tidak ada yang menanyakan apapun pada diriku...!”


Tennoji-san jelas berada dalam suasana hati yang buruk saat Hinako memonopoli semua perhatian kepada dirinya. Untuk itu, aku segera mengubah topik pembicaraan.


“Narika, apa kau tidak pernah berbicara dengan salah satu orang di sini saat berada di pesta teh?”


“Y-Ya. Lagipula aku hanya menghadiri acara seperti ini diluar lingkup akademi untuk sekedar maramaikan.”


Lah, ini kan tidak seperti kau diajak hanya untuk meramaikan…?


Saat aku bergmumam seperti itu dalam benakku, kuperhatikan bahwa semua orang kini menatap ke arahku.


“......Narika?”

__ADS_1


Seseorang mengatakan itu, merasa bingung dengan kenyatan bahwa aku memanggil Narika menggunakan nama depannya. Aku benar-benar ceroboh. Kurasa aku harus menjelaskan tentang hubungan antara aku dan Narika terlebih dahulu. Saat aku berpikir tentang bagaimana aku harus menjelaskannya...,


“A-aku dan Itsuki pernah bertemu saat kami berumur sepuluh tahun. Karena hubungan itulah, aku diundang untuk bergabung dalam pesta teh ini.”


Narika menjelaskannya lebih dulu.


“Hee~, jadi begitu!”


Saat Asahi-sa merasa terkejut, Narika menundukkan kepalanya. Dia itu hanya merasa malu, tapi ekspresinya sangat kaku dan beberapa orang mungkin berpikir kalau dia sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Kurasa sisinya yang seperti inilah yang membuat Narika tidak punya banyak teman.


Karena aku yang mengundak Narika ke sini, aku harus memberikan tindak lanjut untuknya.


“Mungkin kalian semua telah salah paham, tapi Narika bukanlah orang yang menakutkan. Sepertinya dia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di dalam rumah, jadi dia menjadi sedikit buruk dalam berinteraksi dengan orang lain.”


“Begitukah?”


“Iya, jadi, semua rumor yang beredar tentang dirinya hanyalah kesalahpahaman.”


Terhadap Taisho yang bertanya dengan mata yang membalakak, aku mengiyakannya.


“I-Itsuki~....!!”


Di sampingku, Narika yang merasa tersentuh menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Semoga ini bisa menjadi kesempatan yang bagik bagi Narika untuk menjalin pertemanan.


“Kalau tidak salah, keluarganya Miyakojima-san itu bergerak di bisnis produsen peralatan olahraga, kan?” tanya Tennoji-san pada Narika.


“Y-Ya..., kau ternyata mengatahuinya, ya.”


“Tidak perlu terlalu rendah hati. Di akademi ini, tidak ada siswa-siswi yang tidak mengenal Keluarga Miyakojima. Dan mengenai rumor itu, hanya dengan sedikit penyelidikan saja pasti bisa diketahui kok tentang kebenarannya... Ngomong-ngomong, aku jarang melihatmu dalam situasi sosial, bagaimana kau biasanya menghabiskan keseharianmu?”


“B-Biasanya ya..., aku biasanya melakukan pelatihan di rumahku...”


“Pelatihan?”


“Erm, di rumahku ada dojo. Jadi sudah menjadi rutinitas harianku untuk berolahraga di sana. B-Belakangan ini, aku sering dimintai unuk melakukan uji coba produk olahraga.”


“Jadi begitu ya. Tampaknya kau memiliki kehidupan yang memuaskan.” seru Tennoji-san, menujukkan sedikit kekaguman.


Di sisi lain, Asahi-san dan Hinako sedang bercakap-cakap.


“Mumpung kita lagi ngumpul-ngumpul di sini, aku ingin bertanya padamu Konohana-sana... Apa yang kau lakukan untuk menghabiskan waktumu saat di rumah? Apa kau selalu belajar sepanjang waktu?”


“Belajar memang sering kulakukan, tapi aku juga sesekali akan menghabiskan waktu dengan santai. Seperti membaca misalnya...., aku juga menghabiskan waktuku dengan memakan yang manis-manis.”


“He~, jadi Konohana-san juga suka yang manis-manis. Biasanya apa yang akan kau makan?”


“Hmm..., kurasa scone.”


Njir, santuy sekali kau membuat kebohongan. Padahal yang biasanya kau makan itu cuman keripik kentang.

__ADS_1


__ADS_2