
...Bab 30...
...Ojou-sama yang Kesepian...
Jadi begitu ya.
Aku akhirnya tahu apa yang yang Hinako pikirkan tentangku. Dan di saat yang sama ketika aku mengetahuinya, aku merasa semua jarak hubungan yang aneh diantara kami ini menjadi masuk akal.
Baginya aku ada keluarganya.
Hinako pasti sangat menginginkan sosok keluarga.
Aku kemudian teringat akan semua hal yang telah kami lakukan sejauh ini. Memberikan bantal pangkuan, mandi bersama..., aku yakin, Hinako menginginkan kehangatan keluarga dari diriku.
“...Perasaan itu..., aku bisa memahaminya.” Gumamku, sambil mengelus-ngelus kepala Hinako.
Apa yang kupikirkan, keluar bergitu saja dari mulutku.
“Sesuatu seperti keluarga..., itu pasti sangat membahagiakan.”
Aku teringat pada keluargaku sendiri.
Kedua orang tuaku adalah orang yang tidak berguna, tapi..., tapi bukan berarti itu akan memubatku tidak dapat mengingat betapa baiknya mereka kepadaku. Saat aku sakit, mereka akan merawatku. Saat aku ulang tahun, mereka akan membelikan kue ulang tahun untukku. Tentunya, aku membenci fakta bahwa mereka melarikan diri di malam hari, tapi kenangan itu tidak akan pernah hilang. ingatanku. Di suatu tempat di hatiku, aku masih berharap aku bisa kembali ke hari-hari itu lagi.
Sebagai putri dari keluarga Konohana, Hinako pasti menjalani kehidupan yang jauh dari keluarganya saat ini.
Ibunya sudah meninggal. Sedangkan Ayahnya, Kagen-san, jarang menemuinya karena dia selalu bekerja di kediaman utama. Sebagai ganti dia tidak bisa berada di sisi Hinako, Kagen-san mempekerjakan banyak sekali pelayan di dalam mansion ini. Namun bagi Hinako yang tidak menyukai suasana yang kaku, mereka pasti tidak cock dengan dirinya.
“Itsuki-san.”
Dari belakang, namaku dipanggil oleh seseorang.
Ketika aku berbalik, di sana ada Shizune-san.
“Bagaimana keadaan Ojou-sama?”
“...Dia baru saja tertidur.”
Melihat ke arah Hinako yang sedang bernapas dalam tidurnya, Shizune menganggukkan kepalanya.
“Itsuki-san. Aku punya sesuatu yang cukup penting untuk dibicarakan denganmu, jadi bisakah kita meninggalkan kamar ini dulu?”
“Baiklah.”
Aku mematuhi Shizune-san, yang memberitahuku demikian dengan ekspresi serius.
Namun, saat aku hendak berdiri, Hinako menggenggam tanganku dengan erat. Dalam diam, aku kemudian melakukan kontak dengan mata dengan Shizune-san.
Shizune-san melihat ke arah tanganku dan Hinako yang saling bergenggaman, lalu dia menghela nafas.
“...Yah, apa boleh buat, ayo kita bicara di sini saja.”
“...Terima kasih pengertiannya.”
Aku mengangguk dengan ekspresi rumit kepada Shizune-san yang berkata dengan suara kecil.
“Ini cerita tentang situasi keluarga Konohana.” kata Shizune-san. “Apa kau masih ingat apa yang Kagen-sama katakan tentang mengapa Ojou-sama harus berakting?”
__ADS_1
“Kalau tidak salah..., ekonomi Grup Konohana sedang tidak baik, jadi mereka berusaha untuk mencari pengantin pria yang baik, bukan?”
[Catatan Penerjemah: Maksud dari mencari pengantin pria yang baik di sini adalah mencari Pria yang setidaknya memiliki masa depan yang bagus, menjanjikan, dan tentunya bisa bekerja sama dengan keluarga Konohana. Gua agak susah jabarinnya, kalau mau di sederhanakan sih, intinya sesuatu seperti perusahaan dan semacamnya dari pria tersebut akan bisa membantu keluarga Konohana.]
“Itu memang benar, namun itu hanya tujuan kedua.”
“Kedua...?”
Terhadapku yang kebingungan, Shizune-san mulai berbicara.
“Alasan utama Ojou-sama melakukan akting adalah agar menantu pria itu diadopsi ke dalam keluarga Konohana.”
Oh, bukan sekedar pengantin pria saja, tapi menantu itu akan diadopsi oleh keluarga Konohana.
Dengan kata lain, apa ini seperti mengundang seorang pria ke dalam keluarga Konohana sebagai suaminya Hinako?
“Sebenarnya, keluarga Konohana memiliki ahli waris yang sah. Itu adalah putra tertua Kagen-sama, Takuma Konohana..., kakak dari Ojou-sama.”
“Kakaknya?”
“Ya. Namun, meskipun mereka berdua adalah saudara kandung, mereka hampir tidak mengenal satu sama lain. Takuma-sama mulai tinggal di vila yang berbeda dari vila ini saat Ojou-sama berusia lima tahun.”
Rupanya, sama sepertinya Ayahnya, Kakaknya juga jauh dari Hinako.
“Namaun, mengenai Takuma-sama..., ada kergauan apakah dia layak mengambil alih Grup Konohana.”
“...Apa itu berarti, orang yang bernama Takuma ini bukanlah orang yang tepat untuk menjadi pewaris dari keluarga Konohana?”
“Bisa dibilang begitu,” tegas Shizune-san, dengan ekspresi pahit di wajahnya. “Jika Takuma-sama tidak terpilih sebagai ahli waris, maka...., suami dari Ojou-sama lah yang akan menjadi pewaris keluarga Konohana.”
Sekarang semua ceritanya terhubung.
“Di dalam Keluarga Konohana, pekerjaan tidak hanya dalam terlihat kepada kepala keluarga, tapi juga istri dari kepala keluarga. Dengan kata lain, jika sang menantu dipilih menjadi ahli waris, Ojou-sama juga akan terlibat dalam pekerjaan keluarga Konohana di masa depan.”
Entah bagaimana aku bisa membayangkannya. Jika sang menantu adalah ketua, maka Hinako yang merupakan istrinya akan menjadi seperti sekretaris.
“Untuk mengantisipasi masa depan inilah Ojou-sama melakukan akting. Karena dia pada akhirnya akan memimpin Grup Konohana bersama dengan kepala keluarga, dia haruslah sempurna dan memiliki kepribadian yang akan dihormati orang lain. Misalnya Ojou-sama memiliki reputasi yang buruk, maka akan terjadi gesekan di Grup Konohana, Gesekan itu bisa menjalar hingga mempengaruhi peruntungan perusahaan..., dan akan menimbulkan banyak masalah.”
Dengan mengatakan itu, Shizune melihat wajah Hinako yang tertidur.
Setelah mendegarkan cerita dari Shizune-san, aku menyadari kesalahanku.
Hinako Konohana bukanlah gadis biasa.
Dengan total aset sekitar 300 triliun yen. Grup Konohana adalah konglomerat yang dikenal oleh semua orang yang tinggal di negara ini. Yang artinya, dia adalah Tuan Putri,
“Apa kau sudah mengerti? Apa yang harus dipikul oleh Ojou-sama?”
“......Iya.”
Sebelumnya, kupikir aku harus membantu Hinako hanya karena dia menderita. Tentunya, aku yakin kalau pemikiran itu juga tidak salah. Tapi sebelum itu, aku harus memahami situasi yang dihadapi Hinako.
“Mungkinkah aku, lebih tidak usah iku campur...?” tanyaku pada Shizune-san.
“...Jika Itsuki-san ingin membantuk Ojou-sama, maka aku tidak berniat menghentikanmu melakukan itu.”
Terhadapan jawaban itu, mataku membelalak.
__ADS_1
“Eh, tapi ‘kan kemarin, kau mengatakan padaku untuk mengurus urusanku sendiri...”
“Ya. Itu sebabnya—tolong bantulah Ojou-sama dengan caramu sendiri.” Menatap langsung ke wajahku, Shizune-san kemudian melanjutkan. “Karena bagaimanapun juga, itulah peran dari seorang pengurus.”
Mengatakan itu, Shizune-san memunggungiku dan meninggalkan kamar.
Setelah melihat pintu menutup dengan tenang, aku kembali menoleh ke arah Hinako.
“Membantu Hinako dengan caraku sendiri, ya...”
Aku merenungkan kata-kata Shizune-san.
Agar Hinako bisa berhenti berakting, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi.
Pertama-tama, seorang yang bernama Takuma, kakak laki-laki Hinako, akan mengambil alih keluarga Konohana. Jika ini terjadi, Hinako akan menikah dengan keluarga lain dan tidak akan terlibat dalam pekerjaan Grup Konohana. Kedua, meskipun suami Hinako yang mengambil alih keluarga Konohana, dia harus berada dalam posisi di mana Hinako tidak perlu terlibat dalam pekerjaannya. Dengan begitu, ketika sifat asli Hinako terungkap, itu akan berdampak kecil pada Grup.
Namun, tak satupun dari itu adalah sesuatu yang bisa kulakukan. Bagaimanapun juga, aku adalah orang yang dipekerjakan. Tidak mungkin pedoman dan tradisi Grup Konohana bisa dikesampingan.
Tapi meski begitu, aku—
“Peran seorang pengurus, ya?”
Bahkan aku, juga memiliki sesuatu yang bisa kulakukan.
Yaitu—sebagai pengurusnya, aku akan terus membantu Hinako.
[Peran pengurus adalah untuk melindungi citra publik Hinako sebagai Ojou-sama yang sempurna. Dengan kata lain, untuk mendukungnya dari balik layar sehingga sifat aslinya tidak terungkap.]
Au teringat akan kata-kata Kagen-san.
Dia mengatakan bahwa peran pengurus adalah untuk melindungi citra publik Hinako, namun—kurasa itu tidak tepat.
Aku yakin, peran sebenarnya dari seorang pengurus adalah..., untuk menjadi orang yang dapat menemani Hinako ketika dia perlu bersantai. Menjadi orang yang dapat menyembuhkan Hinako yang lelah karena berakting. Menjadi orang yang bisa membuat Hinako menjadi dirinya yang sebenarnya.
Jika demikia—bahkan seorang aku pun bisa melakukannya.
“......Baiklah, aku akan melakukannya.”
Penampilan Hinako yang sedang demam juga tumpang tindih dengan dirinya yang diasuh oleh orang tuanya semasa kecil.
Hinako yang tertidur sambil menggenggam tanganku terlihat sangat menggemaskan.
Aku ingin melindunginya.
Aku ingin memperlakukannya dengan lembut. Aku tidak boleh sampai tidak memperlakukannya dengan lembut.
Karena Hinako, yang memiliki tubuh yang kecil itu, membawa sesuatu yang sangat besar di punggungnya.
Seseorang harus bersikap lembut padanya.
Jika Hinako pingsan karena kelelahan, maka dia ahrus menyembuhkan kelelahan itu.
Untuk alasan itu..., aku akan memberimu kehangatan dari sebuah keluarga.
“Hinako..., aku akan melakukan yang terbaik”
Aku akan mengurus Hinako.
__ADS_1
Aku bersumpah begitu, saat aku menggenggam tangan kecilnya.