Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode 10 Ujian Seleksi


__ADS_3

"Seperti deru ombak menabrak karang seperti itu rasanya hati ini,terhempas,terlepas dan terhempas lagi.


Dalam hidup ini banyak kisah dan beranekaragam bentuk ceritanya,Begitu juga yang terjadi denganku.


Hari pertamaku di negri ini dimulai dengan mengikuti ujian seleksi masuk universitas. Semua yang aku butuhkan sudah aku persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya,karena sekarang aku benar-benar harus mandiri tidak ada asisten lagi dan juga aku harus bersiap untuk bisa menghasilkan uang untuk biaya hidupku kedepannya.


Biaya pendidikan disini sangat mahal dan rencananya aku akan mengambil 3 jurusan yang berbeda sekaligus ,bukan tanpa alasan semua itu agar aku bisa mengasa bakat dan minatku di setiap bidang yang aku ambil.


"Aku mungkin tidak bisa menjadi seorang atlet profesional tapi setidaknya darah pebisnis yang mengalir dalam tubuhku ini adalah salah satu modal besar untukku, Ayah dan ibuku adalah pebisnis tangguh begitupun keluarga besarku.


Ujian seleksi kali ini hanya berlangsung 2 jam untuk setiap jurusan jadi kuhabiskan 6 jam dikampus hanya untuk melakukan ujian seleksi,tapi tidak masalah bagiku. Sengaja saya mengambil ujian seleksi gelombang pertama meskipun jarak untuk tahun ajaran baru masih ada 3 bulan lagi tapi aku ingin urusanku dikampus bisa aku selesaikan secepatmungkin biar pas masuk tahun ajaran baru ,aku sisa melakukan registrasi saja.


Lagi pula ,aku juga harus punya waktu untuk berkeliling kota ini,sambil menyesuaikan diri aku juga melihat-lihat lowongan pekerjaan yang mungkin saja membutuhkan tenagaku.


Mungkin akan sulit bagiku untuk bekerja sambil kuliag akan tetapi aku harus bisa,aku ingin ayah dan ibu serta saudaraku bisa memahami jikalau aku juga mampu bertahan dalam getirnya hidup.

__ADS_1


""""Oyah...keluargaku tidak tahu menahu tentang keputusanku untuk pindah ke London,bahkan kak noldi pun tidak tau""""


 Aku memahami bahwa keputusanku hari ini akan memberiku masalah di kemudian hari jika orang tuaku mengetahuinya. Apalagi saat ini aku pergi dengan status masih istri dari seorang bisnisman yang bisa saja dikaitkan dengan nama baiknya dimana kehidupan yang akan aku jalani tidak seperti kehidupan orang yang satu level denganku.


"Tidak ada rasa takut sedikitpun dalam benakku ,yang ku tahu adalah aku harus bisa mandiri.


"Semua orang yang aku sayangi sibuk dengan kehidupanya sendiri,sibuk dengan masalah mereka sendiri,jadi kenapa aku ngak bisa sibuk dengan masalahku sendiri.


"Sebelum kak noldi meninggalkanku di rumah sendiri,dia memberiku kartu kredit yang penggunaanya tanpa batas, tapi kartu itu aku letakkan kembali dimeja kamarnya,karena aku tidak memiliki hal untuk menggunakanya.


"Akhirnya urusan kampus pun selesai, bergegas aku meninggalkan kampus untuk pergi menyusuri jalanan sekitar kompleks kampusku menuju apartemen milikku yang jaraknya hanya sekitar  1km dari kampus.


"Aku akan membeli sebuah sepeda,sebagai kendaraanku ke kampus dan juka bekerja. Aku bisa saja membeli mobil, Tapi....


untuk saat ini aku rasa cukup sepeda saja .

__ADS_1


"Ayah ,ibu kakak.....aku sangat merindukan kalian,desisku dalam hati"


"Aku pun tiba di depan apartemenku, aku berencana untuk tinggal seminggu di apartemen ini sebelum aku pindah ke villa di arah timur dari kampusku. Aku ingin tinggal divilla agar suasananya lebih tenang dan juga nyaman.


"Entah kapan aku menyukai kesunyian.


Bila matahari tanpa lelah menerangi alam semesta, kenapa aku harus menyerah akan kondisiku saat ini.


 


 


"" jangan lupa like dan komen yah"


 

__ADS_1


 


__ADS_2