
Setelah kejadian pagi itu, entah kenapa aku tidak melihat kak Noldi bersama dengan kak Teo, aku hanya berfikir mereka bertengkar selayaknya seorang kakak yang peduli akan adiknya.
Karena masih musim libur semester, Maka aku memutuskan untuk diam dirumah dan memilih mengurung diri didalam kamar . Aku menyuruh bibik untuk membawakanku makanan ketika tiba saatnya waktu untuk makan. Aku sengaja berdiam diri agar orang tuaku mengabulkan permintaanku semalam.
Tok...tok...tok..
"Sayang... "itu suara ibuku datang untuk membujukku karena seharian aku tidak berkeliaran dirumah seperti biasannya.
Lagi-lagi aku hanya terdiam dan tetap tidur dibalik selimutku.
......
Caca....ini kakak ayo bangun kita harus bicara.
mendengar itu aku pun beranjak dari tempat tidurku dan segera menuju keruang keluarga.
"Ada apa kakak, ucapku dengan nada lesuh.
" kemarilah, panggil kak Teo.
Baiklah.... Ayah menyetujui kamu menikah dengan Noldi, dengan satu syarat, apa itu Ayah jawabku dengan rasa yang becampur aduk.
" Syaratnya kamu harus menuruti perintah kak Noldi, karena dia yang akan menggantikan kami menjagamu saat ini.
"Dengan ekspresi bahagia aku mengiyakan sambil berlari memeluk kak Teo, Ayah dan Ibuku juga.
__ADS_1
Tapi kak... kok hari ini kak Noldi tidak ikut bersamamu?
" Sekarang dia bersiap-siap untuk melakukan pernikahan sore nanti jawab kak Teo, mendengar itu aku sunguh sumringah.
.....
Akhirnya yang ku inginkan terwujud juga.
"Sayang segerah rapikan dirimu perintah ibuku, arena satu jam lagi pengantin pria akan datang, memang pernikahan ini hanya dilakukan dengan sederhana, tidak ada pesta hanya ada penghulu dan juga para saksi dari kedua mempelai, namun aku sangat bahagia.
Jam 2.30 pm
Pernikahan pun akan segera dilangsungkan.
Dengan gemetar aku mondar- mandir di depan kaca untuk melihat diriku yang sebentar lagi akan menikah.
Tok...
" Sayang ayo kita turun, sahut Ibuku dari belakang pintu yang berjalan menuju ke arahku.
"Baik Bu...
Sesampainya di depan penghulu, aku melihat ke sebelah kananku duduk seorang pria, yah ...pria yang aku sukai siapa lagi kalau bukan kak Noldi, tatapanya sangat tajam dan wajahnya tetap dingin.
"saat ijab kabul berlangsung Kak Noldi mengucapkannya dengan lantang dan semua saksi mengatakan Sah.
__ADS_1
"Saat selesai ijab kabul Kak Noldi sama sekali tidak menciumku, bahkan dia hanya menyambut tanganku yang ku sodorkan untuk bersalaman dan dia melepaskanya tanpa membiarkanku untuk menciumnya.
Hmmm...
Sekarang sudah jam 7.30pm, Ayah bergegas mengantarkan Pak Penghulu ke depan pintu untuk segera pulang dan diantar oleh beberapa pengawal.
Sayang ...sekarang apa yang kamu inginkan telah kami penuhi , Ayah harap kamu bisa menjadi anak yang baik dan juga istri yang baik, aku hanya menganguk sambil tersenyum kearah Ayah dan Ibuku.
" Adikku kemarilah duduk disini, sambung kak Teo, Meskipun sangat berat bagi kami menikahkanmu tapi mungkin kamu bisa lebih dewasa nantinya, dengan rangkulan yang erat kak Teo dan kak Iky memelukku.
"Ayah.. apakah boleh aku tinggal dirumah Kak Noldi ?
Kak Noldi yang dari tadi duduk dan mematung tak mengeluarkan sepata katapun, hanya menatapku dengan dingin, Tapi aku suka itu... sangat menggoda. Entah bagaimana rasa hatinya saat ini karena tak ada ekspresi tersenyum diwajahnya dari awal acara pernikahan dilangsungkan.
" Tentu saja sayang, sambung ayahku.
Satu jam lagi kami akan pergi kebandara, kami berharap kalian selalu hidup bahagia.
"Pasti Ayah ...
aku mencintai kalian semua.
__ADS_1