Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode #64 Bagaimana caranya


__ADS_3

"jika saja waktu bisa diputar kembali, akan banyak situasi yang akan diulang kembali agar tidak ada penyesalan disana.


Terlihat termenung caca menatap keluar jendela kamarnya, saat itu hujan gerimis menambah sepi suasana dimana hati sedang sedih karena kehilangan. Apa yang bisa aku lakukan? Belum sempat aku menggengam jari mungil kalian, tapi takdir memisahkan kita. Kesalahan ibu adalah  pergi ketempat itu, tapi jika ibu Tidak menyusul ayah kesana entah apa yang akan terjadi. Maafkan ibu anak-anakku.


"caca, apa yang sedang kamu pikirkan? 'terdengar suara membela keheninganmu  dari arah pintu kamar membuat caca menyeka air matanya lalu berpaling kearah suara itu dan ternyata Itu adalah tuan Frans.


Caca: kakak, sejak kapan kakak berdiri disana?, tanya caca seolah ingin berkelit dari situasi saat itu.


Frans:  kakak baru saja masuk dan mendapati adikku ini sedang termenung dalam lamunannya, bisakah kakak tahu apa yang sedang adikku ini pikirkan?, Tanya Frans sambil mengusap bahu caca seolah sedang memberi kenyamanan untuk bercerita.


Caca:kakak, bisakah aku menghilang saja dari dunia ini? Aku tidak sanggup dengan semua ini, rasanya sakit kak.,sakit sekali.


Frans: adikku, semua ini telah terjadi, dan kita tidak bisa menghentikannya, namun kamu harus tetap melanjutkan kehidupanmu, istirahatlah yang baik agar segera pulih, ujian mejamu akan segera di selenggarakan, dan itu akan diadakan melalui online saja, semuanya telah ayah dan Theo atur.


Caca: baiklah kak, dan trimakasih telah mengurus caca sampai sejauh ini kakak.


Frans: tidak masalah adikku, jika bukan kami siapa lagi.


Caca: kakak bolehkah aku ikut belajar bisnis dengan kakak di perusahaan kakak? aku sepertinya sangat bosan tidak melakukan apa pun kak.


Frans: jika kamu ingin bergabung dengan kakak, sebenarnya tidak ada masalah hanya saja kamu tahu sendiri bidang bisnis kakak cukup berbahaya dan jika kamu bergabung bisa saja suami mu tidak mengizinkan dan itu akan menyulitkan kakak untuk berbicara.


Caca: kak, aku tidak mau tahu soal Noldi apakah ia memperdulikanku sejauh ini? Bahkan sampai detik ini dia tidak berusaha mencarikku, mungkin baginya aku sampah.

__ADS_1


Frans:adikku siapa yang berani menganggap mu sampah, tidak ada dan tidak pernah akan ada. Caca kakak bisa mendirikan perusahaan atas namamu dan kamu bisa mengelolanya sebagai pimpinan disana, kamu sisa memilih bidang bisnis apa yang ingin kamu geluti.


Caca:kakak trimakasih untuk tawarannya, tapi jika kakak keberatan dengan permintaanku tadi, baiklah aku tidak memaksa kakak. Aku hanya ingin belajar bukan dikasihani, jadi aku mohon kakak biarkan aku istirahat dulu.


Frans: caca tidak begitu maksud kakak, tapi semua ini  kakak sudah mempertimbangkannya.


Caca:baiklah kak.


"Frans pun pergi meninggalkan kamar tempat caca atas permintaan adiknya itu, sambil berat ia melangkahkan kaki menuju arah barat dimana ia telah membuat janji dengan Theo. Terlihat Theo telah menunggu disana sambil terlihat gusar entah apa yang ada dipikirannya.


Frans: apa yang kau pikirkan sampai segusar ini, tanya Frans sambil berdiri disamping Theo.


Theo: kak aku sedang berfikir dengan nasib adik kesayangan kita, bagaimana jika peristiwa ini membawa dampak pada perkembangan emosi dan juga mempengaruhi hubungan dalam rumah tangganya?


Theo: ayah dan ibu juga memikirkan hal yang sama dengan kakak, jadi apa keputusan kakak saat ini?


Frans:biarkan Semua berjalan seperti biasanya, kita hanya perlu mengikuti jalan yang caca ambil karena saat ini hatinya sangat hancur dan tidak lagi ingin mendengarkan siapa pun. Sebaiknya untuk saat ini kita membiarkan caca tenang terlebih dahulu barulah kita berbicara dengan baik dan dengan hati dingin.


Theo: baiklah kakak, tapi  bagaimana jika waktu itu Tdak pernah tiba.


Frans:tenang saja waktu itu akan tiba,dan yang perlu kita lakukan saat ini adalah mengawasi semua disekitar kita dan soal Noldi biarkan dia menjalankan semuanya seperti biasa.


Theo: baiklah kak.

__ADS_1


"Entah apa yang ada dalam pikiran kedua saudara tersebut tentang adiknya, tapi jelas terlihat jika saat ini mereka ingin memberi ruang untuk caca untuk memutuskan apa pun dalam kehidupannya kedepan itu karena mereka menyadari semua situasi ini adalah sepenuhnya berhubungan dengan rumah tangga adiknya.


Jauh dikamar sana caca terus memikirkan suaminya dan juga memikirkan tentang kedua calon anaknya yang saat ini telah pergi darinya.


Caca: seharusnya aku tidak menyusahkan kak Frans tadi dengan merengek. Mulai sekarang aku akan menjadi caca yang mandiri, kuat dan peduli akan dirinya tidak perlu mengemis perhatian dari siapa pun, jika bagi kak Noldi aku dan bayiku tidak punya arti maka baiklah mari kita jalani hidup sesuai kemauan masing-masing, bukankah  gampang baginya mendapatkan wanita, mungkin aku tidak cukup baginya maka baiklah, aku akan menerima itu.


"Sambil mengusap air matanya caca terlihat menatap ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang disana,dan yah dilayar ponsel itu tertera nama Randa asisten tuan Noldi, saat caca menghubungi nomor itu terdengar jawaban disana dan terjadilah percakapan disana.


 Caca:Kringkkkkkk... Kringkkkkkk.......... Kri ggkkkkkkk


Randa: Halo, bu, ada yang bisa saya bantu?


Caca: Randa bagaimana dengan tuan mu? Apakah dia telah membaik?


Randa: bu, dari kemarin tuan sudah membaik dan tadi sudah mulai beraktifitas seperti biasasanya, tapi belum menanyakan keberadaan ibu dimana,itu karena tuan berpikir  saat ini ibu sedang bertolak ke negara Pamansam untuk menyelesaikan ujian pendidikan ibu. Sepertinya tuan belum mengetahui semua yang telah terjadi.


Caca: Randa baiklah kalau begitu, bagi tuan mu aku tidak ada artinya dan jika pikiran tuan mu demikian, maka biarkan saja. Saat ini aku baik-baik saja dan besok pagi aku harus mengerjakan sesuatu, jadi tetaplah bekerja Seperti biasa dengan tuanmu.


Randa :baiklah bu, titutttttttttttt


"Dan pembicaraan pun berakhir disana.


" Aku sangat mencintainya Tuhan sampai detik ini tapi kenapa rasa cintaku ini menyakitiku, jujur dari dalam hatiku cintaku detik ini masih benar tapi apakah ini ujian atas cintaku. Aku sangat merindukannya tapi bahkan sedikitpun dia mengungkapkan jika dia mencintaiku tidak pernah kudengar dari mulutnya, jadi apakah semua ini hanya cinta sepihak ataukah dia memiliki wanita lain sehingga kehadiranku tidak punya arti baginya.Jika semua itu benar kenapa dia membiarkan aku berkeliaran disekitarnya, semua itu hanya membuatku berharap tanpa ujung. Mungkin inilah  tanda dimana aku harus menyadari  bahwa sesungguhnya inilah isyarat darinya  agar aku pergi menghilang dari kehidupannya, baiklah jika itu benar aku berjanji dia tidak akan menemukan aku yang lemah ini, tapi dia akan

__ADS_1


Menemukan ku dalam keadaan caca yang berbeda dari caca yang dia kenal  dan sia-siakan. Jika aku telah kehilangan kedua calon bayiku kenapa tidak sekalian dengan dia pergi dari hidupku juga.


__ADS_2