Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode 45 Karena bahagia itu sederhana


__ADS_3

"Jika saja kamu tau apa yang aku rasakan saat ini mungkin kamu juga akan tersenyum sama sepertiku saat


ini,aku bahagia Tuhan, aku sangat bahagia Tuhan, jika harus egois aku ingin ini selamanya. Cinta  jangan pergi lagi, aku takut jika aku tidak bisa menemukanmu lagi".


"Sayang, hari ini kita ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan yah,sekaligus mencarikan dokter


untuk merawat kamu selama masa kehamilan.


"tapi..........kak, kakak masih lelah ,apa tidak sebaiknya kita melakukan pemeriksaan besok saja? tawarku mengingat,kak noldi baru sehari disini,tentusaja dia masih lelah.


"Sayang kita harus konsultasi secepatnya,bukan hanya soal kandungan kamu tapi juga ada hal lain yang harus kakak tanyakan pada dokter,ucapnya sambil tersenyum memandangku.


"Seketikan jantungku berdetak kencang,sambil tersipu malu,karena aku tau saat ini kak noldi berusaha menahan


dirinya untuk tidak mengikuti hasratnya untuk menyentuhku lebih seperti biasanya.


Baiklah kak sahutku,singkat.


"Ayo bersiaplah, kita akan berangkat sejam lagi,sambungnya sambil berlalu dari kamar menuju kelantai


dasar.


Segera ku persiapkan diri, untuk menyusulnya ,karena aku tau kak noldi tidak suka menunggu lama.


Kakak,ayo ucapku sambil menuju kearah kak noldi yang sudah menunggu dari tadi,


"ayo sayang,hati-hati,jangan melangkah terburu-buru nanti kamu terpeleset.


Aku melangkah penuh semangat,karena ini pertama kalinya aku melakukan cek kehamilan, ditemani suami,sambil tersenyum bahagia aku duduk manis di sampingnya.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,kak noldi memutar musik yang sangat  romantis,sambil memacu kendaraan dengan perlahan, sambil memegang tanganku ddan menciumnya.


"Sayang.......


"ia kak,sahutku


"Apa kamu bahagia mengandung anak kita?


"Tentu saja aku sangat bahagia kak,ada apa kak bertanya seperti itu? aku berbalik bertanya dengan penasaran.


"Sayang kamu masih sangat mudah, usiamu saat ini masih 19 tahun,saat ini seharusnya kamu menikmati hari-harimu seperti anak gadis seusiamu,berkumpul bersama teman-teman dan juga pergi berlibur kesemua tempat yang kamu sukai,tapi kenyataannya kamu harus mengalami semua ini.


"Kak......... apa kak mencintaiku? tanyaku dengan sedikit bergetar,hampir saja air mataku menetes mengingat pertanyaan kak noldi tadi,seakan ada keraguan dihatinya tentang hubungan kami.


"Caca , kamu tau dari remaja aku dan kakak teo sudah bersahabat baik, bahkan sampai dewasa pun kami saling berhubungan dalam pekerjaan,jauh sebelum aku mengenalmu kak teo sudah mengenalku dengan baik, Kamu boleh menanyakan apa pun tentangku kepadanya,jika kamu ingin tau langsung dariku tentang apakah aku mencintaimu atau tidak, aku sulit untuk menjawabnya karena yang kurasakaan saat jauh darimu itu sangat menyiksa, aku tau kamu sangat manja tapi entah kapan mulainya saat aku tidak mendengar suaramu ada sakit yang kurasakan,aku mungkin tidak seperti pria diluar sana yang terlalu memahami tentang cinta tapi yakinlah memilikimu dihidupku adalah kebahagian terbesarku.


"Kakak,apa ada sikapku yang membuat kakak tidak nyaman,katakan saja aku akan memperbaikinya.


"sayang semua yang kamu lakukan sampai saat ini semuanya masih wajar untukku,aku memahami itu,Tapi bagaimana dengan keadaanmu saat ini,jika kamu tidak kuat untuk memiliki anak  saat ini kita bisa memikirkannya lagi,aku takut itu akan membuatmu sangat kesakitan.


"mendengar ucapan kak noldi,seperti itu ,membuatku melepas tanganku dari genggamannya,karena kesal aku memalingkan wajahku kearah luar jendelah,berusaha menahan tagisku sambil mengatur nafasku, Semua pemikiran buruk terlintas dipikiranku, aku menerkah-nerkah  apa maksut dari ucapan kak noldi tadi.


"ca.............panggilnya


"tapi aku betah melihat kearah jendela,karena tak kuasa menahan perih hatiku.


"ca..........panggilnya lagi


"Ada apa ? kakak ingin apa lagi, aku tau mungkin aku dan anak ini tidak penting untuk kakak,mungkin kami adalah penghalang dihidup kakak,jadih kalau kakak berfikir untuk  menggugurkan bayiku,maka bunuh saja aku biar aku pergi denga anakku,biar kakak puas.Ucapku dengan nada keras.

__ADS_1


"ca......... tenanglah dulu bukan itu maksut kakak,tapi....


"tapi apa,sambungku tanpa jedah, kakak takut jika ada bayi ini maka kakak tidak akan bebar pergi bekerja dan tak ingat kembali,jika itu mau kakak,tinggalkan kami dan jangan kembali lagi,aku bisa menjaga anakku dengan baik nantinya tanpa bantuan kakak.ucapku tersegal-sengal.


"ca...........dengerin dulu,sambungnya


"tapi aku tetap saja meluapkan kekesalan aku.


"ca...ca.caca,bentak kak noldi,seraya membuatku berhenti berbicara,Sambil menepikan mobil ke pinggir jalan kak noldi menarikku kedalam pelukannya,Sayang....sambil memelukku dan mengusap kepalaku sambil mencium keningku dan mengelus perutku yang masih rata.Kakak hanya takut kamu akan kesakitan dan juga kelelahan nantinya, hamil itu tidak semudah yang kamu pikirkan banyak hal yang kakak takut kamu tidak siap secara mental.


"kakak.......apa kak pernah tau seberapa besarnya keinginanku memiliki anak? Kakak ingat waktu umur 17 tahun kita hampir saja memilikinya tapi, karena kebodohanku membuatnya gugur dan saat ini kita mendapatkannya lagi, dan aku tidak ingin kejadian saat itu terulang lagi,jika kakak belum siap tinggalkan saja kami,sambungku dengan suara yang tegas.


"Sayang...........kamu tau jauh dari apa yang kamu pikirkan aku juga menginginkan agar kita segera memiliki anak,tapi mengingat keadaanmu banyak hal yang membuatku merasa cemas.


"Apa yang kakak cemaskan,kakak takut aku tidak bisa mengurus anak kita? sambungku


"bukan itu sayang, Tapi aku cemas kamu tidak memiliki banyak waktu untuk dirimu sendiri.


"kakak, apa pernah kakak tau ,usaha apa yang aku lakukan untuk bisa segera memiliki anak? Sebelum kita melakukan hubungan waktu itu saat kakak mau pergi,dari jauh hari aku sudah mengkonsumsi banyak macam suplemen penyubur bahkan sampai obat penguat kandungan, rasanya sangat tidak nyaman setiap hari meminum obat-obatan itu,tapi tekatku sangat kuat,dan kenapa aku sangat kesal saat kakak memilih untuk pergi keluar negri untuk mengurus pekerjaan dan meninggalkanku saat itu,karena aku takut usahaku selama ini sia-sia,ucapku sambil ter isak dalam pelukannya,pelukan yang membuatku sangat nyaman.


"Maaf ,karena  kakak terlalu sibuk hingga membuatmu seperti ini ,tapi jika kamu sudah memutuskan untuk hal besar ini,kakak akan mengikuti yang kamu mau,tapi kamu harus tau kakak bahagia sebentar lagi kak menjadi seorang ayah.Trimakasih sayang,sambil mengecup keningku.


"Sambil tersenyum aku memeluk kak noldi,kakak aku sangat mencintaimu.


"Kakak tau,tanpa kamu ucapkan pun kakak tau,kamu sangat menggilaiku sejak dari kamu masih remaja,senyumnya bangga.


"mendengar ucapan itu membuat pipiku memerah,karena itu memang benar,mengingat semua tingkah konyolku hanya untuk bisa berdekatan dengannya dulu.


"Ayo sayang kita lanjut lagi,sebentar lagi sampai kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2