Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode 22 Kesucianku


__ADS_3

" Jangan menyesali setiap sikap dan tindakan yang kamu lakukan, baik atau buruknya itu semua akan terlewati ,hanya saja jika  mengiginkan sesuatu pastikan hati nuranimu juga menginginkannya" salam cinta dariku untukmu yang memberiku banyak rasa.


" caca...........kemarilah, tatapan kak noldi mengarahkan diriku untuk segerah mendekatinya.... sambil didekapnya dia, menciumiku dengan lembut,......apa kau tidak merindukanku? bisiknya di telingaku, seraya membuat jantungku berdetak panik, ada aliran dalam tubuhku yang seperti menyengatku, mungkin aku wanita yang paling bodoh karena terlalu mendambakanmu.


" kakak..........merindukanmu.


" caca.......... aku ingin semuanya normal kembali, aku ingin kamu seutuhnya tanpa ada alasan yang menghalangi, aku ingin keluarga yang utuh, kamu tahu saat ini usiaku sudah seharusnya memiliki 2 anak, ucapnya serius kearahku, seraya membuatku kaget dan  ingin segera beranjak menjauhinya, tapi kak noldi terlebih dahulu menarikku dan mengangkatku ke pangkuannya.


" kak lepaskan aku, aku tidak menginginkannya, meskipun tubuhku tidak menolak sentuhannya.


" tapi aku menginginkanya sayang, bisiknya ditelingaku.


Seperti apa kisah ini akan berakhir.......oh hanya Tuhan yang tahu.


Kak noldi masih asik dengan kegiatannya yang terus dilakukanya di sekujur tubuhku dan tak ada yang terlepas dari pandangannya, sambil menatapku dengan manis dan itu membuatku tersipu malu.


" caca.......kamu tahu , kamu sangat manis sayang...... bisiknya di telingaku, membuatku merasa geli.


" sentuhan kak noldi membuatku merasa melayang


'" Sayang.....ini akan sangat menyakitkan ,,,,.


" kakak, pelan-pelan ini menyakitiku, ucapku dengan wajah malu-malu.


" sayang......... mari kita memulai hidup baru kita, sambil mengganti posisi, kak Noldi membaringkan kepalanya diatas pangkuanku dan sambil menciumi perutku, aku ingin sesegera mungkin didalam sini ada penerusku, sambil mengusap perutku, aku merasa bimbang kala itu.


" kakak, aku belum siap............. sahutku menatapnya.


" caca.....aku tidak memintamu untuk menjawab, aku hanya butuh  kerjasama yg baik .oke


" Tapi .. kakak, tangan kak noldi mulai bergerak liar lagi.


" sayang,,,, apa selama kita menikah tidak ada yang menyentuh ini? tanyanya menggoda ke arahku,......


 " kakak, pikir aku murahan......pernah sih ...dulu kan kakak yang melihatnya tapi tidak menyentuhnya.


" ayo sayang, sambil berdiri kak noldi melepas semua kain yang melekat pada tubuh kekarnya dan menyisakan underwarenya membuatku merasa panas dingin.

__ADS_1


" ih kakak apa-apa sih, tegurku,.......... malu tahu,


" hahaha.....caca....... kenapa harus malu bukankah dulu kamu tidak malu, bahkan memintaku menyentuhmu disaat usia masih belia?


" kakak.........mukaku sangat merona dibuatnya,kak noldi membaringkan tubuhnya di sampingku, aku sangat malu, kucoba untuk mematikan lampu agar tidak melihat tatapannya yang membuatku malu, tapi secepat kilat dia menepis tanganku.


" caca........... biarkan lampu itu menyalah, kenapa harus malu, semakin membuatku merona.


Entah kenapa sisi lain dari kak noldi terlihat lagi, sambil mengelus perutku, hmmm tindakan kak noldi kali ini berhasil membuatku tak menggunakan kain sehelai pun, kak noldi tersenyum puas.


Kak noldi menelusuri setiap lekuk tubuhku hingga membuat desahan kecil dari mulutku lolos begitu saja,


"kakak geli ,


sayang......kamu sangat menggoda, sambil mengecup keningku sensasinya sangat berbeda.


" kakak............ panggilku,


" ia sayang........ aku takut....... ucapku dengan malu


.


" saat puas bermain-main .. aku merasa sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhku, kak noldi hanya tersenyum.


" semakin larut malam, kak noldi semakin liar..............


kakak............ ucapku, saat dia menyingkirkan selimut yang aku sengaja pakai menutupi tubuhku karena malu,


" sayang....... ini malam panjang kita, mari kita nikmati,


" perlahan kak noldi melepas semua kain yang ia gunakan dan oh ...terlihat jelas benda yang begitu kokoh dan membuatku sedikit merasa takut.


 Melihat ekspresiku kak noldi tersenyum manis,,


" jangan takut sayang ....


" kakak.......aku takut, aku takut ........

__ADS_1


Badan kak noldi sangat kekar, dan tentu saja bisa dipastikan kawan kecilnya pun seperti itu.


kak Noldi memberiku sentuhan yang sangat menenangkan,untuk mengurangi rasa gemetarku.


" sayang,,, ukuran  dadamu semakin besar, ucapnya membuatku sangat malu.


" aku juga sudah merasa panas dengan semua ini, aku mulai membalas tindakan kak noldi sambil tersenyum, semua impianku tentang lelakiku akan semakin nyata.


'' dengan lihai kak Noldi sudah mulai mengambil kendali permainan, menciptakan sensasi yang luar biasa secara natural....


" sayang ini akan sangat sakit ......


" sambil berusaha mencari jalanya dan akhirnya kejadian itu mulai memberikan rasa sakit,


" ...kakak, hentikan,,,


yah..............ahhkkkk  teriakku sambil menggigit bahu kak Noldi.... air mataku mengalir,,,,,,,,,,kakak sakit........ sambil mengusapku dan kak noldi tidak bergerak sambil menunggu aku merasa lebih baik, ahh, saat kak noldi menariknya, dan lagi-lagi  akhhhh... kakak,,,,,,, panggilku........


Sakit ......sakit, kak noldi seperti kesetanan sambil sesekali mengerang, dan tak terasa bulir bening menetes dari kedua matku.  Sayang...ini sangat nikmat, trimakasih aku suamimu yang menyentuhmu pertama kali, trimakasih sambil mengencangkan tekanannya  kak noldi terus berucap mesrah............seakan tidak menghiraukan kesakitanku,


 gerakan itu sangat menyakitkan,,,,,,,,,


 Perlahan tapi pasti rasa sakit itu perlahan hilang, dan akhirnya kami larut di dalam gelora cinta,....


luapan kebahagian kami yang menggila....kak noldi pun memainkanya dengan lihai, aku merasakan sesuatu yang pecah panas mengalir, kak noldi tersenyum.


" sayang .....ini sangat nikmat ...... nikmat sekali.


" seketika kak noldi melepaskan calon penerusnya kerahimku, dan dengan telaten kak noldi mengangkat pinggulku sedikit lebih tinggi dari bahuku, aku hanya menurut, kemudian dengan perlahan kak noldi mengakhiri permainannya dan yah dia masih menahan tubuhku sambil memintaku untuk tetap tenang dan membalikkan tubuhku kearah samping, mencegah cairan keluar dari rahimku, kami masih terbaring lemas, dengan pergulatan yang panjang.


saat aku ingin beranjak dari kasur, kak noldil menekan tanganya ,agar aku tidak beranjak, dia berbalik dan memelukku, sayang......biarkan benih itu terlebih dahulu mencari tempatnya, diamlah sejenak, mendengar itu aku sangat kaget...........


" Tapi kak.......... bagaimana kalau aku hamil????aku masih ingin kuliah. tanyaku


" itu lebih bagus sayang ,setidaknya semua orang segan untuk mendekatimu, tersenyum jahil.


" caca......... aku ingin segera memiliki anak, kita sudah 3 tahun menikah tapi baru hari ini kita memenuhi kewajiban satu sama lain, aku ingin seterusnya kamu takkan menderita lagi,sayang sambil menciumku, tangan kak noldi terus menyentuh perutku sambil mengelusnya. dan kami pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2