
Sesampainya di hotel tadi dokter puspita sangat kaget saat menemui caca yang sedang tergeletak dibawa lantai dengan berlumuran darah, dengan sigap dokter dan teamnya langsung memberikan pertolongan dan langsung memasang imfus dan memberikan suntikan ke tubuh caca yang sangat tak berdaya itu, setelah tindakan itu selesai dokter puspita memerintahkan perawat untuk memindahkan tubuh lemah itu keatas bad lalu membawanya menuju lobi untuk segera dibawa ke rumah sakit, dalam keadaan menahan rasa sakit caca meraih tangan dokter puspita dan berucap sesuatu dengan menahan rasa sakit.
Caca: dokter tolong selamatkan bayiku apa pun resikonya selamatkan mereka aku sanggup menahan rasa sakit apa pun tapi tidak dengan kehilangan mereka, tolong,,, aku percaya kepadamu dok.
Dokter puspita: caca tenanglah, kita harus segera sampai di rumah sakit agar bayimu dan dirimu bisa segera ditangani, aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian.
"Percakapanpun terhenti ketika mobil ambulance memasuki halaman depan rumah sakit.
Dokter puspita: suster cepatlah bawa keruang perawatan dan segera lakukan observasi, kita hanya punya waktu 30 menit dari sekarang untuk melakukan oprasi pengangkatan janin kalau tidak pasien juga tidak bisa diselamatkan.
Suster:Baik dokter, team akan segera membawa pasien keruang observasi.
Karena pendarahan yang hebat, sehingga membuat dokter puspita harus mengambil keputusan yang besar dan beresiko ini,saat ini dokter puspita masih dalam kebingungan, bagaimana tidak tak ada satu anggota keluargapun yang menemani caca bahkan tuan Noldi pun sampai detik ini tidak bisa dihubungi, dalam dilema dokter puspita mengambil keputusan untuk menghubungi tuan Theo dengan penuh harapan dokter puspita mencoba berkali-kali menghubungi tuan Theo tapi nihil hasilnya.
Tiba-tiba perawat datang dengan panik dan terjadilah percakapan singkat disana.
Perawat:dokter ini hasil observasi pasien dan keadaan pasien sangat buruk, dari tadi pasien mengalami kejang-kejang dan itu diperparah akibat rasa panik pasien.
Dokter puspita: Baiklah suster segera persiapkan peralatan kita harus melakukan penanganan oprasi.
Perawat :tapi bagai mana dengan berkas pasien dok, surat persetujuan oprasi harus ditanda tangani pihak keluarga pasien barulah penanganan bisa dilanjutkan.
Dokter puspita: suster persiapkan alatnya nyawa pasien lebih penting dari tanda tangan keluarganya, biarkanlah aku yang akan mengurus semuannya.
Perawat :baik dokter.
Tidak berselang beberapa waktu ponsel dokter puspita pun berdering dan ternyata itu adalah panggilan dari tuan Theo, ada percakapan disana.
Dokter puspita:Hallo tuan, aku mengirim pesan kepadamu baca dan segeralah datang, aku tidak punya banyak waktu berbicara.
Tu[ttttttttttttttttt, telfon terputus.
Dengan perasaan panik tuan Theo segera menelfon kakaknya Frans dan memintanya segera datang ke rumah sakit Bukit Indah dan memberi tahukan jikalau adik kesayangan mereka sedang ditangani serius disana karena mengalami pendarahan dan akan dilakukan oprasi pengangkatan janin dan tidak ada siapapun bersamanya.
Kringkkkkkk......... Kringkkkkkkkk
Theo:Hallo kak Frans segeralah kerumah sakit caca sendirian disana dia membutuhkan kita, tapi saat ini saya masih akan menghadiri meeting dengan tuan Pangestu dan tidak bisa di undur lagi, aku akan segera menemui Kakak disana nanti, segeralah berangkat kak.
Frans :apa yang terjadi dimana si brengsek Noldi itu? Apa yang dia lakukan dengan adik kita, beginikah perlakuanya terhadap saudari kita. Tunggu akan kupatahkan lehernya jika terjadi sesuatu pada adik dan calon keponakanku itu.
Theo: aku tutup telfonnya dulu kak, karena meeting akan segera dimulai. Tuttttttttt. Tittttt
Dengan nampak geram tuan Frans langsung meraih jasnya lalu meninggalkan ruangannya dan memanggil pengawalnya untuk mengurus keberangkatannya dan tidak lupa meminta asistennya untuk mengurus berkas yang berantakan diatas meja kerjanya.
Frans:Toni, cepatlah siapkan mobil kita akan kerumah sakit Bukit Indah.
__ADS_1
Toni:Baik tuan, saya akan menunggu tuan didepan.
Dalam keadaan kalut Frans tidak bisa mengendalikan emosinya sambil menuju mobil Tuan Frans mencoba menghubungi Noldi dan tidak ada jawaban disana. Brengsekkkkkk kau, lihat saja jika terjadi sesuatu pada adikku kau tidak akan pernah bisa menyebut namanya lagi apa lagi menemuinya.
Frans:cepatlah Toni caca dalam keadaan yang Buruk saat ini.
Toni:baik tuan kita akan segera sampai. Oyah tuan apakah tuan sudah mengecek story dari Juan, semalam dia memposting acara party dan disana terlihat ada tuan Noldi bersamanya itu ada di Dumb club tuan.
Brengsekkkkkk,,,, terlihat ekspresi Frans yang sangat marah mengetahui informasi itu, dengan cemas Toni terus mengawasi tuannya itu.
Frans: Toni segera perintahkan yang lain untuk mencari tahu semuanya jangan lupa selidiki Randa, dia pasti tahu semuannya dan jangan lupa cari tahu tentang si brengsek Noldi dan Juan itu dimana dan sedang apa mereka saat ini.
Toni: baik tuan.
Dalam fikiran Toni saat ini adalah bagaimana jika sesuatu terjadi di keluarga tuannya dan terjadi perpecahan. Apa yang saat ini harus ia lakukan dari mana dia harus memulai semuanya. Ohhh ia dari Randa, karena dia memiliki akses langsung dengan Tuan Noldi, semua informasi pasti lengkap jika dia yang menjelaskan.
Toni :Tuan kita sudah sampai.
suara Toni memeca keheningan dalam perjalanan itu
Frans:baik la Toni, segera kerjakan yang aku minta tadi dan segera laporkan kepadaku.
Toni :baik tuan, aku akan segera pergi melaksanakannya.
Dengan cepat keduanya berlalu menuju arah masing - masing Frans menuju ruangan dokter puspita dan Toni segera memacu mobilnya menuju kearah Barat rumah sakit itu, Toni telah memutuskan menemui Randa dikantor tempat dia bekerja.
Frans:dokter apa yang terjadi dengan adik saya kenapa ini semua terjadi dan bagaimana kondisinya bersama calon keponakan saya,mereka semua baik-baik sajakan dok.
Dengan wajah penuh kepanikan Frans terus mencerca dokter puspita.
Dokter puspita: tuan mari ikutilah keruanganku akan aku jelaskan kondisi dan tindakan yang kami lakukan.
Terlihat keduanya berjalan beriringan dengan Frans mengikuti dokter puspita menuju ruangannya.
Sesampainya disana dokter puspita mempersilakan tuan Frans untuk duduk dan pembicaraan pun dimulai.
Dokter puspita:saya mendapatkan telfon dari caca dan dia meminta saya untuk datang kepadanya, dia mengirimkan alamat keberadaannya dan itu di hotel Karang Kris Agung, setelah itu saya dan team melaju kesana sesampainya disana kami mendapati caca dalam keadaan tergeletak dilantai dengan berlumuran darah yang terus mengalir, caca terus meringis kesakitan lalu kami memberinya pertolongan lalu memutuskan membawanya kerumah sakit ini, karena caca mengalami kontraksi yang terjadi karena benturan keras pada perutnya, setelah sampai disini kami melakukan observasi dan hasilnya diputuskan bahwa bayinya akan dikeluarkan karena sudah tidak ada detak jantungnya, semua ini kami sayangkan namun kami harus menyelamatkan caca kalau tidak mereka akan meninggal. Setelah beberapa jam oprasi berlangsung akhirnya semuanya berhasil meskipun kami gagal menyelamatkan kedua bayinya, tapi caca berhasil selamat dan sudah berada diruangan pemulihan.
Frans: Apa?.... Bagaimana bisa dokter gagal menyelamatkan kedua ponakanku, dokter seharusnya menyelamatkan semuanya.
Dokter puspita:tuan Frans kondisi saat itu tidak memungkinkan melihat keadaan caca yang sangat lemah dan hampir meregang nyawa karena mengalami syok. Aku mohon tenanglah tuan karena adik tuan membutuhkan tuan sebagai penguatnya dikeadaan seperti ini, caca belum tahu apa yang terjadi pada calon bayinya jadi tolong tuan Frans mendampingi kami untuk menenangkan caca saat kami memberi penjelasan karena ini akan sulit bagi caca.
Dalam keadaan menahan marah, Frans menggumam dalam hatinya, caca sayang kenapa bisa ini terjadi, kenapa kau harus menanggung ini semua, si brengsek Noldi harus membayar semua ini,bukan hanya kesakitanmu tapi juga kesakitan karena kehilangan calon ponakanku.
Dokter puspita:tuan Frans mari ikut denganku kita harus menemui caca diruangan pemulihan dan memberitahukan keadaannya saat ini dengan itu kita bisa membantunya untuk pulih dan semoga dengan kehadiran tuan disana bisa meringankan tekanan yang ia rasakan.
__ADS_1
Frans: baiklah dokter, tapi dokter apa ini tidak akan membuatnya mengalami syok dan menambah buruk keadaannya?
Dokter puspita:cepat atau lambat caca harus tahu kondisinya karena itu butuh waktu untuk menenangkannya.
Mereka berdua menuju ruangan dimana caca berada dan terlihat disana ada beberapa perawat yang menemaninya.
Perawat:Dokter pasien telah sadar dan reaksi dari pasien sudah mulai terlihat.
Dokter puspita :baiklah suster, tinggalkan kami.
Perawat: baik dokter.
Dengan rasa penuh ibah Frans mengusap kepala caca berusaha menahan tangis kepedihannya, melihat saudarinya tergeletak tak berdaya. Dokter puspita memahami itu lalu perlahan menepuk bahu Frans berusaha menenangkan, tak lama itu caca mengeluarkan suara,,,, dok.... Dok.... Dokkk, dengan nafas tertekan menahan rasa sakit, melihat itu Frans langsung mengusap air matanya yang hampir menetes. Dokter lalu menghampiri caca dan meraih tangannya.
Dokter puspita: caca......, kau mendengar?
Caca:dokter bagaimana keadaan bayiku, apakah dia baik-baik saja? Kak Frans menwmuiku siapa yang memberitahukan jika caca disini?
Kak frans:caca kenapa kau selalu melakukan ini? Kakak sudah memberitahu u jangan lakukan apa pun nanti akan membuatmu kesulitan.
Caca:kak Frans bayiku bagaimana, kenapa dokter puspita hanya diam, apa yang terjadi kak?
Terlihat Frans merangkul bahu caca dan menyenderkannya kedalam dadanya sambil mengusap kepalanya dokter puspita pun menjelaskanya.
Dokter puspita:caca apa pun hasil tindakan yang kami lakukan itulah yang terbaik saat itu, kami terpaksa mengangkat kedua calon bayimu karena kondisinya tidak bisa dipertahankan akibat benturan keras itu membuat denyut jantungnya berhenti.
Caca :tidakkkkkkkkkkk, tidakkkkkkkkk
Terdengar teriakan kerassss dalam ruangan itu yang membuat semuanya piluh terutama frans
Frans:sayangk sabarlah dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kalian berdua.
Caca:katakan ini bohong kak, ini bohong kak.
Caca terlihat lemas dan tak sadarkan diri dalam dekapan tuan Frans dengan sigap dokter puspita menyuntikkan obat agar kondisinya membaik.
Dokter puspita:tuan Frans biarkan caca beristirahat sebentar, sebaiknya tuan meninggalkannya disini kami akan mengawasi dan memberikan setiap laporan tentang kondisinya.
Frans:baiklah dokter lakukan yang terbaik untuk adik saya dan satu lagi jangan biarkan siapapun mengunjunginya termasuk suaminya.
Dokter puspita: baik tuan, kami memahaminya.
Mereka lalu meninggalkan ruangan itu. Frans nampak menahan marah dan meminta pamit pada dokter puspita.
Frans pun berlalu pergi dari rumah sakit itu, menuju ke parkiran rumah sakit,
__ADS_1
Haloooo ,,,Toni datang dan jemputlah aku,
toni: Haloooo tuan aku akan segera sampai disana tuan.