Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode 34 Berduaan


__ADS_3

"Pagi yang tak biasa,saat bangun senyum manis mengembang di bibirku melihat tangan yang kekar melingkar erat di perutku,cintaku dan juga duniaku,sedang berbaring bersamanku,tidurnya sangat nyenyak,aku tak tau kapan terakhir aku melihat wajah yang tampan dan damai ini,tak terasa air mataku menetes dan terlintas pemikiran bagaimana hidupku tanpa dia.


"Pagi sayang...........,seraya ucapan itu membuyarkan lamunanku,ternyata sang empunya hatiku ini sudah bangun dan tersenyum manis sambil beranjak dan bersandar di bahuku.


"pagi kak,sambungku seraya menghapus air mataku.


"ada apa sepagi ini ada air mata dipipimu? tannyanya sambil mengangkat wajakuh kearah wajahnya.


"kakak?


"ia,jawabnya


""jika aku meminta sesuatu apa kakak akan memberikannya untukku?tanyaku dengan wajah yang berusaha tegar.


"tentu saja sayang ,sambil memelukku, sayang apa yang kamu mau?


"aku hanya ingin selalu bersama, dan kemanapun kakak pergi aku ingin ikut.apa lkakak bisa memberikan semua itu?tanyaku dengan serius.


"hmmmmmmmmmmmmmm,sambil menghela nafas panjang kak noldi melepaskan pelukan dan menuntunku untuk berdiri tepat dijendela kamar.


"sayang .......banyak hal didunia ini yang mungkin bisa kita miliki tapi tidak bisa selalu dalam genggaman kita,Tapi percayalah semuai itu ada maksud dan tujuannya,sambil memeluk dengan erat.


"mendengar ucapan kak noldi membuat hatiku teriris, sakit banget rasanya mendengarnya langsung,aku tau bahagiaku hari ini adalah mimpi yang akan segera berakhir,tanpa sadar air mataku pun mengalir lagi,sambil menggigit bibirku aku berusaha mengendalikan sesaknya batinku,kulepas perlahan pelukan itu lalu pergi berlalu kearah kamar mandi untuk membersikan diri .


"sayang.........suara kak noldi memanggilku,tapi dengan masih menggigit bibir aku terus beralu tanpa menghiraukannya.

__ADS_1


        Derasnya siraman air shower ini menyatu nyata dengan derasnya tangisku,sampai dada ini sesak tak tertahankan getarannya membuat semua ini seperti mimpi buruk,sampai detik ini aku belum seutuhnya bisa menjadikan alasan baginya untuk tetap ada disisinya,aku tidak memahami takdir cintaku ini,dan juga hatiku hanya menginginkannya, Aku tidak pernah menyesal menjadikannya pasangan hidupku tapi mungkin ini adalah balasan untukku yang memilikinya dengan memaksakan kehendakku,walaupun pernikahan ini adalah keinginanku dan pria yang bersamaku adalah pria yang kuingini tapi kenapa untuk memilikinya sangat sulit.


Terlintas banyak pertanyaan dalam benak ini.


Tok....tok....tok...sayang kok lama banget......,terdengar suara dari luar,


"segera aku mengusaikan aktivitasku lalu beranjak untuk keluar dari kamar mandi .


Berpapasan didepan kamar mandi,taksanggup aku menatapnya,jadi aku berlalu tanpa menyambut ucapannya.


Bergegas aku menggunakan pakaian saat kak noldi masuk ke kamar mandi,aku hanya berusaha untuk membentengi diriku dengan tak terlalu berharap bergantung padanya.


Perut ini sangat lapar,bergegas menuju lantai bawah rumah untuk memasak,meskipun tidak terlalu bisa memasak tapi aku hanya ingin melakukan kewajibanku.


"sambil berlalu membawa hidangan omlet menuju meja,ayo kita sarpan dulu,ucapku singkat sambil berlalu.


"owhhhhhhhhhhhhh,baiklah sayang suara itu terdengar sambil melangkah mengikutiku.


Suasana sarapan pagi ini,hanya dihiasi dengan bunyi sendok dan garpu yang saling bertautan dan suara kunyahan,tak ada obrolah sama sekali.


Saat sarapan selesai dengan cepat aku membereskan peralatan makan.


"sayangk...........tolong buatkan secangkir kopi untukku,aku menunggu di balkon kamar,seru kak noldi dari arah tangga.


"baiklah kak sahutku tanpa ekspresi.

__ADS_1


Saat ingin mengantar kopi,ntah kenapa air mataku pengen sekali menetes,sampai-sampai aku menaruh kopi yang ada ditanganku di atas meja,dan menghapus kasar air mataku yang hampir menetes,sambil mencoba menenangkan batinku.


Aku pun mengambil kopi itu dan mengantarnya,tapi saat aku ingin melangkah menuju balkon aku mendengar suara percakapan dan itu bisa dipastikan itu percakapan lewat telfon dan aku memutuskan untuk berdiam tak jauh dari pintu menuju balkon itu dan mendengarkan percakapan mereka.


"halo....halo frans,ucap kak noldi


"halo.............bos,maaf menggangu istirahat bos.........


"ia ada apa?tanya kak noldi dengan nada serius.


"bos............menurut mata-mata kita di daerah timur sana,akan ada transaksi senjata dua hari lagi di pelabuhan nongyang, transaksi ini di intai oleh beberapa gengster dari beberapa negara? apa kita akan ambil andil atau kita lupakan saja?


"hmmmmmmmmmm,terdengar helaan nafas panjang dari kak noldi,tanpa ragu ........Tentu saja kelompok kita haru ada disana untuk mengambil alih transaksi itu,tolong atur semua yang kita butuhkan, usahakan pasukan bawa air kita bergerak dengan cepat ,tenggelamkan kapal pengangkut senjata itu dan derek ke pangkalan milik kita,lalu perintahkan pasukan udara kita untu berjaga-jaga dari kemungkinan serangan yang terfatal dari armada lain,dan juga armada di darat juga kerahkan untuk mengawasi pasukan gengster yang berkeliaran disana,dan harus ingat jangan sampai misi ini terdeteksi oleh pasukan gengster lain itu akan menimbulkan pertempuran.


"baiklah,siap dilaksanakan, tapi siapa yang akan menggambil alih komando untuk misi kali ini?tanya frans


"frans...........aku sendirilah yang akan mengambil alih misi ini,malam ini aku akn ke markas untuk memastikan semuanya siap untuk menjalankan misi.


"baiklah bos..........


"dan juga frans jangan lupa .......teo tidak boleh tau hal ini, karena kamu tau adiknya dia adalah wanita yang aku nikahi,tentu saja akan ada masalah baru yang muncul,kamu tau bukan seperti apa hidup kita diluar.


Seperti disambar petir,hatiku sangat kaget,ketika tau kak noldi akan pergi lagi,dan yah yang bikin aku sedih adalah ucapan yang menyebutku sebagai wanita yang dinikahinya,yang tanpa sadar itu artinya kehadiranku di dalam hidupnya hanya sebagai  seorang wanita yang dinikahi karena berdasarkn pertemanan dengan rekan bisnis.


"berusaha tegar,aku masuk tanpa permisi dan juga berakhirnya telfon itu,kak ini kopinya,sambil meletakkannya di atas meja dan sedikit mengembangkan senyuman dibibirku walau terpaksa,lalu pergi tanpa menunggunya menjawabku.

__ADS_1


__ADS_2