Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
EPISODE 60 #Kecewa dalam diam


__ADS_3

Cinta tidak akan menyakitkan seperti ini bisakah ini hanya mimpi Tuhan yang akan hilang jika pagi telah tiba, Tuhan jangan hancurkan kepercayaanku ini, lihatlah priaku sedang terbaring disana, nyaris tak berbusana kenyataan apa ini seperti inikah priaku diluaran sana?Tuhannnnn ini hanya mimpi bukan. Masih dalam keadaan yang menahan rasa sakit caca berusaha menggapai tempat dimana suaminya sedang tergeletak tak berdaya, sejuta pertanyaan pun terlintas dalam benak dan pikiran caca, apa yang sedang mereka perbuat dalam kamar ini. Sialll...... dasar ****** hardik caca kearah Anne yang masih berdiri tidak jauh dari pintu kamar itu, apa yang kalian lakukan berdua disini?


Apa pun yang kami lakukan disini bukan urusanmuanak kecil pergilah dari sini, usirAnne dengan nada ketus.


Ada perdebatan antara caca dan Anne disana.


Caca: siapa kau berani mengusirku dari sini? Seharusnya kalah yang pergi dari tempat ini kau lihat pria itu, kau tahu siapa dia? Dia adalah suamiku jadi pergilah dari sini.


Anne:AHAAAAAAAA,, HAI Anak kecil usia mu saja masih bocah, tapi pandai melontarkan lelucon, mana mungkin pria dewasa menikahi seorang anak perempuan yang usianya terpaut jauh, jadi simpan omong kosong mu itu


Dengan geram caca berusaha menahan rasa sakitnya dan berusaha meraih tasnya yang terjatuh tidak jauh dari tempat dia terhempas tadi, tapi tiba-tiba rasa keram terjadi begitu hebat sampai caca berteriak Akhhhhhhhh.....


Mendengar suara itu sontak membuat Anne menoleh kearah caca dan mendapati caca terkapar berlumuran darah, dengan rasa takut Anne pun berusaha membenahi pakaiannya, saat Anne membereskan dirinya, caca pun meraih tasnya dan mencari ponselnya disana seketika Caca pun terlihat Berusaha menghubungi seseorang tapi tidak berhasil, terus dilakukan hingga terdengarlah suara seseorang dibalik terfon itu. Ada percakapan disana yang berlangsung singkat.


Caca: halllo Randa,, segeralah datang kealamat yang aku kirim tadi aku membutuhkan bantuan mu jangan lupa ajalah seseorang denganmu.


Randa: baikla bu aku dan Agustinus 10 menit lagi akan sampai disana, apakah ibu membutuhkan sesuatu yang lainnya agar aku bawakan?


Caca: tidak cepatlah datang,,,

__ADS_1


Randa: baikla bu.


Tutttttt........ Tuuuuuuuuuuttttttttt


Percakapan pun berakhir disana, seperti yang diketahui Randa merupakan asisten pribadi tuan Noldi semua yang berhubungan dengan pekerjaan Noldi Randalah yang mengaturnya dan selalu berada bersama Noldi. Masih dalam keadaan menahan rasa sakit caca berusaha menghubungi seseorang yang lainnya dan ternyata itu adalah dokter Puspita dokterkandungan caca, ada percakapan singkat disana.


Caca:dokter, sesuatu terjadi padaku aku terjatuh dan dara terus mengalir keluar segeralah datang ke alamat yang aku kirim kepada dokter, aku tidak bisa menahan rasa sakit ini.


Dokter puspita: Hallo caca,,, apa yang terjadi tetaplah tenang 10 menit lagi aku dan team akan segera tiba.


Tuuuuu[ttttttttttttttttttttt..... Tutttttttttttt percakapan pun berakhir dan terlihat caca meringis kesakitan lemas dilantai, darah segar terus mengalir.


Randa : apa yang terjadi pada ibu, kenapa ada darah disini?


Caca :lihatlah tuamu tergeletak disana uruslah dia,


Randa :baiklah bu, tuan akan aku urus, tapi aku akan membawa ibu terlebih dahulu ke rumah sakit, keadaan ibu sangat buruk.


Caca: Tidak Randa bawalah tuan pulang

__ADS_1


Randa :tapi,,, bu


Caca :aku baik-baik saja, pergilah


Randa :baiklah bu,


Karena perintah dari caca Randa dan Agustinus memopong tubuh kekar itu keluar dari kamar itu  menuju lobi hotel, saat berada di lobi mereka berpapasanka dengan dokter Puspita yang juga terburu-buru menuju kearah kamar dimana mereka keluar tadi, Apa yang terjadi itulah yang ada dalam benak mereka berdua belum lagi tadi sebelum mereka sampai dikamar mereka berpapasan dengan seorang wanita yang juga keluar dari kamar yang sama dengan mereka dalam keadaan berantakan, semua pertanyaan muncul dalam benak mereka. Akhirnya mereka berdua melaju menuju villa kediaman tuannya, keadaan Noldi masih tidak sadarkan diri. Ada percakapan diantara mereka berdua dalam perjalanan itu.


Randa: apa yang akan kita katakan dalam situasi ini Agustinus, jika tuan sadar nanti dari mana kita harus memulai bercerita?


Agustinus: aku pun juga bingung Ran, apalagi keadaan istri tuan tadi sangat buruk ada darah disana, bagaimana jika terjadi sesuatu pada istri tuan?


Randa: itulah yang aku Takut kan Gus, apa lagi istri tuan saat ini sedang mengandung, jika terjadi sesuatu padanya maka habislah kita berdua karena membiarkan istri tua dalam keadaan itu.


Agustinus:Tapi itri tuan menyuruh kita pulang membawa dan mengurus tuan, dan menolak untuk kita bawa ke rumah sakit, tapi yah semoga saja dokter Puspita tidak terlambat menolongnya.


Rangga :semoga saja.


Setibanya di kediaman tuannya mereka berdua segera membawa tuannya kekamarnya dan menidurkannya disana

__ADS_1


Randa pun memerintahkan Agustinus untuk menghubungi caca tapi ponsel istri tuannya tidak dapat dihubungi.


__ADS_2