Sakitnya Mencintai Dalam Diam

Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Episode 2 Suasana pesta


__ADS_3

    Saat semua mata tertuju padaku ... aku  dengan bangganya melangkah menuju meja dimana Ayah, Ibu, Kakak menungguku. Tiba saatnya puncak acara akan dimulai dimana akan melakukan pemotongan kue dan juga acara pemberian kado dari orang-orang terdekat. Akhirnya acara melelahkan inipun telah usai, para tamu undangan pun meninggalkan tempat acara. Saat ini hanya ada aku dan kak Teo duduk di balkon rumah, kami duduk sambil bercerita ditemani seorang pria yang setia berdiri di belakang kak Teo ,hmm dia adalah Noldi sahabat kak Teo.


kringg...


kringg...


ponsel kak Teo berdering, diapun berlalu dan meninggalkan kami, tanpa sadar aku menoleh kearah belakang dan mataku menatap seorang pria yang dari tadi berdiri dibelakangku.


degup jantung ini sangan kencang


seperti berlari maraton,


Apa ini?


gumamku dalam hati, dengan malu aku pun memalingkan mukaku kearah depan, pipiku sangat panas dan seperti bengkak..


 kak Noldi pun bertanya apakah aku membutuhkan sesuatu.


Sangat lama kami menunggu kedatangan kak Teo akan tetapi belum  kembali juga, kuputuskan untuk berbincang dengan  kak Noldi.


Tiba-tiba kak Teo pun memanggilku ke ruang tamu rumah kami, aku pun segera menemuinya dan ternyata disana sudah ada Ayah dan Ibu.

__ADS_1


Mereka menatapku dengan sedih, entah ada apa ini, Ayah memulai pembicaraan .


    Pada intinya keluargaku akan segera pindah keluar negeri tepatnya di negara super power, Amerika Serikat bukan tanpa alasan semua itu karena Ayah dan kak Teo ingin membangun jaringan bisnis yang lebih besar lagi untuk masa depan bisnis kami kedepannya. Kantor pusat bisnis kami di ibukota akan segera dipindahkan kegedung baru di Amerika Serikat. Dulu Ayah ingin hidup dipedesaan sampai akhir hayatnya akan tetapi seiring waktu Ayah berubah pikiran dan menuruti saran dari kak Teo.


''Ayah bagaimana jika aku ikut dengan kalian, dengan suara merengek, tapi Ibu langsung memelukku sambil membujuk Ayah.


tapi ...


Ayah dengan banyak pertimbangan lalu memutuskan  untuk meninggalkanku di Indonesia sampai pendidikanku selesai dan baru bisa menyusul mereka.


Aku berusaha membujuk kak Teo agar meminta Ayah biar mengijinkanku untuk ikut dan melanjutkan studiku di  Amerika saja,


"kapan Ayah dan Kakak akan ke Amerika ? tanyaku"


"hhmmmm empat hari lagi.


tapi, bagaimana dengan kak Iky? bukanka kulianya belum selesai? tanyaku sambil berharap Ayahku mengurungkan niatnya.


Ayah tersemyum ...sambil memelukku dan mengecup kepalaku dengan lembut seakan menguatkanku dan berkata" kak Iky sudah mengambil semester pendek dan bulan depan akan selesai dan akan segera menyusul kami.


"seketika aku merasa sedih dan menangis.

__ADS_1


"Ayah ...


sebelum meninggalkanku selama tiga tahun kedepan apakah aku boleh meminta sesuatu?


sambil tersenyum Ibuku menoleh kearah Ayah sambil mengiyakan bahwa apa pun yang aku minta akan diberikan,


"Tentu saja sayangku kata Ayah, apapun yang putri  Ayah inginkan akan Ayah berikan.


"Serius Ayah ?


"Tentu saja .."


bagaimana dengan kak Teo, tersenyumku sambil menoleh ke arah kakakku yang tersenyum kearahku.


"Tentu saja adikku, apapun yang kau mau adalah perintah bagiku.


Baiklah kataku sembari tersenyum.


Baiklah Ayah,ucapku.


Besok pagi aku akan memberi tahukan apa yang aku inginkan,kataku sambil berlalu meninggalkan mereka menuju kamarku.

__ADS_1


__ADS_2