
Farah duduk disisi ranjang. Dia menunduk mengucapkan zikir dalam hati. Ini adalah kamar pengantinnya. Kamar indah bernuansa merah muda berpaduan putih dengan hiasan bunga-bunga disetiap pojok kamar. Dengan aroma melati dari bunga yang tadi siang menyempurnakan penampilannya. Rangkaian bunga melati yang sengaja ia simpan di dalam kamar pengantin ini.
Riasan di wajahnya masih sangat sempurna. Khas pengantin dengan bulu mata yang lentik dan lipstik yang merah merekah. Dia bahkan masih mengenakan gaun pengantinnya yang indah.
Hatinya menderu saat pintu kamarnya terbuka pelan.
“Mas Zayn.” Bibirnya mengguman pelan tepat saat sesosok itu masuk kedalam kamar pengantinnya. Laki-laki yang telah sah menjadi suaminya.
"Assalamu’alaikum,” ucap laki-laki bernama Zayn yang baru masuk ke dalam kamar. Wajahnya nampak lelah karena seharian sibuk menerima tamu dan teman-temannya yang sengaja pulang larut karena ingin menganggu malam pengantin laki-laki ini.
"Wa’alaikumussalam, Mas,” jawab Farah pelan dengan seuntai senyum di bibirya. Dia berdiri dari duduknya dan dengan malu-malu dia mengangkat wajahnya untuk menyambut Sang suami.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Farah,” ucap Zayn lembut. Jantungnya berdegup merdu saat kedua matanya menatap wajah cantik wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
Farah mengangguk pelan. “Tidak apa-apa, Mas,” jawabnya. Mata mereka saling menatap.
Mereka berdiri berhadapan, saling bertukar pandang penuh kekaguman. Ini adalah sebuah ikatan yang diridloi Allah. Yang didalamnya menyimpan banyak sekali janji dan ketaatan. Berpayung sebuah ikrar suci yang membawa cinta dalam hati menjadi cinta yang direstui oleh Illahi.
Zayn mengulurkan tangan untuk mengenggam kedua tangan Farah. Dia kemudian membawa tangan Farah pada bibirnya. Menciumnya dengan penuh kasih sayang. Sesuatu yang membuat Farah terbengong. Dia segera menarik tangannya dari Zayn.
“Mas,” pekiknya.
Zayn menatapnya. “Kenapa?” tanyanya.
“Seharusnya aku yang mencium tangan, Mas Zayn,” jawab Farah. Ini tabu baginya. Farah segera mengambil tangan kanan Zayn dan menunduk menciumnya. Menciumnya dengan penuh rasa hormat dan kepatuhan.
Inilah mereka, dua anak manusia yang dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Dua anak manusia yang mulai hari ini akan menjalani rumah tangga. Sebuah perjalanan baru yang penuh dengan warna. Jalan yang nantinya mungkin tidak selurus kisah-kisah indah dalam dongeng. Namun yakinlah, bahwa selama iman masih tertaman kuat dalam hati, maka semua akan baik-baik saja.
Zayn tersenyum. “Sholat, yuk,” ajaknya. Jantungnya berdegup kencang sebenarnya. Ah, ini adalah malam pengantinnya. Malam yang kata orang adalah malam yang luar biasa.
Farah mengangguk. “Biar kubersihkan make up ini dulu,” jawab Farah. Dia melepas genggaman tangannya pada Zayn. Setelah itu, Farah mengambil pembersih make up miliknya.
“Ada yang bisa ku bantu? Sepertinya make up itu sangat tebal.” Zayn menawari.
"Boleh,” jawab Farah senang. Dia memberikan milk cleanser pada Zayn.
“Bagaimana cara memakainya?” Zayn bertanya lagi. Pertanyaan yang membuat Farah terkikik. Dia kemudian menumpahkan milk cleaser diatas telapak tangan Zayn.
__ADS_1
“Usapkan ini merata di wajahku,” jelas Farah.
Zayn mengangguk mengerti. Dia dengan pelan mengoleskan milk cleanser itu merata di wajah cantik Farah. Wanita itu tersenyum dan merasa tersanjung akan hal ini. Laki-laki yang mau membantunya membersihkan make up yang ia pakai. Baginya, ini adalah hal yang luar biasa.
Zayn menatap wajah Farah dengan sesuatu yang berdegup di dirinya. Denyutannya begitu terasa. Akhirnya, dia mendapatkan Farah dalam hidupnya. Zayn mengucapkan syukur dalam hati. Berterima kasih kepada Tuhannya.
"Jika sudah rata, bersihkan dengan ini, Mas,” ujar Farah sambil memberikan kapas pada Zayn. Laki-laki itu menerima kapas pemberian Farah dan kemudian membersihkan wajah istrinya dengan perhatian.
“Sepertinya setelah make up ini terhapus, wajahku akan berubah menjadi jelek,” ucap Farah. Dia memejamkan matanya malu.
“Kamu cantik, siapa yang bilang kamu jelek,” sahut Zayn.
“Aku,” jawab Farah. Dan Zayn langsung menyentil hidungnya pelan. Membuat Farah membuka mata dan menepuk lengan Zayn pelan.
"Kenapa menyentil hidungku,” protesnya manja. Dia bahkan langsung memasang wajah yang cemberut.
Mendapat protes dari Farah, Zayn dengan sengaja mencubit pipi Farah dengan gemas. Dia selalu ingin melakukan ini pada Farah, mencubit pipinya yang cubby.
"Kamu bikin Mas gemes," ujar Zayn.
Zayn adalah sekertaris desa dan Farah adalah guru SD. Mereka bertetangga desa. Jika ditanya kapan mereka pertama bertemu, maka jawabannya adalah saat mereka sekolah dasar. Zayn kakak kelas yang menabrak Farah saat istirahat dan dia juga menakuti Farah dengan cicak yang ekornya putus.
Farah langsung histeris dan menangis waktu itu. Tangisan yang membuat Zayn tertawa terbahak-bahak dan merasa puas.
Zayn masih ingat, pagi setelah itu. Ibu Mia, ibunda Farah menunggunya di depan gerbang sekolah dan memarahinya. Memarahinya karena menabrak serta menakuti Farah dengan cicak.
Zayn ingat bagaimana, Ibu Mia menjewer telinganya dan membawanya ke ruang kepala sekolah untuk mengadukannya. Dan disitulah Zayn berjanji untuk selalu menggoda Farah saat ada kesempatan.
“Apa yang sedang Mas pikirkan. Kenapa senyum-senyum sendiri, apa ada sesuatu yang lucu?” tanya Farah. Sekarang dia membersihkan wajahnya menggunakan micellar water. Ini agar semua sisa make up bersih sempurna dari wajahnya.
“Aku sedang mengingat jeweran Ibu di telingaku,” jawab Zayn. Dia tersenyum lebar saat menjawabnya. “Anak kecil yang beliau jewer, sekarang menjadi menantunya,” lanjut Zayn. Itu sebuah judul yang seru.
Kedua sudut bibir Farah melengkung membentuk senyuman mendengar itu. Dia juga ingat bagaimana ibunya menjewer telinga Zayn karena pengaduannya.
"Aku yang mengadukan Mas pada Ibu," ucap Farah.
Zayn menoleh menatapnya. "Aku sudah tahu. Kamu gadis pengadu," jawab Zayn. Dan sekali lagi dia mendapatkan pukulan manja di lengannya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan make up di wajahnya. Kini Farah hendak membuka pakaian pengantinnya.
Farah berdiri dan mencoba membuka resleting bagian belakang bajunya. Tetapi tangannya tidak cukup panjang untuk mencapainya. Dia mencobanya lagi tetapi masih tidak bisa.
“Umm, Mas, boleh minta tolong ini,” tanyanya malu.
"Apa?"
Farah memperlihatkan bagian punggungnya dan menunjuk resleting bagian belakang gaun pengantinnya. "Ini," ucapnya.
Zayn mengangguk. Dia berdiri di belakang Farah dan dengan pelan menarik kebawah resleting gaun pengantin Farah. Jantungnya berdegup. Malam ini akan menjadi malam miliknya. Malam syahdu yang melelehkan purnama. Ya, inilah malam pengantin mereka.
Setelah Zayn berhasil membuka semua resleting gaun itu, Farah segera berlari ke kamar mandi, meninggalkan Zayn yang terbengong di tempatnya. Zayn yang bahkan belum menyentuh apapun pada bagian punggungnya.
Cepat sekali gadis itu kabur, batin Zayn. Dia membawa pandangannya pada Farah yang menghilang di balik pintu kamar mandi.
“Terima kasih, Mas,” ucapnya sebelum menutup pintu.
Zayn tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya. Dia kembali duduk di sisi ranjang untuk menonaktifkan ponselnya dan juga ponsel Farah. Malam ini, adalah malam milik mereka berdua. Tidak ada yang boleh mengganggu.
______
Catatan Penulis.
Terima kasih sudah mampir ke ceritaku. Jangan lupa klik berlangganan ya, biar nggak ketinggalan lanjutan kisahnya. Jangan lupa like koment dan vote.
Kisah ini adalah sebuah kisah tentang seorang perempuan yang mengidap penyakit vaginismus. Salah satu penyakit langka tentang reproduksi.
Mengangkat konflik ini, tentu bukanlah hal yang gampang. Author masih belajar. Jadi mohon koreksinya jika nanti ada kesalahan dalam penyampaian.
Dan tentu Author ingin bilang ... BERHENTILAH BERTANYA "KAPAN" PADA ORANG-ORANG YANG BELUM MEMILIKI KETURUNAN. Pertanyaan basa-basi yang melemahkan hati wanita.
Sekian curhatannya 😘
Ummm, satu lagi. Aku sangat merindukan kalian sahabat di NovelToon. Apa kabar kesayangan aku? Semoga baik disana. Peluk jauh dariku. 😘
Maaf kalau ada typo2. Jangan lupa like koment, vote dan share ya kawan tersayang 😘 padamu. Luv luv.
__ADS_1