
Malam dengan sinar purnama begitu sempurna. Zayn membawa Farah pada ingin yang seolah tak terbendung. Wanita itu telah terbawa hasrat karena kecupan-kecupan Zayn pada tubuhnya. Dia yakin, ini akan berhasil. Namun ternyata ... dirinya masih sama. Dia merasakan sakit luar biasa saat Zayn mulai ingin menyatukan tubuh mereka.
Kembali bulan madu yang seharusnya menjadi cerita bahagia. Malah menjadi beban pikiran untuk Farah Amalia. Wanita itu menjadi murung dan memikirkan kenapa dia sebenarnya. Kenapa orang lain begitu mudah melakukan hubungan itu, sementara dirinya sangat susah.
Bulan Madu telah usai. Namun hingga kini Farah masih kesulitan untuk melayani suaminya. Dia benar-benar merasa menjadi wanita yang bodoh dan payah.
Itu ... bahkan terjadi hingga malam ke lima belas di malam pengantin mereka. Apakah ini masih dinamakan malam pengantin? Mungkin saja tidak. Namun bagi mereka berdua malam-malam yang dilalui dengan kekecewaan adalah malam pengantin mereka. Tidak perduli bagaimana itu terus saja gagal.
Ya, hingga detik ini ... Zayn belum bisa mengambil kembang perawan Farah istrinya.
Ya, hingga detik ini ... wanita itu masih belum bisa memberikan haknya.
"Aku minta maaf, Mas," ucap Farah untuk kesekian kali. Dia benar-benar malu dan menyesal atas dirinya sendiri. Dia sudah melakukan berbagai cara agar hatinya tenang dan malam pengantin mereka bisa berjalan dengan mulus tetapi tetap aja, tiba-tiba ada ketegangan saat semua akan terjadi.
Farah menggenggam erat tangan Zayn. Dia menciumnya. "Aku minta maaf, Mas," ucapnya lagi. Dia sedih melihat kekecewaan di wajah Zayn untuk yang kesekian kali.
"Zayn mengganguk. "Aku akan sabar menunggu hingga kau siap, Far," jawab Zayn sama seperti malam yang sudah-sudah.
Farah menangis menatapnya. Dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri.
"Aku siap, Mas. Aku mau. Aku mencintaimu tapi sungguh aku tidak tahu kenapa aku begini," jawab Farah.
Zayn menyelimutinya dan dia memaklumi dengan rela.
"Iya, Sayang. Mas tahu. Mungkin, ini juga salahku yang tidak pandai membuatmu relaks," jawab Zayn. Bukan perkara selalu gagal dan bagaimana kecewanya dia tetapi Zayn takut jika Farah menjadi trauma. Karena setiap kali mereka mencobanya, Farah kan merasakan sakit yang luar biasa. Zayn sudah cukup berterima kasih karena Farah tetap berusaha untuk melayaninya.
Zayn mengecup puncak kepala Farah dan mengucapkan do'a untuknya. Setelah itu, mereka saling diam hingga perlahan memejamkan mata.
Pagi hari, mereka mesra layaknya sepasang pengantin baru. Banyak sekali ledekan untuk mereka. Zayn selalu berbohong bahwa malam-malam mereka begitu indah seperti yang kebanyakan orang ceritakan.
"Bu Farah ...." anak-anak kelas satu berebut untuk memeluknya.
__ADS_1
"Assalamualaikum," sapa Farah penuh kasih pada anak-anak didiknya.
"Wa'alaikumussalam Bu Farah," jawab anak-anak serempak.
Disini, bersama mereka, Farah sedikit melupakan kegelisahan hatinya.
"Waahh, Bu Farah sudah mulai ngajar," komentar salah satu wali murid saat jam istirahat. Beberapa anak memang masih manja dan sang ibunda datang untuk menemani pada jam istirahat.
"Aduuhh, pengantin baru auranya beda," sahut wali murid lainnya.
Farah tersenyum kecil. Setelah ikut berbincang sebentar, dia kembali sibuk memperhatikan tulisan anak-anak yang ada di mejanya. Sementara para wali murid masih membahas tentang malam pengantin dengan tawa dan sebuah ledekan. Ibu-ibu memang selalu seru saat berbincang.
Diam-diam Farah mendengarkan pembicaraan mereka. Dari obrolan itu, Farah menyimpulkan satu hal bahwa mungkin dia bisa mencoba dengan menambahkan baby oil atau minyak kelapa asli. Farah akan membelinya nanti.
Bismillah, semoga malam nanti, dia tidak mengecewakan Zayn.
Sepulang sekolah, dia mengirim pesan pada Zayn. Dia mengatakan jika dia akan ke kota untuk membeli sesuatu.
Pasti ada banyak pertanyaan jika ada tetangga yang tahu Farah membeli baby oil atau minyak kelapa.
"Kesini saja, Sayang. Kita ke kota bersama," balas Zayn.
"Tidak boleh bolos kerja, ya. Pak SekDes," gurau Farah dalam balasan chatnya.
"Hahaa. Sekali-kali tidak apa-apa," jawab Zayn asal.
"Korupsi waktu dosa lhoo."
"Sebentar lagi 'kan lebaran, Mas bakal minta maaf sama semua warga desa," balas Zayn lagi.
"Dosanya sama Allah, lho. Bagaimana."
__ADS_1
"Langsung istighfar."
Farah menepuk keningnya pelan. Dan tak lama, ponselnya berdering. Panggilan masuk dari Zayn. Farah segera menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum, Mas," ucapnya begitu panggilan terhubung.
"Wa'alaikumussalam, Farah Sayang," jawab Zayn dengan menyertakan kata sayang. Membuat wajah Farah bersemu merah. "Buruan kesini, kita ke kota bareng," ucap Zayn selanjutnya.
"Enggak mau ah, Mas jangan bolos kerja," jawab Farah enggan.
Zayn tertawa kecil di seberang sana. "Bercanda," katanya. "Mas ada urusan di kecamatan. Kita bisa bareng ke kota," jelas Zayn.
"Oooh." Farah mengangguk-angguk. "Baik, aku ke kantor kepala desa, Ya."
Panggilan selesai.
Jarak antara gedung SD dan kantor kepala desa, tidaklah jauh. Hanya sekitar 70m. Dengan motor matic berwarna merah miliknya, dia datang untuk bertemu Zayn.
"Eh ada Mbak Farah," sapa seseorang dengan senyum tetapi memiliki pandangan mata yang tajam. Dia adalah Inez, gadis cantik mantan pacar Zayn semasa SMA. Kisah cinta yang sempat membuat hampir semua orang desa baper. Zayn yang memiliki wajah rupawan dan Inez yang memiliki wajah cantik berkulit kulit putih dengan mata sedikit sipit seperti wanita-wanita Korea. Namun entah kenapa jalinan cinta itu kandas begitu saja.
"Iya, Mbak," jawab Farah dengan senyum.
"Mas Zayn ada tuh di dalam," ucap Inez seolah memberi tahu jika dia baru saja bertemu dengan Zayn.
______________
Catatan Penulis.
Maaf kalau ada typo2.
Jangan lupa like koment ya kawan tersayang 😘 Terima kasih.
__ADS_1