
Farah dan Zayn mampir sebentar ke rumah Bu Atun, Ibu kandung Zayn.
"Assalamualaikum." Zayn yang pertama kali mengucapkan salam.
Bu Atun sedang ada di dapur saat mereka datang. Dan beliau juga sama terkejutnya seperti Bu Mia setelah mendengar jika anak dan menantunya akan melakukan perjalanan ke kota Jepara.
Farah pamit dengan sangat santun meskipun terburu-buru. Dari sini, mereka mendapatkan bekal pisang rebus. Pisang lagi?
Dan setelah itu, mobil Zayn melesat cepat menuju kota Jepara untuk melakukan penyeberangan ke pulau Karimunjawa. Mereka memilih menaiki kapal ekspres bahari yang membutuhkan waktu 2,5 jam untuk sampai di pelabuhan Karimunjawa.
"Masih ngantuk?" tanya Zayn saat mereka berada di kapal.
Farah menggeleng. "Tidak. Aku tidak sabar untuk sampai Karimunjawa, huwaaaa. Ya Allah, seneng banget rasanya," ucap Farah. Dia lantas menyandarkan kepalanya di pundak Zayn dan memeluk laki-laki itu. "Makasih ya, Mas udah ajak Farah ke Karimunjawa," ucapnya dengan senyum.
"Sama-sama," jawab Zayn. Dia mengusap lengan Farah dan mencium pipinya.
Sambil menunggu kapal sampai, Farah sibuk mengabadikan perjalanan ini melalui kamera ponselnya. Sementara Zayn sibuk berselancar di dunia maya untuk mencari cara agar bisa sukses melewati malam pertamanya nanti. Agar dia bisa membuat Farah tenang, nyaman dan mereka menikmati malam indah bersama.
__ADS_1
"Mas, sudah pesan penginapan belum?" tanya Farah. Dia mematikan ponselnya dan memasukkan ke dalam tas.
"Sudah," jawab Zayn. Dia memesannya lewat online.
"Nanti kita menginapnya di hotel atau homestay?" tanya Farah lagi. Dia kembali menyandarkan kepalanya di pundak Zayn.
"Homestay. Mas memilih homestay di pinggir pantai," jawab Zayn.
Farah mengangguk. "Pasti sangat indah." Wanita itu tidak sabar untuk segera sampai. Kepalanya menoleh ke samping untuk memperhatikan laut dari tempatnya duduk.
"Karimunjawa ... aku datang!!" Farah berseru bahagia. Dia bahkan mengangkat kedua tangannya keatas sebagai bentuk rasa bahagianya.
"Kita ke homestay dulu, baru nanti ke pantai," ujar Zayn memberitahu istrinya. Farah mengangguk sebagai jawaban.
Farah dan Zayn langsung menuju homestay yang sudah mereka sewa. Sebuah homestay yang berada di pinggir pantai. Begitu indah dengan kolam renang yang langsung menyatu dengan pantai.
"Assalamualaikum," ucap Zayn setelah ia membuka pintu penginapan mereka. Dia mempersilahkan Farah untuk masuk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Farah saat ia menginjakkan kaki masuk ke dalamnya.
"Wa'alaikumussalam," Zayn yang menjawabnya. Dia mengikuti langkah kaki Farah setelah menutup pintu kembali.
Pengantin baru ini langsung di sambut bunga-bunga dan ranjang khas pengantin baru. Ya, Zayn memang memesan sebuah homestay untuk pengantin baru.
Pelan, Farah mengusap kasur dengan seprei putih bertabur bunga di atasnya. Jantungnya berdegup. Malam nanti ... mereka akan memadu kasih di sini. Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman saat ia merasakan tangan Zayn melingkar di perutnya. Laki-laki itu memeluknya dari belakang.
"Semoga kamu suka dengan ini," ucap Zayn setelah membuat kecupan di pipi Farah. Wanita itu semakin tersenyum dan mengangguk.
"Ya, Farah sangat suka, Mas," jawab Farah. "Ini sangat indah," lanjutnya. Tangannya mengusap lengan Zayn yang melingkar di perutnya. Farah sedikit menoleh dan dua bibir itu bertemu. Berayun merdu seperti ombak kecil di luar sana. Mereka berciuman dengan penuh cinta dalam hati.
______
Catatan Penulis.
Jangan lupa like koment ya kawan tersayang 😘 Terima kasih. Luv Luv. Maaf kalau ada typo2
__ADS_1