Sang Perindu Kesempurnaan

Sang Perindu Kesempurnaan
Bulan Madu


__ADS_3

Ciuman mereka semakin dalam. Zayn perlahan membalik tubuh Farah dan menetap wajahnya yang cantik. Mengusap pipi Farah dengan lembut dan kemudian kembali menyatukan bibirnya.


"Sayang, mari bahagia. Jangan pikirkan apapun selain kebersamaan kita berdua," ucap Zayn setelah menyudahi ciumannya. Dia menggenggam tangan Farah. Wanita itu mengangguk dengan senyum. Degup jantungnya memacu cepat. Sesungguhnya ia mulai terbawa suasana ciuman Zayn. Terlebih saat Zayn dengan sengaja menghembuskan nafasnya lembut di telinganya sesaat sebelum laki-laki itu berkata.


"Mau lihat area belakang homestay?" tanya Zayn. Sebenarnya, dia juga sama ... dia mulai terbawa hasrat pada Farah tetapi ia menahannya. Dia ingin benar-benar membuat malam nanti begitu istimewa dan luar biasa. Dia tidak ingin terburu-buru.


Zayn menggandeng tangan Farah dan mengajak wanita itu ke bagian belakang homestay. Saat pintu di bagian belakang di buka, laut lepas dengan warna biru bersekat hijau muda menyapa dengan sangat indah.


Farah menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Matanya termanjakan oleh indahnya alam ini. Dia melangkah menuju teras belakang dan berdiri di ujung pagar.


"Masyaallah, indahnya. Subhanallah ini sungguh luar biasa," puji Farah dengan mengagungkan nama Tuhannya. Pemandangan yang membuatnya terkagum-kagum.


Zayn tersenyum melihat Farah yang terlihat begitu bahagia.


"Mau berenang?" Zayn menawari.


Farah langsung menoleh menatapnya. Dan kemudian membawa pandangannya pada kolam renang di sisi kiri. Lagi-lagi wanita itu semakin meleleh melihat ini. Namun ....

__ADS_1


"Mas, aku tidak bisa berenang," ucap Farah menatap Zayn.


Laki-laki itu memeluknya. "Mas juga tidak bisa," sahut Zayn dan mereka tertawa bersama.


"Bukankah Mas jago berenang di sungai pinggir desa?" ujar Farah.


"Tidak juga," jawab Zayn. Dia menunduk mencium pipi Farah.


"Lalu apakah kita akan menyia-nyiakan fasilitas kolam renang ini?" tanya Farah.


"Bukankah Bu Guru lebih jago dalam berenang? Bu Guru sering mengajak anak muridnya ke kolam renang bukan?"


Zayn terkekeh dan ia meraih tangan Farah.


"Cobain, yuk," ajaknya. Dia mengajak Farah untuk mencoba berenang di kolam renang ini.


Farah menarik tangan Zayn. "Belum ganti baju," ucapnya.

__ADS_1


Zayn menatapnya nakal. "Tidak perlu mengganti baju, Sayang. Tinggal buka baju saja dan langsung masuk ke kolam," ucapnya. Ucapan yang membuat Farah malu membayangkannya.


"Mas, ish." Farah mencubit-cubit tangan Zayn. "Ngomongnya itu lhoo."


"Memangnya ada yang salah?" Zayn bertanya. Dia menarik tangannya dari genggaman Farah dan perlahan membuka jaket yang ia kenakan. Perlahan, dia juga membuka bajunya.


"Mas!!" Farah berseru malu. Dia menyerbu Zayn dan memeluknya. "Jangan buka baju di sini. Bagaimana jika ada yang melihatnya. Ini ruangan terbuka," ujar Farah. Dia mendorong tubuh Zayn dengan tubuhnya. Membuat laki-laki itu melangkah mundur hingga masuk kembali ke dalam kamar mereka.


"Tidak ada yang akan melihatnya, masing-masing kamar ada penyekatnya walaupun di luar ruangan. Jadi sangat aman saat kita berenang." Zayn menjelaskan.


"Memangnya begitu?" tanya Farah untuk memperjelas. "Mas tahu dari mana? Pernah ke sini? Sama siapa? Sama dia ya? Mantan pacar? Oh Astagfirullah, ngeri."


Kening Zayn berkerut. Kenapa bawa-bawa mantan.


"Astagfirullah, pikiranmu itu lho," sahut Zayn. Dia menyentil pelan hidung Farah. "Ngapain Mas kesini sama dia?"


"Dia siapa?"

__ADS_1


Zayn menatapnya tajam. Kedua tangannya berada di pinggang Farah. "Mas klikitik nih kalau nakal mancing-mancing bahas mantan dan ujung-ujungnya marah," sahut Zayn segera. Dia langsung membuat gerakan halus di pinggang Farah, membuat wanita itu tertawa karena rasa geli di pinggangnya.


Farah segera melepaskan tangan Zayn dan berlari. Namun tak lama, Zayn kembali menangkapnya. Dan mereka terjatuh di atas ranjang yang penuh dengan bunga-bunga.


__ADS_2