
Suasana sunyi dan kuatir menyelimuti ruangan yang bernuansa coklat putih itu membuat orang-orang yang ada di ruangan tersebut siap siaga.
“apa dia sudah bangun ?” tanya seorang pemuda memasuki ruangan tersebut dan menampilkan seorang wanita yang berbaring lemah di atas tempat tidur.
“belum leo” jawab seorang gadis yang duduk disamping wanita yang terbaring lemah itu.
“yun sudah lah jangan menangis lagi” ujar leo menenangkan yuni yang tak kunjung-kunjung berhenti menangis.
“mari kita makan, jika vira bangun melihat kita murung seperti ini pasti dia marah kepada kita” ucap leo membujuk yuni untuk ikut bersamanya makan.
“baiklah ayo kita makan, nanti dia marah jika melihat kita tidak makan” ucap yuni sembari mengusap air matanya dan beranjak dari duduknya.
Yuni dan leo meninggalkan ruangan dimana vira terbaring lemah dan tidak kunjung bangun, yuni yang melihat keadaan sahabatnya itu sungguh miris.
“dimana kamu menemukan vira ?” tanya yuni kepada leo yang sedang menyajikan makanan.
“tidak jauh dari rumahnya” jawab leo dan hanya di anguki yuni.
***
Semua orang tertunduk diam dan tidak berani berkutik, kini nyonya mereka sedang melampirkan kalimat demi kalimat yang membuat hati berdeyut sakit.
“papa sudah tau dimana keberadaan vira ?” tanya wanita itu menghentikan kalimatnya saat melihat suaminya surya lewat.
“sudah dan sebentar lagi dia akan sampai di sini” jawab surya dengan santai dan melanjutkan langkahnya.
“kalian boleh kembali bekerja” titah wanita itu kepada para maid-maid yang dikumpulkannya sedari tadi.
“dasar menyusahkan saja ck” ujar wanita itu dan meninggalkan tempatnya tadi.
***
“tuan nyonya vira sudah di temukan” ujar han kepada dika namun dika tidak berkutik sedikit pun.
“han han, tidak ada gunanya kamu memberi tau dika bahwa istrinya sudah ketemu ataupun belum pasti dia tidak akan peduli” ujar seorang wanita yang sedang duduk di sofa ruangan dika sembari
memainkan ponselnya.
“vina, bisakah kamu tidak ikut campur!” ujar han menatap tajam ke arah wanita yang bernama vina itu.
“han kamu yang akan mengurus gadis itu” titah dika bulat membuat han hanya diam dan mengiyakan apa yang di perintahkan dika.
__ADS_1
“jika begitu saya permisi tuan” ucap han dan menunduk hormat kepada dika, vina yang melihat itu semua hanya senyum sinis dan senyum kemenangan.
Han melihat vina tersenyum mengejek ke arahnya membuat han semakin tidak suka kepada vina, han meninggalkan ruangan dika dan pergi ke tujuannya.
***
Pintu utama di gedor dengan kuat membuat pemilik pintu itu bergegas membuka pintu dan menampilkan pria berbaju hitam. Tanpa permisi pria baju hitam itu masuk dan mengeledah ruangan itu dan berbaris di suatu ruangan.
“apa yang kalian lakukan disana!” ucap pemilik apartemen itu saat melihat pria berbaju hitam itu berbaris di ruangan tempat vira beristirahat.
“kami datang kesini untuk menjemput nyonya kami” ujar han dari luar sembari memasuki apartemen leo, leo yang mendengar suara tegas langsung menghentikan langkahnya.
“tuan han ?” ucap leo dengan kebingungan.
“jangan halangi jalan ku jika kamu masih ingin bekerja di perusahaan QX” ujar han membuat leo terdiam dan kebingungan.
“leo siapa yang datang ?” tanya yuni keluar dari ruangan sembari menuntun vira berjalan, yuni terhenti sejenak saat matanya tertuju kepada han begitu juga dengan han.
Vira kebingungan melihat semua orang yang ada di hadapan vira saat ini, begitu juga dengan yuni yang biasa langsung heboh saat ada tamu yang tidak di undang.
“eloh” ucap yuni sembari menunjuk ke arah han.
“nyonya mari kita pulang, semua orang menunggu nyonya” ujar han sembari memberi perintah kepada maid yang ikut sedari tadi.
“nyonya!” ucap han dan langsung menyuruh para maid membantu vira.
Yuni yang menyadari vira terjatuh terkejut dan memukul dirinya dengan segera yuni membantu vira, namun yuni dihalangi oleh para maid yang sudah berdiri di samping kanan dan kiri vira.
“bawa nyonya vira masuk kedalam mobil” printah han kepada para maid dan diikuti para bodyguardnya.
***
“jika begitu saya permisi” ujar han dan melenggang keluar dari apartemen leo.
“jelaskan kepadaku” ucap leo kepada yuni.
“baiklah” jawab yuni dan bejalan ke sofa di mana leo duduk dan menatapnya dengan penuh tanda tanya, yuni menjelaskan semua kepada leo tentang bagaimana vira bisa menikah.
“jadi vira menikah dengan Dika Arios ?” tanya leo tidak percaya kepada ucapan yuni.
“iya, apa aku terlihat seperti berbohong ?” ujar yuni dan mendapatkan gelengan kepala dari leo, leo menimang-nimang ucapan yuni.
__ADS_1
“mereka menikah bukan dasar cinta mereka menikah karena perjodohan” ucap leo membuat yuni mengkerutkan keningnya kebingungan dengan ucapan leo.
***
Di dalam mobil vira duduk diam di belakang han sembari menatap jalan seakan menghampal setiap sudut kota.
“han” ucap vira dengan gugup apa dia harus mengatakannya atau tidak.
“iya nyonya ? apa ada yang bisa saya bantu nyonya ?” tanya han kepada vira dan vira kebingunga untuk menjawab apa.
“apa namamu han ?” tanya vira tanpa berpikir panjang, han yang mendapatkan pertanyaan dari nyonya itu tersenyum. Vira melihat han tersenyum membuat gugupnya hilang begitu saja.
“namaku hansa, saya sekretaris tuan Dika sekaligus sahabatnya, saya sangat mengenal Dika kami berteman sejak kami kecil dia memang seperti itu tidak berubah” ucap han lalu melihat vira yang senantiasa mendengar apa yang di ucapkan han.
“apa nyonya tau apa yang di sukainya dan apa yang tidak di sukainya ?” tanya han
“aku tidak tau, kamikan menikah karena perjodohan bukan karena kami menyukai” ucap vira yang berusaha untuk biasa saja, namun dirinya merasakan denyut kesakitan di dada nya.
Han mengerti dengan apa yang di ucapkan vira, namun siapa sangkah han memberi tau apa yang di sukai dika dan apa yang tidak di sukai dika membuat vira tertawa kecil di sela-sela pembicaraan mereka.
Han melihat jati diri vira yang tertutup, vira yang sangat cerewet, vira yang keras kepala dan vira yang hiperaktif. Semua sifat vira di sadari han bahwa istri dari sahabatnya itu merasa tertekan dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.
***
“silahkan nyonya” ucap han mempersilahkan vira turun dari mobil dan membawa vira masuk kediaman Arios.
“nyonya” panggil seorang maid yang bernama ina itu membantu vira berjalan dan membawa vira ke kamar.
Berharap akan di tanya keadaannya itu mustahil, karena tidak ada satupun pemilik mension ini melihatnya datang. Vira membuang harapannya itu dan tetap berjalan walaupun dirinya berjalan pincang.
Saat bik ina membuka pintu kamar vira melihat tidak ada keberadaan dika.
“ibuk istirahatlah aku bisa sendiri” ucap vira dengan lembut dan menutup pintu kamar, vira berjalan menuju balkon kamarnya.
Vira menghentikan jalannya saat mendengar suara menjijikkan, vira berjalan ke kamar mandi dan menutup kedua jalur pintu kamar mandi dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.
“sayang, lain kali berikan waktu lebih kepadaku kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu” ucap seorang wanita yang masih bisa terdengar di telingah vira.
“baiklah” ucap pria tersebut yang tidak lain adalah suara suaminya yaitu dika. Vira terkejut mendengar suara itu vira memegang dada nya yang berdenyut sakit, vira berusaha menahan tangisnya.
“apa yang kamu pikirkan vira ? apa kamu berharap dia menyukai mu ? ingat dirimu hanya perusak hubungan mereka” ucap vira berbisik sepelan mungkin.
__ADS_1
“pulanglah” ucap dika dengan lembut kepada wanita itu.
“antar” rengek wanita itu membuat dika mengiyakan apa yang di katakan wanita itu.