
Pagi yang cerah berubah mejadi mendung menampakkan awan gelap yang siap menjatuhkan butir demi butir air ke permukaan bumi.
“vira kamu belum pulang?” tanya seorang siswi kepada gadis yang bernama vira, yang sedri tadi hanya duduk melamun menatap guyuran hujan.
“belum di jemput” jawab vira dengan senyum manisnya yang membuat semua orang meleleh dengan senyumnya itu.
“vira kamu udah dengar belum kabar terbaru belum?” tanya siswi itu kepada vira.
“emang kabar apa?” tanya vira kembali menatap siswi itu dengan dengan tanda tanya. Siswi yang melihat wajah vira hanya tersenyum geli melihat tingkah polos vira.
“emang dari dulu kebiasaan mu seperti itu tidak mau tau” ucap siswi itu membuat vira kembali menatap kedepan.
“kamu yakin vira tidak tau? Aah tidak perlu kamu jawab aku sudah tau jawabannya” ucap siswi itu sembari menatap ke depan “asal kamu tau putra kedua dari pengusaha QX akan bersekolah disini” ucap siswi itu kepada vira, namun apa yang didapatnya bukannya menjawab atau kanget vira hanya menganguk mengiyakan apa yang di ucapya barusan.
“dasar” ucap siswi itu sembari menoyor kepala vira pelan.
“yuni aku duluan ya” ucap vira dan melangkah pergi meninggalkan siswi yang bernama Yuni itu.
***
“aku akan membantumu dan menepati janjiku 24 tahun yang lalu aga” ucap seseorang dari sebrang sana.
“apa yang akan kamu bantu?” tanya pria yang bernama aga itu kepada seseorang.
“perusahaanmu, bagaimana apa kamu setujuh?” tawar seseorang itu kepada aga
“baiklah aku setujuh” final aga dan menutup telphon dari orang misterius itu.
***
“mas apa yang kamu lakukan” ucap seorang wanita dari balik pintu menghampiri suaminya itu. Dia bingung dengan apa yang dilakukan suaminya kali ini.
“emang apa yang aku lakukan, aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang ayah” ucap pria itu dengan santai sembari berjalan duduk di bangku kerjanya.
“mas vira masih kecil, dia masih sekolah apa sepantasnya dia menikah disaat dia masih duduk dibangku sekolah” ucap wanita itu dan mendapatkan tatapan tajam dari suaminya itu.
__ADS_1
“semakin hari kamu semakin berani menentangku, apa ini yang diajarkan orang tua mu kepada mu ?!” ucap pria itu dengan menggenggam lengan wanita itu dengan penuh penekanan.
Wanita yang mendapatkan penekanan di lengannya semakin keras membuat dia berusaha melepaskan genggaman itu dan menahan rasa sakit dilengannya. Pria itupun melepaskan genggamannya itu dan kembali berdiri didepan meja kerjanya itu menahan emosinya.
Pria itu menggenggam pinggiran meja kerjanya yang terbuat dari kaca itu membuat tangan pria itu meneteskan darah di lantai.
“mas tanganmu” ucap wanita itu kuatir melihat tangan suaminya itu sudah mengeluarkan banyak darah.
“aarrggghhtt” teriak pria itu dengan menyapu seluruh barang-barang yang ada di atas meja membuat wanita yang menyaksikan itu merinding ketakutan.
“m.mas” ucap wanita itu dengan gugup dan menghampiri suaminya itu.
“JANGAN Banyak tanya , bisakah kamu diam?!” ucap pria itu dengan penuh penekanan sembari menghampiri istrinya yang sudah tergeletak di lantai akibat dorongannya itu.
“aku akan melakukan apa yang aku inginkan” ucap pria itu meninggalkan istrinya yang sudah meneteskan air mata.
***
“kak vira, kak” panggil seseorang dari balik pintu kamar vira, yang membuat vira kembali ke dunia nyatanya dengan segera vira menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya. Terlihat seorang anak remaja yang duduk di kursi rodanya menatap vira.
“ada apa? Apa yang membuatmu kemari?” tanya vira membawa adiknya itu masuk kedalam kamarnya.
“kakak tidak menangis” jawab vira bohong dengan menampilkan senyumannya kepada adiknya itu. “sekarang kakak yang bertanya kenapa adik kakak yang cantik ini datang ke kamar kakaknya ada apa?” tanya vira kepada adiknya itu.
“kak, kirana datang kesini untuk memberitau sesuatu kepada kakak” ucap kirana membuat vira penasaran.
“memang ada apa?” tanya vira kepada kirana.
“kak ayah akan menikahkan kakak, apa kakak tau” ucap kirana kepada vira membuat vira tersenyum dan menganguk.
“kak, jika kakak menikah siapa yang akan melindungiku dari amukkan ayah” tanya kirana dengan wajah murung.
“kirana ibu akan melidungimu” ucap seorang wanita dari pintu kamar kirana membuat vira dan kirana melihat ke sumber suara tersebut.
“i.iya ibu yang akan melindungimu” ucap vira kepada kirana membuat wanita itu tersenyum kepada kedua putrinya itu.
__ADS_1
“kirana ini sudah malam sebaiknya kamu istirahat dan minum obat mu” ucap wanita itu kepada putri bungsunya itu.
“bawa kirana kekamarnya” ujar wanita itu kepada asisten pribadi kirana.
“vira” panggil wanita itu kepada putri pertamanya itu, namun langkahnya terhenti.
“ibu kembalilah kekamar ibu pasti capek dan aku akan beristirahat”ucap vira kepada wanita itu.
“vira ibu tau kamu marah kepada ibu, tapi ibu sudah bersusah payah untuk memberitau ayahmu namun,-”
“ibu pergilah istirahat aku juga akan beristirahat” potong vira membuat wanita itu keluar dari kamar vira dan menutup pintu vira. Wanita itu kembali meneteskan air matanya dan berjalan kekamarnya.
***
“apa-apaan ini kenapa aku harus mendengarnya dari pria gila itu” ucap seorang gadis yang baru saja masuk keruangan bernuansa putih cokelat itu dan menundukkan diriya di sofa yang sudah ada di ruangan itu.
“han keluarlah” ucap pria yang sedari tadi sibuk berkutik dengan laptop dihadapannya.
“baik tuan” ucap pria yang bernama han itu kepada tuannya, menundukkan kepalanya dan melenggang pergi dari ruangan itu.
“apa kamu tidak mendengarkan aku” ucap gadis itu dengan kesal kepada pria yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya itu.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya pria itu berjalan mendekati gadis yang sudah duduk di sofa. Dan mendudukkan dirinya ke sofa itu.
“ada apa” ucap pria itu membuat gadis yang menunggunya untuk menjelaskan semakin kesal.
“dari tadi aku menunggumu disini untuk menjelaskan apa yang terjadi kamu mengatakan ada apa!” ucap gadis itu dengan kesal.
“apa semua wanita saat marah seperti mu?” tanya pria itu membuat gadis di hadapnnya menatap tajam pria itu membuatnya bagkit dari duduknya.
“aku datang kesini untuk meminta penjelasan darimu bukan menerima pertanyaan dari mu, ya jelas wanita akan kesal dan marah setelah apa yang dilihat dan didengarnya bahwa pria yang dicintainya akan segera menikah dengan wanita lain bukan dirinya” ucap gadis itu dengan kekesalan yang tidak bisa ditahannya.
“ya, itu keinginan orang tuaku bukan diriku” ucap pria itu dengan santai dan meminum minuman yang sudah di sajikan diatas meja.
“jika itu bukan keiinginanmu maka tolak saja pernikahan itu kenapa kamu menerimanya” ucap gadis itu dan kembali duduk melihat pria yang dihadapanya itu sangat santai.
__ADS_1
“percuma saja, itu akan membuang-buang tenaga” ucap pria itu dengan santai dan kembali meminum minumannya.
“tapikan,bagaimana dengan hubungan kita? bagaimana dengan aku? Aku sudah memberikan segalanya kepadamu!” ucap gadis itu membuat pria itu menatap gadis yang dihadapannya dengan tatapan yang sudah bisa diartikan gadis itu, membuat gadis itu tidak bisa mengelaknya.