
“selamat pagi anak-anak” ucap seorang guru yang baru saja memasuki ruangan yang berisikan anak-anak penerus bangsa.
“pagi buk” jawab semua murid-murid berbeda dengan seorang wanita yang diam sedari tadi dan mengikuti angin berhembus mengabaikan banyak pertanyaan yang terlontar kepada dirinya.
“untuk apa lo memanggilku ?”
“aku ingin kamu mencatat semua apa yang di sukai vira dan tidak baik itu dari yang kecil sekalipun” ucap seorang pria terus terang tanpa basa-basi.
“bukannya lo tidak suka dengan vira ? lalu kenapa lo meminta gue un,-”
“lakukan saja” potong pria itu mengabaikan ucapan selanjutnya yang akan di ucapkan.
“seorang yuni tidak akan memberitau apapun tentang vira kepada pria yang tidak memiliki hati seperti anda” ucap yuni mengakhiri pertemuan itu dan melenggang pergi.
“buk saya izin ke toilet” ucap yuni dan melenggang pergi dari kelas, pikirannya kali ini sungguh kacau.
Pertanyaan pria itu selalu menghantui pikirannya, pertanyaan yang tidak terduga untuk di ucap dari mulut pria itu.
“apa lagi ini ?!” tanya yuni kepada dirinya sendiri.
“belum lagi yang satu selesai kenapa harus datang lagi” (1)
“siapa sih sebenarnya lo vira ? kenapa hidup lo begitu ribet amat sih” ucap yuni sembari mambasuh wajahnya dengan air.
“sedangkan gue yang baru tau beberapa sudah stress, bagaimana bisa lo hadapi ini semua ?” ucap yuni kepada cermin di hadapanya sembari menunjuk seakan orang yang di omonginya itu ada di hadapannya.
***
Pagi yang cerah membuat vira tergusik dengan sinar mentari, dengan berat vira mempertahankan matanya untuk tidur namun tidak bisa.
Akhirnya denga susah payah mempertahankan tidurnya vira bangun dan langsung di kejutkan dengan keberadaan martuanya.
Dengan merasa bersalah dirinya beranjak dari ranjang untuk membersihkan dirinya, dengan wajah yang menunduk vira bergabung dengan martuanya yang sudah duduk sedari tadi di sofa kamarnya bersama sang suami.
Vira duduk tepat disamping dika yang sedari tadi memainkan ponselnya tanpa tergusik dengan keberadaan vira di sampingnya.
“bagaimana ?” tanya surya membuat vira yang mendengar ucapan sang ayah martua mengerutkan keningnya.
“sudah pah” ucap dika sembari mematikan ponselnya, vira yang kebingungan akhirnya menatap wajah dika dengan tanda tanya.
“baiklah, kabari jika sudah berhasil” ucap surya dan melenggang pergi dari kamar tersebut meninggalkan dika dan vira.
“bersiaplah kita akan pergi” ucap dika meninggalkan vira yang termenung tidak mengerti ucapan suamninya itu.
***
“vira” panggil dika membuat vira dengan segera keluar dari walk in closet, dengan seketika tubuhnya mematung.
Melihat vira yang sudah keluar dengan segera dika keluar dari kamar meninggalkan vira yang diam mematung.
__ADS_1
“n.nak vira” panggil seorang wanita dengan lirih, menahan air matanya di pelupuk yang hendak jatuh.
“ibuk” ucap vira dengan air mata yang sudah lolos dengan sendirinya.
Di dalam ruangan bernuansa hitam putih itu terjadilah aksi yang menguras air mata, menyisakan mata bengkak dan merah.
“tuan dika mengizinkan ibuk untuk menemui nak vira” ujar bik ina sembari melepaskan pelukan vira.
“aduh kenapa nak vira menangis ?” tanya bik ina saat melihat mata vira yang merah dan bengkak, ini pertama kalinya bik ina melihat vira menangis membuat bik tersenyum miris melihat nyonya nya itu begitu rapuh.
“buk vira minta maaf ya, gara-gara vira ibuk di pecat” ucap vira dengan wajah yang menunduk tanpa berani menatap bik ina.
“tidak apa-apa nak, kamu sudah seperti anak ibuk jika kamu butuh tempat untuk menangis maka temuilah ibu” ucap bik ina dengan memberikan selembar kertas di tangan vira.
“jika begitu ibuk pergi dulu, tumbuh lah menjadi anak yang baik” ucap bik ina sembari mengelus lembut wajah vira dan melenggang pergi meninggalkan vira yang kembali mematung.
“bik ira, buk ina” ucap vira lirih, kenangan dirinya bersama bik ira dan buk ina terngiang yang tidak sengaja terjadi dengan kesamaan.
Vira tidak dapat berkata-kata lagi bahkan tubuhnya tidak dapat menahan tubuhnya lagi hingga terduduk.
“aarrgghh” teriak vira frustasi saat mengingat kata-kata perpisahan yang sama, membuat dirinya semakin di selimuti rasa bersalah membuat dua wanita itu dengan nasib hidup yang tidak mengenakkan.
***
Di ruangan lain yang dengan sengaja dirinya lakukan untuk dapat mendengar kalimat demi kalimat yang terucapkan dari seseorang yang begitu sangat pandai menyembunyikannya.
“cari tau orang yang bernama ira itu” ucap pria dingin dengan seseorang di balik telphone, membuat dirinya mengepal tangannya sehingga pucat.
***
“kenapa mereka lama sekali ?” ujar seorang wanita yang yang sedari tadi mondar-mandir seakan takut kelewatan seditik pun acara yang diinginkannya.
“jean panggil mereka” printah surya membuat jean bangkit dari duduknya untuk memanggil kakaknya beserta kakak iparnya.
Baru saja bersiap untuk melangkah orang yang sedari tadi di tunggu-tunggu akhirnya menampilkan dirinya dengan hawa yang tidak bisa di gambarkan.
“mari berangakat” titah surya saat vira dan dika melangkahkan kakinya di anak tangga terakhir.
***
Kina sampailah keluarga Arios ke tempat tujuan mereka tujuan yang belum di ketahui oleh siapapun selain surya, dika, dan tika.
“ma ini acara apaan sih ?” tanya jean kepada wanita di debelahnya itu
“eh jeng tika” ujar seorang wanita yang datang menghampiri wanita yang bernama tika itu, dan terjadi cipika cipiki antara kedua wanita itu.
“kamu apa kabar yul ?” tanya tika kepada wanita yang bernama yuli itu.
“owh aku baik-baik saja, ini siapa ?” tanya yuli
__ADS_1
“dia putra kedua ku yang akan aku perkenalkan itu” jawab tika dengan senyum yang penuh kebanggaan.
“kakak ipar” panggil jean dengan kuatir saat melihat wajah vira yang begitu pucat, membuat kedua wanita itu mengehentikan aksi tawa mereka.
“dia menantu pertama ku” ujar tika yang hanya di anguki wanita yang bernama yuli itu.
“kakak ipar tidak apa-apa ?” tanya jean yang kuatir membuat tubuhnya bergerak sendiri untuk merangkul vira.
Vira yang melihat perhatian jean yang begitu tulus dibandingkan suaminya yang menghilang entah kemana.
‘sungguh beruntung wanita yang memiliki mu kelak’ batin vira sembari menatap jean begitu dalam seakan dirinya terhanyut dengan perhatian yang di berikan jean kepadanya.
“sadarlah bahwa kamu wanita bersuami” ucap seorang pria sembari menarik tangan vira membuat tubuhnya terbentur di dada bidang pria itu.
‘wanita bersuami’ ulang vira dalam diam mengabaikan orang-orang yang melihatnya.
***
Sejak kejadian tatap tatapan itu vira selalu berada di genggaman pria yang menghentikan kejadian aneh itu.
“baiklah kedatangan kami kesini untuk melaksanakan apa yang sudah kita sepakati” ujar surya to the point tanpa harus membuang buang waktu untuk berbasa-basi.
“langsung saja kita tentukan tanggalnya” lanjut surya dan langsung dianguki semua orang kecuali vira dan jean.
“sebelum menentukan tanggal tolong beri tau apa yang sebenarnya terjadi” tanya jean membuat semua mata tertuju padanya terutama vira yang setuju dengan apa yang di ucapkan jean.
“jean jean kamu terlalu sibuk dengan masa remaja mu” ujar seorang pria yang membuat jean tidak suka dengan alur pembicaraan pria itu.
“kamu benar dia tidak seperti dika yang tidak membuang buang waktu untuk masa remajanya” jawab surya membuat jean kesal dengan ucapan papa nya itu.
“pa bisa ngak sih papa tidak membanding bandingkan ku dengan kak dika” ketus jean saat dirinya mulai di pojoki.
“jelas itu harus papa katakan karena kamu tidak bisa seperti apa yang dilakukan dika” ujar surya dengan nada yang dingin.
Akhirnya dengan situasi ini vira dapat memahami, bahwa suaminya sama sepertinya melakukan apa yang papa nya inginkan dan mengabaikan perasaannya.
Sedangkan jean dirinya masih dapat menikmati kebebasan dan menikmati masa-masa remajanya dengan canda tawa.
‘tetapi tidak seharusnya papa melakukan hal yang sama kepada jean’ batin vira.
Hanya diam membisu menyaksikan perdebatan antar kedua keluarga itu, dan membantin perasaan yang ingin di sampaikannya hingga matanya tertuju kepada seorang wanita yang sedari tadi diam sembari memainkan ponselnya mengabaikan perdebatan itu.
Saat vira hendak beranjak untuk menghampiri wanita itu, tiba-tiba tangannya di tarik untuk segera duduk kembali.
Vira hanya dapat menurutinya dan kembali duduk di samping pria itu dengan mata terus menatap wanita itu dengan penasaran.
Hay Semua👋
Author Up, walaupun hanya 1 eps biar kalian semua tidak menunggu terlalu lama dan di penuhi dengan rasa penasaran.
__ADS_1
Tetap Stay ya😊 author usahain untuk Up di waktu yang senggang, walaupun hanya sedikit waktu senggang ini semua demi kalian🤭.
See You Next Eps.