
“pagi mah,pah” ucap vira dan bergabung dengan keluarganya yang sudah memulai aktivitas makannya, vira duduk di bangkunya mengambil selembar roti dan mengoleskan selai.
“dika mana ?” tanya surya kepada menantunya itu,vira hendak menjawab namun diurungkannya saat mendapati dika sudah turun.
“pagi om pagi tante” sapa vina membuat semua yang ada di meja makan menatap ke arah vira, vira yang merasa di perhatikan hanya diam dan memakan roti yang di tangannya.
Dika duduk di bangkunya dan vira langsung menyajikan roti dengan selai kacang kesukaan dika.
“eh dari mana kamu tau kalau dika suka selai kacang ?” tanya vina saat melihat vira mengoleskan selai kacang.
“seorang istri berhak tau apa yang disukai suaminya bukan” jawab vira membuat semua orang yang mendengarkan itu terkejut, vira menjawab pertanyaan vina.
Dika melihat vira tetapi mimik wajahnya masih sama tidak berubah, dirinya sangat tersentuh dengan ucapan vira sungguh dirinya merasa tertanpar dengan ucapannya.
‘dia mengetahui apa yang ku suka kenapa aku tidak tau apa yang dia suka’ batin dika.
***
Suara ribut mengelegar di suatu ruangan, murid-murid menikmati waktu jamkos nya dengan bercanda tawa dengan teman sebangkunya.
“aish dasar ya tuh anak sudah dua hari dia tidak datang dan sekarang” gerutu yuni sembari memainkan ponselnya sungguh dirinya bosan tidak ada yang mau di ganggunya.
“apa dia tidak memakai akunnya lagi ?” tanya yuni yang sedari tadi melihat akun medsos vira.
“jika anak itu datang aku akan memberi dia pertanyaan” ucap yuni dengan kesal dan mematikan ponselnya.
“siapa lagi ini, leo ?” ujar yuni saat mendapati telphone dari leo.
“ada apa ?” tanya yuni dengan ketus tanpa basa-basi.
“wes selow jangan ngegas”
“katakan apa yang ingin kamu sampaikan”
“ok ok dasar anak ngak tau basa-basi”
“katakan atau aku menutupnya”
“apa vira masuk hari ini ?”
“sudah kuduga yang lo tanya itu pasti vira”
__ADS_1
“ya jelas aku menanyakannya dari pada elo” ujar leo membuat yuni mematikan telphonnya sebelah pihak.
“apa dia tidak bisa melihat ku sedkit saja, vira sudah menikah kenapa dia masih saja menyebut-nyebut vira” ucap yuni lirih, bagaimana tidak pria yang di sukainya menyukai sahabatnya membuat yuni menyukai leo dalam diam.
***
“nih anak kenapa sih selalu saja begini menutup pembicaraan sebelah pihak” ucap leo dengan heran melihat tingkah yuni akhir-akhir ini.
“ah abaikan saja” ujar leo dan membuka akun media sosial vira, dirinya melihat postingan-postingan vira di akun media sosialnya.
“Cuma pemandangan, gambar yang buram ? tidak ada foto nya” ucap leo saat melihat postingan vira.
“kamu memang berbeda vira” ujar leo sembari menyadarkan dirinya di bangku kerjanya dan memejamkan matanya sejenak.
***
Diruang kerja dika tidak dapat fokus mengerjakan pekerjaannya, sedari tadi dika hanya termenung dengan sebelah tangan menangkup wajahnya dan tangan sebelahnya lagi memutar-mutar pena.
“seorang istri berhak tau apa yang disukai suaminya bukan”
‘dirinya tau apa yang ku suka, kenapa aku tidak menyadarinya ?’ (1)
‘pakaian yang dia siapkan selalu aku menyukainya karena paduannya yang tidak terlalu norak’ (3)
‘dia tau kalau aku suka selai kacang’ (4)
Pikiran dika yang sudah melayang memikirkan perkataan istrinya tadi yang berhasil membuat dika membatin dan tidak fokus bekerja.
Sekan mendapatkan ide dika mengambil map berwarna hijau dari laci mejanya, membuka dan membaca seditail mungkin tentang informasi vira.
***
“vira kamu tau kenapa kedatangan mama kesini ?” tanya seorang wanita yang sudah duduk dihadapan vira, vira hanya menggelengkan kepalanya.
“mama ingin mengatakan segera beri keluarga Arios keturunan” ucap sang mama membuat vira menatap sang mama.
“ma aku masih sekolah ak,-”
“kamu bisa HomeSchooling” potong sang mama membuat vira menunduk.
“kamu tau kan kewajiban seorang istri itu apa ?” tanya wanita itu dan vira hanya mengangukkan kepalanya bertanda mengerti dengan apa yang di ucapkan sang mama.
__ADS_1
“jika kamu tau maka lakukan” ujar sang mama dan beranjak dari duduknya meninggalkan vira yang sedang terduduk di sofa kamarnya.
***
Vira kembali termenung memikirkan apa yang dikatakan mama martuanya itu, vira melihat kalender.
‘empat belas lagi masih lama’ batin vira, vira mengambil obat dan mulai mengobati luka-lukanya yang mulai sembuh.
Vira kembali termenung saat mengingat kembali ucapan papa martuanya membuat vira menghentikan aktivitasnya.
“vira papa ingin kamu dan dika segera memiliki momongan, dengan kehadiran anak di kehidupan kalian membuat keluarga kecil kalian akan hidup bahagia”
“.... keluarga kecil kalian akan bahagia”
‘bahagia ? momongan ?’, ‘apa itu dapat mengubah pernikahan ini’ batin vira membuat vira mengusap perutnya.
‘apa aku bisa memberikannya ? jika kamu hadir di sini semoga keluarga kita rukun ya’ batin vira seakan ngajak komunikasi bayi di perutnya.
***
Dika menaiki anak tangga menuju kamarnya, namun langkahnya harus terhenti saat melihat seorang wanita yang berdiri di ujung tangga membuat dika menghampiri wanita itu.
“mama” panggil dika kepada wanita itu dan wanita itu hanya menatapnya tanpa berbicara sedikitpun.
“mama mau bicara kepada mu” ujar wanita itu dan langsung di anguki dika menuntun sang mama ke ruang kerjanya.
“apa yang ingin mama bicarakan ?” tanya dika to the point.
“segera beri keluarga Arios seorag penerus” ujar sang mama membuat dika menatap sang mama meminta penjelasan.
“mama sudah mengatakannya kepada vira, dan dia setuju” ujar sang mama membuat dika terkejut dengan yang diucapkan sang mama.
“ingat dika segera” ucap sang mama sembari menekan ucapan terakhirnya, setelah mengatakannya sang mama melenggang pergi dari ruangan dika.
“vira setujuh ?” ucap dika penasaran dan memutuskan untuk keluar dari ruangannya.
Dika melihat vira yang sedang berkutik dengan buku-bukunya membuat dika ragu untuk memintanya, namun mamanya itu tidak akan main-main untuk mendapatkan penerus Arios.
“vira” panggil dika membuat vira melihatnya, dika masih ragu takut vira menolaknya membuat dirinya malu.
“aku ingin malam ini aku meminta hak ku” ucap dika menatap vira dengan ragu namun yang dipikirkan dika salah, vira menganguk mengiyakan ucapan dika.
__ADS_1