Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 8


__ADS_3

“hay apa aku boleh bergabung ?” tanya seorang pemuda yang datang menghampiri yuni dan vira.


“haaa leo” ucap yuni histeris membuat semua orang yang ada di caffe ini melihat ke arah yuni, vira kembali melihat kearah pria yang tadi di lihatnya dengan segera vira bersembunyi agar pria itu tidak melihatnya.


“duduklah” ucap yuni mempersilahkan leo duduk di samping vira, vira yang melihat tangan yuni menunjuk di samping vira membuat vira menatap pria itu lagi dan kembali menunduk.


‘apa yang akan aku katakan mas dika ada disini’ ucap vira dalam batin.


“vira lama tidak bertemu” ucap leo sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. Dengan gugup vira menjabat tangan leo tanpa mengucap sepatah katapun.


“ada apa dengannya kenapa dia menjadi pendiam?” tanya leo kepada yuni dengan nada sedikit tinggi.


“ntah akupun tidak tau” jawab yuni. “ah makanannya sudah datang” lanjut yuni saat melihat pelayan membawa makanan ke meja mereka.


“kamu bukan viraku yang dulu” ujar leo sembari mengambil sebagian makanan vira dan memakannya. Suasana kembali hening yuni memakan makanannya leo memakan makanan vira sesekali leo menyuapi vira.


***


“sayang apa yang kamu lihat ?” tanya wanita itu kepada pria yang dihadapannya, yang ditanya tidak kunjung menjawab membuat wanita itu mengikuti pandangan pria itu dan melihat tiga orang yang sedang tertawa bahagia membuat wanita itu tersenyum sinis.


“apa kamu mengenal mereka


sayang” tanya wanita itu kepada pria yang dihapannya lagi-lagi pertanyaan dirinya tidak di jawab.


“baiklah kalau begitu mari kita pulang” ajak wanita itu sembari menarik tangan pria itu, namun yang di ajakpun melepaskan tangannya dan pandangannya tidak lepas dari apa yang dilihatnya.


“han malam ini berikan informasi yang ku perintahkan itu kepadamu, secara rinci” ucap pria itu kepada han dan melenggang pergi dari caffe itu.


***


“yuni kita pulang ya” ucap vira dengan gugup melihat pria yang dilihatnya tadi sudah tidak ada di tempat membuat vira ketakutan.


“emang kenapa kalau kamu pulang lama” sahut leo melihat vira yang ketakutan dan ada rasa ganjal di dada nya melihat vira seperti itu.

__ADS_1


“yuni”


“kalau kita pulang, siapa yang akan mengantar lo ? gue ngak tau alamat lo ?” ujar yuni melihat kuatir melihat vira yang ketakutan seperti itu.


“emang kamu tidak tau rumahnya vira?” tanya leo dengan kebingungan melihat kedua wanita itu panik.


“ha benar ayo kita pulang, leo jangan lupa bayar makanannya kami luan” ujar yuni dan hanya di anguki oleh leo.


Vira dan yuni berlari keluar dari mall dan masuk ke dalam mobil, yuni menancapkan gasnya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi.


Vira yang sedari tadi diam sembari menekan jari-jarinya tiba-tiba meneteskan air mata.


Yuni melihat vira meneteskan air mata merasa kasihan melihat nasib vira


‘seandainya kak Jonathan tidak pergi kemungkinan vira yang ceria tidak akan hilang’ ucap yuni dalam batin.


***


“makasih yun” ucap vira dengan sopan, vira melangkahkan kakinya dan memasuki rumah yang penuh dengan kenangan.


“nona” sapa satpam kepada vira, vira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“baiklah nona” seakan mengerti satpam itu kembali ke tempatnya.


Vira melangkahkan kakinya masuk kedalam dan membuka pintu rumah orang tuanya dan langsung di sambut dengan suara yang selalu didengarnya setiap dirinya pulang.


Suara tangisan, suara kesakitan, suara amarah dan suara memohon menyambut vira setiap dirinya membuka pintu rumah orang tuanya itu.


Vira menutup pintu rumah itu memutuskan untuk mudur, vira meneteskan air mata nya dirinya tidak sanggup mendengar suara itu ingin rasanya vira menolong ibunya tapi apa dayanya dia tidak sanggup melawan ayahnya, ayahnya sangat kuat.


Vira berlari keluar dari pekarangan rumah orang tuanya itu dengan tangisan yang pecah mengingat semua kejadian demi kejadian yang terjadi di rumah itu.


‘ibu maaf bu maaf, aku tidak bisa menolong ibu bukan maksudku untuk tidak menolong ibu’ (1)

__ADS_1


‘kak cepatlah kembali bantu aku, apa yang harus aku lakukan’ (2)


‘cepatlah kembali kak lihat ibu semakin merasa kesakitan’ (3)


Vira mempercepat langkahnya membuat dirinya lelah dan pandangannya menghitam dirinya tidak sanggup lagi untuk berlari hingga.


“maaf” ucap vira dan terjatuh membuat tubuhnya terseret menghasilkan luka di wajah, lengan dan kakinya.


“VIRA!!”


***


“apa vira sudah ketemu?’ tanya wanita itu kepada salah satu maid.


“tidak nyonya” jawab maid tersebut dan kembali mencari .


“astaga kemana dirinya pergi” ucap wanita itu dengan kesal dan bertanya kepada para bodyguard yang ikut serta mencari.


“ada apa ini ma ?” tanya seseorang tiba-tiba membuat wanita yang di panggil itu terkejut dan kesal.


“kamu dari mana saja ?kenapa baru pulang sekarang ? mana istri mu ?” tanya wanita itu kepada pria yang bernama dika.


“bukannya dia sudah pulang” ujar dika membuat wanita itu terkejut mendengar ucapan putranya itu.


“apa yang kamu lakukan dika seharusnya kamu menjemput dia dan kenapa kamu malah pulang selarut ini” ucap sang mama membuat dika mengusap wajahnya dengan kasar.


“kamu sudah pulang dika? Dimana vira?” tanya surya kepada putra pertamanya itu, namun yang di tanya pun hanya diam membuat semua orang yang ada di mension itu mengerti.


“cari vira keseluruh kota” titah surya kepada orang suruhannya, surya kembali meninggalkkan kerumunan itu.


“apa kamu minum ?” tanya wanita itu kepada dika membuat dika menoleh, seakan mengerti wanita itu tidak dapat memungkirinya lagi kebiasaan dika yang tidak bisa diubah.


Walaupun sebanyak banyaknya dika minum pasti dika tidak akan mabuk semua orang sudah tau itu.

__ADS_1


__ADS_2