Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 2


__ADS_3

Suasana pagi yang indah, burung-burung berkicau, dan dedaunan yang mengkilat akibat pantulan sinar mentari, suara riuh dari setiap siswa/siswi bercerita membuat dunia tidak terasa sepi.


Namun seorang anak kecil yang tertawa riang tumbuh menjadi seorang gadis yang pendiam, gadis yang hanya bisu dan meneteskan air mata dan menjadi gadis yang terlihat tegar dibalik senyuman yang tidak dapat diartikan membuat semua orang yang melihatnya akan merasa dia baik-baik saja.


“vira” panggil sesorang membuat vira menghentikan langkahnya dan menghadap ke sumber suara, vira yang melihat itu terkejut dan bingung harus bereaksi seperti apa.


“hey... apa yang kamu lihat” ucap gadis itu yang berhasil membuat vira terkejut.


“kenapa penampilan mu berubah?” tanya vira kepada gadis yang disebelahnya itu.


“ayolah vira seperti kamu tidak mengenalku, kita sudah berteman 5 tahun lamanya” ucap gadis itu dengan kesal. Namun vira tidak bengubrisnya dia kembali teringat dengan ucapan yang dikatakan keluarganya itu.


“vira jika ada yang membuatmu tidak nyaman katakan saja aku siap mendengarkannya” ucap gadis itu melihat vira yang kembali murung.


“yun” panggil vira kepada gadis yang bernama yuni itu.


“ada apa?” tanya yuni kepada vira,karena dirinya merasakan ada hal aneh yang ditutupkan vira darinya.


“tidak jadi” ucap vira diakhiri menghela nafasnya pasrah tidak berani untuk mengatakannya.


“vira jika ada yang ingin kamu katakan maka katakanlah, aku siap mendengarkannya seperti aku mengatakan seluruhnya kepadamu” ucap yuni diakhiri denga senyuman yang berhasil membuat mata vira berkaca-kaca.


“apa yang kamu lakukan, ayo kita akan telat jika kamu berjalan seperti itu” tutur vira yang seakan mengerti apa yang akan terjadi sembari berlari kecil membuat vira ikut mengejarnya.


***


“tuan anda disuruh kembali oleh tuan Surya”ujar Han kepada pria yang masih sibuk berkutat dengan berkas-berkas dihadapannya itu. Pria itu tidak mengubris sedikitpun apa yang dikatakan sekretarisnya itu.


“tuan surya mengatakan malam ini tuan sudah sampai di kediaman Arios” ucap han yang berhasil membuat pria itu bangkit dari duduknya dan melenggang pergi.


‘sabar han jika bukan karena sahabat loh mungkin kamu sudah out dari pekerjaan menyebalkan ini’ curhat han dalam batin.


***

__ADS_1


Bel berbunyi menandakan jam istirahat sedang berlangsung, seluruh siswa riuh berhamburan ada yang kekantin dan ada yang mengadakan pertandingan.


Sedetik kemudian suasana menjadi sunyi, semua orang tiba-tiba menjadi patung sejenak, begitu juga dengan vira yang baru keluar dari kelas menyaksikan apa yang apa sedang di lihat orang-orang membuat menjadi patung.


“vir, vira” panggil yuni membuat vira mengembalikan pandangannya ke arah yuni.


“itu orangnya” ucap yuni yang berhasil membuat vira mengerutkan dahinya, yang menandakan meminta penjelasan kepada yuni.


“aish, sedikit saja kamu ikut gibah pasti kamu tau dia siapa”ujar yuni dengan kesal melihat sahabatnya itu yang tidak peduli dengan hal-hal gosip seperti itu.


“itu dia putra kedua dari pengusaha terbesar dinegeri ini Perusahaan QX” jelas yuni dan vira hanya menganguk diam seakan mengerti apa yang dikatakan yuni.


Tidak ingin larut dalam kegiatan aneh itu, vira melenggang pergi kearah yang berlawanan dari tujuan awalnya dengan yuni.


Vira berjalan mendekati danau yang ada di belakang sekolahnya itu, danau yang terletak tepat dibelakang gerbang sekolahnya.


Bisa dikatakan vira keluar dari jalur sekolah. Vira mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia didepan danau itu.


“apa yang harus aku lakukan?” tanya vira kepada dirinya sendiri, memejamkan matanya untuk menenangkan hatinya.


“aku akan membantumu dan menepati janjiku 24 tahun yang lalu aga” , “apa yang akan kamu bantu?” , “perusahaanmu, bagaimana apa kamu setujuh?” , “baiklah aku setujuh”


“hufffftt” vira membuat nafasnya dengan kasar, kalimat itu kembali terngiang di pikiran vira.


“apa yang direncankan ayah?” tanya vira kepada dirinya sendiri.


“vira ibu tau kamu marah kepada ibu, tapi ibu sudah bersusah payah untuk memberitau ayahmu namun,-”


“namun aku tidak sanggup melihat wajah ibu yang selalu tegar dihadapan kami, maafkan aku ibu yang sudah membuat seperti itu, tapi aku harus bagaimana? Aku bingung” lirih vira yang berhasil meloloskan air matanya, tangannya bergetar. Vira menggigit jarinya, dengan tidak sadar vira menggit jarinya sampai mengeluarkan darah segar.


“awh...” ringis vira dan menangis melihat jarinya yang terluka.


***

__ADS_1


“mas kumohon jangan lakukan itu, vira masih mudah dia belum siap meminang rumah tangga” mohon wanita itu kepada suaminya itu dengan berlutut, berharap suaminya mengabulkan permohonannya itu.


“kamu pikir aku siap membangun rumah tangga dengan mu?!” tanya pria itu kepada wanita yang sedang berlutut dihadapannya itu.


“mas,-”


“jangan harap aku akan membatalkan pernikahan ini, jika aku membatalkan pernikahan ini, itu sama saja aku menghancurkan perusahaanku!” ucap pria itu dengan tegas dan beralih kepada pintu yang terbuka dan menampilkan seorang anak gadis yang masih mengkenakan baju seragamnya.


“vira ada apa nak, apa kamu mencari sesuatu ?” tanya sang ibu kepada vira dengan wajah yang tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Melihat senyuman sang ibu vira meringis kesakitan melihat ibunya tersenyum seperti tidak terjadi sesuatu.


“aku ingin bicara kepada ayah dan ibu” ujar vira itu yang sukses membuat keduanya bertanya-tanya apa yang ingin di bicarakan putri mereka kepada mereka.


“apa yang ingin kamu bicarakan” ucap pria itu dengan ketus yang berhasil mmembuat gadis itu semakin gugup dihadapan sang ayah.


“aku akan menikah kepada salah satu anak yang ayah katakan itu” ucap gadis itu yang sukses membuat sang ibu kaget tak karuan dan sang ayah menampilkan senyumnya dikedua sudut bibir nya itu.


“vira apa kamu yakin dengan keputusanmu ini ?” tanya sang ibu kepada putrinya itu dengan penuh rasa penyesalan, karena tidak berhasil membujuk suamiya untuk membatalkan semuanya itu.


“apa-apaan yang kamu tanya kan itu katerina, jelas-jelas dengan mantapnya vira mengambil keputusan yang sangat berarti bagi perusahaan kita dengan mengikat tali kekeluargaan kepada pengusaha yang tak tertandingi didunia bisnis” ucap pria itu dengan nada dinginnya.


“yang kamu buat itu adalah keputusan yang sangat tepat vira, dan ayah harap kamu menikah dengan putra pertama mereka, karena dialah CEO Pengganti yang ditakuti para pembisnis” lanjut pria itu dengan wajah santainya.


“tapi umur vira dengan pemuda itu beda jauh mas” ucap wanita itu untuk membantu putrinya agar membatalkan keputusanya itu.


“Cuma beda empat tahun bukan, umur tidak mempengaruhi pernikahan” jawab ketus pria itu.


“jika dia menikah kepada salah satu anak mereka, setidaknya vira menikah kepada putra kedua mereka yang beda setahun dengan vira” bela wanita yang bernama Katerina itu kepada suaminya yang sedang berhadapan dengannya dan putri mereka.


“yang dikatakan ayah benar bu umur tidak mempengaruhi pernikahan, aku akan menikah dengan pilihan ayah” ucap vira yang sedari tadi diam menimang-nimang keputusannya dan mendengar betapa berpengaruhnya ucapan sang ayah bagi perusahaan mereka.


“keputusan yang bagus vira ayah bangga kepadamu, baiklah ayah akan menghubungi mereka dan akan mempersiapkan pernikahan kalian” ucap pria itu dengan wajah yang sumingrah dan senyum tak pernah pudar dari bibirnya.


“baiklah, aku permisi dulu ayah ibu” ucap vira itu dengan senyum yang kelihatan bahagia tak nampak sedikitpun luka yang dirasakannya, sehingga orang yang menyaksikan itu kebingungan melihatnya apakah itu senyum bahagia atau senyum kepalsuan.

__ADS_1


__ADS_2